72c48fd458ce9e91857e30ed00aff432.jpg

Try Sutrisno

Home » Profil Tokoh » Try Sutrisno
Try Sutrisno
Try Sutrisno

Wakil Presiden Indonesia ke-6 Try Sutrisno termasuk salah satu Wakil Presiden Indonesia yang berasal dari golongan Militer. Sebenarnya ada beberapa Wakil Presiden Indonesia yang memang memiliki latar belakang Militer. Hal ini tentu saja tidak aneh, karena pada masa kekuasaan Presiden Soeharto, Presiden Soeharto sendiri adalah seorang militer. Maka tak heran jika Presiden Soeharto sering memilih Wakil Presiden Indonesia dari kalangan Militer. Karena tentu saja kepercayaan dan keterikatan yang sama-sama dari kalangan militer ini akan memudahkan komunikasi antara Presiden dan Wakil Presiden.

Majelis Permusyawaratan Rakyat masa bakti 1992 -1997 melalui Sidang Umumnya pada tahun 1993, akhirnya memilih Try Soetrisno menjadi Wakil Presiden RI mendampingi HM. Soeharto, presiden terpilih saat itu. Adalah Fraksi ABRI MPR-RI yang lebih dahulu mencalonkannya, mendahului pilihan terbuka dari Presiden Soeharto ketika itu. Suatu hal yang tidak lazim pada era Orde Baru itu. Konon, Presiden Soeharto merasa di-fait accompli.

Wakil Presiden RI (1993-1998) ini dikenal sebagai seorang negarawan yang jujur, bersahaja, loyal, berdedikasi tinggi dan berpendirian teguh. Putra terbaik bangsa ini bukanlah seorang yang haus jabatan (ambisius) yang mau menghalalkan segala cara untuk meraih jabatan tertentu.

Pada tahun 1998 tugasnya sebagai Wapres berakhir, dan kemudian digantikan oleh BJ. Habibie pada Sidang Umum MPR 1998.

Karier Militer

Pada tahun 1956, ia diterima menjadi taruna di Akademi Teknik Angkatan Darat (Atekad), Pengalaman Militer Try Sutrisno pertama adalah pada tahun 1957, ketika ia berperang melawan Pemberontakan PRRI.  Sebelum menjadi ajudan Soeharto, Tri Sutrisno sudah mengenal lebih dahulu di masa Operasi Pembebasan Irian Barat tahun 1962, ketika itu Mayor Jenderal Soeharto ditunjuk  Presiden Soekarno menjadi Panglima Komando Mandala yang berpangkalan di Sulawesi.

Pada tahun 1974, Try terpilih menjadi ajudan Presiden Suharto di saat ini-lah karir suami dari Tuti Sutiawati yang dinikahinya 21 Januari 1961 itu meroket karir-nya. Pada tahun 1978, Try diangkat ke posisi Kepala Komando Daerah Staf di KODAM XVI / Udayana. Setahun kemudian, ia akan menjadi Panglima Daerah KODAM IV / Sriwijaya.  Dan empat tahun kemudian, ia diangkat ke Panglima Daerah KODAM V / Jaya dan ditempatkan di Jakarta.

Agustus 1985 pangkatnya dinaikkan lagi menjadi Letjen TNI sekaligus diangkat menjabat Wakasad mendampingi Kasad. Jenderal TNI Rudhini ketika itu. 

Tak lama menjabat sebagai Wakasad, pada bulan Juni tahun 1986 atau sepuluh bulan sejak diangkat menjadi Wakasad, ia pun kemudian diangkat menjadi Kasad menggantikan Jenderal TNI Rudhini.

Selama menjadi Kasad, yang hanya sekitar satu setengah tahun, karena pada awal tahun 1988 ia dipromosikan menjadi Pangab menggantikan Jenderal TNI LB. Moerdani. 

Jenderal TNI Try Sutrisno akhirnya memimpin ABRI, sejak tahun 1988 hingga tahun 1993. Ketika itu ABRI masih terdiri dari institusi TNI AD, TNI AL, TNI AU, dan POLRI. Banyak peristiwa penting yang patut dicatat selama kepemimpinannya, seperti meletusnya kembali pemberontakan GPK (Gerakan Pengacau Keamanan) di Aceh pada pertengahan tahun 1989, menyusul dibubarkannya Kodam I/Iskandarmuda. GPK separatis Aceh tersebut merupakan kelanjutan (kambuhan) dari GPLHT (Gerakan Pengacau Liar Hasan Tiro) yang lahir pada tahun 1976 dan yang telah berhasil ditumpas pada tahun 1982. selam dia memimpin, banyak peristiwa separatis yang terjadi. diantaranya peristiwa Santa qruz, GPK di Aceh dan juga peristiwa Tanjung Priok.

Profil dan Biodata Try Sutrisno

  • Nama Lengkap : Try Sutrisno
  • Tanggal Lahir : 15 November 1935 (umur 81)
  • Tempat Lahir : Surabaya, Jawa Timur, Indonesia
  • Partai politik : Golkar, Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia
  • Suami/istri : Tuti Sutiawati
  • Agama : Islam

Perjalanan Karir try Sutrisno

  • Wakil Presiden Indonesia ke-6
  • Masa jabatan : 11 Maret 1993 - 10 Maret 1998
  • Presiden : Soeharto
  • Didahului oleh : Sudharmono
  • Digantikan oleh : Bacharuddin Jusuf Habibie
  • Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia ke-7
  • Masa jabatan : 27 Februari 1988 - 19 Februari 1993
  • Presiden : Soeharto
  • Didahului oleh : L.B. : Moerdani
  • Digantikan oleh : Edi Sudrajat

Dinas militer

  • Pengabdian : Indonesia
  • Dinas/cabang : TNI Angkatan Darat
  • Masa dinas : 1959-1993
  • Pangkat : Jenderal TNI
  • Unit : Zeni

Baca "Profil Tokoh" Lainnya

TNI Memiliki Tugas Pokok dan Berkomitmen Untuk Menyelamatkan Bangsa dan Negara Indonesia Serta Mendukung Kebijakan Pemerintah Dalam Pembangunan Nasional
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo
Pengumuman
Siaran Pers
Amanat
Berita Media
Jum`at, 20 Oktober 2017
Mendukung WIFT, Panglima TNI Berikan Bantuan Armada Laut
Kamis, 19 Oktober 2017
Kedubes AS Ungkap Peristiwa 1965, Panglima TNI: Itu Biasa Saja
Kamis, 19 Oktober 2017
Panglima TNI & Menhan Pelajari Dokumen Rahasia AS soal Tragedi 1965
Kamis, 19 Oktober 2017
Jalan Berdampingan, Panglima TNI dan Menhan Rapat di DPR
Selasa, 17 Oktober 2017
Panglima TNI Bangga Putra Indonesia Juara Hafiz Quran di Arab Saudi