72c48fd458ce9e91857e30ed00aff432.jpg

WFQR IV Tindak Lanjuti Laporan ILO Singapura Tentang Adanya Perompakan Kapal

Senin, 2 Oktober 2017 14:50:54 - Oleh : admin - Dibaca : 89 kali

WFQR IV Tindak Lanjuti Laporan ILO Singapura Tentang Adanya Perompakan Kapal

Western Fleet Quick Response (WFQR) IV segera menindaklanjuti laporan dari ILO (International Liaison Officer) Singapura tantang adanya dugaan perompakan yang terjadi terhadap sebuah kapal yang dinaiki 15 orang tak dikenal (OTK) menggunakan 6 buah perahu sampan di Perairan Indonesia pada malam tanggal 30 September 2017.

 

Belakangan diketahui kapal jenis Tongkang (TK) LKH 7887 yang ditunda Tag Boat (TB) Kim Hock Tug 9 tidak dirompak, tetapi sebelumnya telah terjadi kerja sama antara TB Kim Hug Tug 9 yang menarik TK LKH 7887 dengan ke-15 OTK. Barang-barang yang diambil dari TK 7887 seperti besi skrap, kabel dan 19 galon solar sekitar 500 liter telah dibayar seharga 15 juta rupiah oleh 15 OTK.

 

Menyikapi kejadian ini, Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Danlantamal) IV Laksamana Pertama TNI R. Eko Suyatno, S.E., M.M., mengatakan WFQR IV akan selalu menindak lanjuti dengan sesegera mungkin atas setiap laporan yang diterima dari mana pun. Koordinasi tentunya diperlukan untuk menyelesaikan setiap permasalahan yang terjadi di wilayah kerja Lantamal IV. Hal ini dilakukan demi memberikan rasa aman bagi pengguna laut yang melakukan berbagai aktifitas.

Jangan biarkan Ibu Pertiwi menangis namun buatlah Ibu Pertiwi tersenyum, agar kita semua bahagia dan bisa bersatu untuk meraih mimpi menjadikan bangsa Indonesia yang besar
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo
Pengumuman
Siaran Pers
Amanat
Berita Media
Kamis, 19 Oktober 2017
Kedubes AS Ungkap Peristiwa 1965, Panglima TNI: Itu Biasa Saja
Kamis, 19 Oktober 2017
Panglima TNI & Menhan Pelajari Dokumen Rahasia AS soal Tragedi 1965
Kamis, 19 Oktober 2017
Jalan Berdampingan, Panglima TNI dan Menhan Rapat di DPR
Selasa, 17 Oktober 2017
Panglima TNI Bangga Putra Indonesia Juara Hafiz Quran di Arab Saudi
Jum`at, 6 Oktober 2017
Jenderal Gatot: Jangan Ragukan Kesetiaan TNI pada Presiden