Abdul Haris Nasution

Home » Profil Tokoh » Abdul Haris Nasution
Abdul Haris Nasution
Abdul Haris Nasution

Lahir di Hutapangkut, Kotanopan, Tapanuli, Sumatera Selatan, 3 Desember 1918.

Memperoleh pendidikan di Hollandsch-Inlandsche School (HIS), Kotanopan, tamat 1932; Hollandsch-Inlandsche Kweekschool (HIK), Bukit Tinggi, 1932-35; HIK, Bandung; Algemene Middelbare School (AMS-B); Koninklijke Militaire Academie (KMA), Bandung.

Pernah menjadi Guru HIS Partikelir, Bengkulu; Kepala Staf Komandemen I/Jawa Barat, Tentara Keamanan Rakyat (TKR) 1945, merangkap Komandan Divisi I/Jawa Barat, di Bandung 11 Oktober 1945, kemudian pindah ke tasikmalaya, Malangbong dan Garut, Panglima Divisi III TKR (kemudian: Tentara Republik Indonesia, atau TRI), Bandung 11 Oktober 1945; Panglima Divisi I/SIliwangi, 25 Mei 1946 sampai 1948; Wakil Panglima Besar Angkatan Perang Mobil, Januari 1948; Wakil Panglima Besar Angkatan Perang/Kepala Staf Operatif, Markas Besar Angkatan Perang, R.I., dilantik di Yogyakarta 12 Mei 1948; Panglima Markas Besar Komando Djawa (MBKD) Yogyakarta, 18 Oktober 1948; Panglima Tentara dan Teritorium Djawa (PTTD), Desember 1948, Kepala Staf A.D. (KSAD) Jakarta 1949 sampai 5 Desember 1952, dan dilantik kembali 7 November 1955 sampai 1962; Menteri Keamanan Pertahanan, Kabinet Kerja 10 Juli 1959 sampai 18 Februari 1960; Menteri Keamanan Nasional, Kabinet Kerja II, 18 Februari 1960 sampai 6 Maret 1962, merangkap Wakil Panglima Besar, 1961-62; Wakil Menteri Pertama/Koordinator bidang Pertahanan-Keamanan, Kabinet Kerja III 6 Maret 1962 sampai 13 November 1963; Menteri Koordinator Kompartemen Pertahanan Keamanan, Kabinet IV 13 November 1963 sampai 27 Agustus 1964; Menteri Koordinator Kompartemen Pertahanan Keamanan, Kabinet Dwikora 27 Agustus 1964 sampai 24 Februari 1966; Wakil Panglima Besar Komando Operasi Tertinggi (Koti)/Kepala Staf Angkatan Bersenjata R.I., 1966; Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS) terpilih 21 Juni 1966, sampai 1972.

Baca "Profil Tokoh" Lainnya

Tahun 2017 Adalah Bersih-Bersih Ditubuh TNI dari Masalah Korupsi, Karena Korupsi Dapat Menghambat Kemajuan dan Pembangunan TNI

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo

Siaran Pers

Pengumuman

Jum`at, 2 Januari 2015
Call Center

Polling

Informasi apa yang paling Anda butuhkan dari website ini ?

 
TV Streaming
patriot
patriot
pendidikan
Majalah TNI
download
download
download
LPSE
LAKIP

Video TNI