72c48fd458ce9e91857e30ed00aff432.jpg

Korem 071/Wk Gelar Upacara Peringatan Hari Ibu Ke-88 Tahun 2016

Jum`at, 23 Desember 2016 11:37:40 - Oleh : admin - Dibaca : 16 kali

Korem 071/Wk Gelar Upacara Peringatan Hari Ibu Ke-88 Tahun 2016

Peran perempuan Indonesia menjadi bagian tidak terpisahkan dalam perjuangan bangsa meraih kemerdekaan. Keterlibannya dibuktikan melalui Konggres Perempuan Pertama pada 22 Desember 1928 di Yogyakarta yang telah mengukuhkan semangat dan tekad bersama untuk mendorong kemerdekaan Indonesia, papar Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia Yohana Yembise dalam amanatnya yang disampaikan Kasilogrem 071/Wk Letkol Cba Ridarwanto, A.P., pada Upacara Peringatan Hari Ibu Ke-88 Tahun 2016, di lapangan Upacara Makorem 071/Wk Jl. Gatot Subroto No-1 Sokaraja Banyumas.

Lebih lanjut dikatakan bahwa hakikat peringatan Hari Ibu setiap tahunnya untuk mengingatkan seluruh rakyat Indonesia terutama generasi muda akan arti dan makna Hari Ibu sebagai momentum kebangkitan bangsa, penggalangan rasa persatuan dan kesatuan serta gerak perjuangan kaum perempuan yang tidak terpisahkan dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

Dalam amanatnya yang lain, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia menyampaikan bahwa PHI diharapkan mendorong semua pemangku kepentingan untuk memberikan perhatian, pengakuan pentingnya eksistensi perempuan dalam berbagai sektor pembangunan. Selain itu juga dapat membawa pengaruh positif bagi peningkatan kualitas hidup pemenuhan hak dan kemajuan perempuan. Disisi lain juga memberikan keyakinan yang besar bahwa perempuan apabila diberi peluang dan kesempatan mampu meningkatkan segala potensi dan kemampuan yang dimilikinya.

"Perempuan Indonesia masa kini adalah perempuan yang sadar dan memahami memiliki hak dan kewajiban sama dengan laki-laki. Prinsip kesetaraan yang mendasari pentingnya pembagian tugas, peran dan tanggungjawab seimbang mulai dari lingkup keluarga, masyarakat dan bahkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Keduanya adalah Partnership sekaligus sumber daya insani yang menentukan keberhasilan pembangunan nasional", ungkapnya.

 

"TNI dan Polri Tidak Boleh Ada Jarak, Karena Inti Kekuatan Bangsa Indonesia Adalah TNI dan Polri. Apabila Salah Satu Dilemahkan, Maka Indonesia Akan Terganggu Stabilitas Nasionalnya".
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo
Pengumuman
Siaran Pers
Amanat
Berita Media
Selasa, 17 Oktober 2017
Panglima TNI Bangga Putra Indonesia Juara Hafiz Quran di Arab Saudi
Jum`at, 6 Oktober 2017
Jenderal Gatot: Jangan Ragukan Kesetiaan TNI pada Presiden
Jum`at, 6 Oktober 2017
Gatot Tegaskan TNI Tunduk pada Presiden
Rabu, 4 Oktober 2017
Ini Makna Tema HUT Ke-72 TNI Bagi Jenderal Gatot Nurmantyo
Rabu, 4 Oktober 2017
Kapuspen: unjuk kekuatan HUT TNI bentuk pertanggungjawaban