Panglima TNI Hentikan Sementara Kerja Sama Militer dengan Australia
Kamis, 5 Januari 2017 23:00:17 - Oleh : admin - Dibaca : 343
Home » Nasional » Panglima TNI Hentikan Sementara Kerja Sama Militer dengan Australia
Panglima TNI Hentikan Sementara Kerja Sama Militer dengan Australia

(Puspen TNI).  Tentara Nasional Indonesia (TNI) menghentikan sementara kerja sama militer dan pertahanan dengan Australian Defence Force (ADF).  Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo membenarkan adanya penghentian sementara kerja sama militer antara TNI dengan ADF.  

"Penghentian kerja sama militer antara kedua negara tersebut,  terkait adanya pelecehan terhadap idiologi Pancasila dan kurikulum pendidikan militer," kata Panglima TNI dihadapan awak media, usai memberikan ceramah pada acara Rapat Kerja Nasional Pembangunan Pertanian, di Hotel Bidakara Jakarta, Kamis (5/1/2017).  

"Terlalu menyakitkan dan tidak perlu saya jelaskan di sini,  tentang tentara yang dulu, tentang Timor Leste dan tentang Papua yang terus merdeka serta Pancasila yang diplesetkan menjadi Pancagila dengan lima silanya yang tidak benar," ungkap Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.  

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa, penghentian kerja sama militer ini menunggu sampai adanya hasil investigasi dan penyelesaian serta klarifikasi dari pihak militer Australia kepada TNI. "Saya sampaikan bahwa, untuk sementara kerja sama dibidang pendidikan militer dihentikan dulu dan akan kita evaluasi," ujarnya.  

"Saya tidak akan ke Australia, tapi menunggu dari hasil investigasi dan saya berterimakasih atas niat baik Chief of Defence Force Air Chief Marshal Mark Binskin yang telah menyampaikan permohonan maaf dan kemudian mengganti kurikulum Australian Defence Force serta mengadakan investigasi," kata Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.  

Lebih lanjut Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menjelaskan bahwa, terkait penghentian sementara kerja sama militer kedua Negara (TNI dan ADF), beberapa waktu lalu Chief of Defence Force Air Chief Marshal Mark Binskin telah mengirim surat kepada saya selaku Panglima TNI terkait empat hal, yang berisikan permohonan maaf, perbaikan kurikulum, akan melaksanakan investigasi dan akan mengirimkan Chief of Army Australia untuk datang meminta maaf dan klarifikasi kepada Kepala Staf Angkatan Darat dan kepada Panglima TNI.  

"Saya dengan Marsekal Mark Binskin adalah sahabat, dia adalah teman baik saya, dan beliau sudah mengirim surat kepada saya terkait permohonan maaf tersebut," ucap Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.  

Dihadapan awak media, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo juga menyatakan bahwa bagi militer, idiologi negara adalah hal yang sangat prinsip bahkan prajurit rela mengorbankan jiwa dan raganya demi mempertahankan idiologi negaranya. "Dalam pendidikan doktrin militer, bahwa setiap tentara harus sangat mencintai idiologi bangsanya dan setiap prajurit rela mengorbankan jiwa dan raganya untuk menghadapi apapun juga terkait ideologinya," ungkapnya.  

Menurut Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, dalam setiap pasukan khusus, doktrin terhadap idiologi harus diberikan secara luar biasa agar benar-benar mencintai negaranya dan  kepada musuhnya pun harus di doktrin bahwa dia adalah musuh. "Pada saat melaksanakan tugas operasi, pasukan khusus itu operasinya one way ticket, dia rela untuk itu," pungkasnya. 

Baca "Nasional" Lainnya

All Comments (0)

Sign In or Sign Up now to post a comment!

"TNI dan Polri Tidak Boleh Ada Jarak, Karena Inti Kekuatan Bangsa Indonesia Adalah TNI dan Polri. Apabila Salah Satu Dilemahkan, Maka Indonesia Akan Terganggu Stabilitas Nasionalnya".

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo

Siaran Pers

Pengumuman

Jum`at, 2 Januari 2015
Call Center

Polling

Informasi apa yang paling Anda butuhkan dari website ini ?

 
TV Streaming
patriot
patriot
pendidikan
Majalah TNI
download
download
download
LPSE
LAKIP

Video TNI