72c48fd458ce9e91857e30ed00aff432.jpg

90 Personel Militer terima Pembekalan MPAT Tempest Express-30

Jum`at, 21 April 2017 16:55:17 - Oleh : admin - Dibaca : 38 kali

90 Personel Militer terima Pembekalan MPAT Tempest Express-30

(Puspen TNI).  Sebanyak 90 personel militer dari 30 negara kawasan Asia-Pasifik yang terlibat sebagai peserta pelatihan penanggulanganan bencana Multinational Planning Augmentation Team (MPAT) Tempest Express-30 menerima pembekalan, bertempat di Hotel JW Marriot, Jakarta, Jumat (21/4/2017).

 Materi pembekalan yang diterima oleh 90 personel militer peserta MPAT Tempest Express-30, yaitu  Humanitarian Logistic Operations yang disampaikan oleh Mr. Marshall Nathanson, Ian Figgins sebagai Logistic Officer World Food Programme dan International Disaster Response Operations dan Humanitarian Civil-Military Coordination yang disampaikan oleh Ms. Viviana De Annuntiis sebagai Civil Military Coordination Officer dan Mr. Mindaraga sebagai Coordination Of Humanitarian Affairs.

 MPAT Tempest Express-30 atau Latihan Penanggulangan Bencana Multinasional yang berlangsung mulai tanggal tanggal 20 s.d 28 April 2017 di Jakarta, terselenggara atas kerja sama TNI dengan US Pasific Command (USPACOM).

 Latihan ini diikuti oleh 30 negara yaitu  Australia, Cambodia, France, India, Japan, Maldives, New Zealand, Philippines, Sri Lanka, Tuvalu, Vanuatu, Bangladesh, Canada, Fiji,  Indonesia, Korea, Mongolia, Brunei, East Timor, Germany, Italy, Malaysia, Nepal, Papua New Guinea, Singapore, Thailand, United Kingdom, Vietnam, Solomon Island, Tonga, dan United States.

 Dalam Latma Tempest Express-30, terdapat pula instansi pemerintah yang terlibat yaitu Kemensos, Kemenkes, Pemprov Yogyakarta, Pemkab Sleman, Pemkab Bantul, BNPB, BPBD Yogyakarta, BATAN Yogyakarta, Kantor SAR Yogyakarta (Basarnas/SAR), Polda Yogyakarta (District Police).

 Latma Tempest Express-30 menggabungkan kerja sama berbagai organisasi yang berbeda antara militer, komunitas kemanusiaan, instansi pemerintah dan instansi sipil lainnya, yang bersama-sama untuk merencanakan terhadap skenario tindakan penanganan bencana yang dapat terjadi kapan saja di Asia Tenggara.           

"TNI dan Polri Tidak Boleh Ada Jarak, Karena Inti Kekuatan Bangsa Indonesia Adalah TNI dan Polri. Apabila Salah Satu Dilemahkan, Maka Indonesia Akan Terganggu Stabilitas Nasionalnya".
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo
Pengumuman
Siaran Pers
Amanat
Berita Media
Rabu, 15 November 2017
Panglima TNI : Hoax, Prajurit dan Wartawan
Rabu, 15 November 2017
Gatot Nurmantyo: Jangan Menelan Berita Mentah-Mentah
Rabu, 15 November 2017
TNI Harus Kuasai Media Digital
Sabtu, 11 November 2017
Panglima TNI: Pahlawan Berjuang Tidak Pernah Menanyakan Apa Agamamu
Sabtu, 11 November 2017
Jenderal Gatot: Pahlawan Berjuang Tak Tanya Sukumu Apa