72c48fd458ce9e91857e30ed00aff432.jpg

Perwira TNI AL Dipercaya Sebagai Observer Latihan Argonaut

Jum`at, 2 Juni 2017 14:52:00 - Oleh : admin - Dibaca : 94 kali

Perwira TNI AL Dipercaya Sebagai Observer Latihan Argonaut

Komandan KRI Bung Tomo-357 Kolonel Laut (P) Heri Triwibowo bersama Atase Pertahanan RI untuk Italia/Cyprus Kolonel Laut (P) Bambang Darmawan dan 2 (dua) orang Perwira KRI TOM mewakili Indonesia sebagai observer pada latihan berskala internasional bersama beberapa negara lainnya antara lain Mesir, Rusia, Italia, Australia, India, Kanada, Hungaria, Yordania, Swiss, Yunani, Lebanon dan  India. Rabu, (31/65/2017).

Latihan yang bernama ARGONAUT EXERCISE 2017 ini dibuka secara resmi oleh Kepala Staf National Guard General Staff Operation Directorate Mayor Jenderal Agorakis Dimitrios pada tanggal 31 Mei 2017 dan latihan ini akan berlangsung sampai tanggal 2 Juni 2017. Sebagai latihan yang bertaraf Internasional, latihan ini diikuti oleh 18 negara dan Uni Erofa yaitu Amerika Serikat, Kanada, Australia,  Jerman, Inggris, Perancis, Finlandia, Italia, Belanda, Norwegia, Spanyol, Swedia, Swiss, Austria, Belgia, Cyprus dan Denmark.

Latihan Argonaut 2017 adalah sebuah latihan multinasional untuk melatih kerjasama antara sipil dan militer dalam rangka menanggulangi masalah kemanusiaan seperti, evakuasi korban bencana alam, kecelakaan di laut, pembajakan kapal atau pesawat penumpang serta evakuasi korban konflik negara yang sedang bertikai/berperang. Selain itu, latihan ini bertujuan untuk meningkatkan kolaborasi dan kerjasama antara otoritas pemerintah Republik Cyprus, negara Uni Eropa dan negara-negara ketiga dalam menyediakan bantuan kemanusiaan selama proses evakuasi dan Search and Rescue.

Latihan Argonaut 2017 dibagi 4 (empat) tahap, yaitu tahap pertama dan tahap kedua adalah perencanaan tingkat nasional dengan sandi "ESTIA" meliputi pendataan warga sipil yang terdampak, tahap ketiga adalah pengujian pelaksanaan search and rescue pada kejadian pesawat jatuh di laut dan tahap keempat adalah pengujian pelaksanaan rencana nasional dengan sandi "ASPIDA" dalam menangani kasus pembajakan di pesawat.

"Tunaikan Sumpah dan tugas kewajiban sebagai prajurit Negara Republik Indonesia, yang sanggup menjamin keamanan dan keselamatan nusa dan bangsanya"    
Panglima Besar Jenderal Sudirman
Pengumuman
Siaran Pers
Amanat
Berita Media
Senin, 27 November 2017
Susi hingga Panglima TNI Jadi Pejabat dengan Kinerja Terbaik
Rabu, 15 November 2017
Panglima TNI : Hoax, Prajurit dan Wartawan
Rabu, 15 November 2017
Gatot Nurmantyo: Jangan Menelan Berita Mentah-Mentah
Rabu, 15 November 2017
TNI Harus Kuasai Media Digital
Sabtu, 11 November 2017
Panglima TNI: Pahlawan Berjuang Tidak Pernah Menanyakan Apa Agamamu