72c48fd458ce9e91857e30ed00aff432.jpg

Kerja Bersama, Percepatan Kemudahan Berusaha di Indonesia Makin Diakui di Dunia

Rabu, 1 November 2017 14:51:54 - Oleh : admin - Dibaca : 163 kali

Jakarta, 01/11/2017 - Ikhtiar pemerintah memperbaiki kondisi ekonomi secara keseluruhan kembali membuahkan hasil. Capaian kinerja pemerintahanPresiden Joko Widodo-Jusuf Kalla berhasil dicatat dunia internasional berkat kerja bersama antarpemangku kepentingan, baik pemerintah, swasta maupun masyarakat.

Capaian terbaru berupa Ease of Doing Business (EODB). Dalam laporan terbaru yang dikeluarkan oleh Bank Dunia tentang Kemudahan Berusaha, peringkat kemudahan berusaha di Indonesia (EODB 2018) naik 19 peringkat ke posisi 72 dari 190 negara yang disurvei.

 

Capaian ini melanjutkan tren percepatan peningkatan peringkat dalam dua tahun terakhir. Seperti diketahui, pada EODB 2017 posisi Indonesia naik 15 peringkat, dari 106 ke peringkat 91.Pada tahun tersebut Indonesia masuk dalam 10 negara Top Reformers. Dengan demikian, dalam 2 tahun terakhir posisi Indonesia telah naik 34 peringkat. Sebelum EODB 2017 posisi Indonesia berkisar antara peringkat 116 - 129.

 

"Dalam 3 tahun terakhir, Indonesia telah menjadi tempat yang lebih mudah untuk berusaha. Prestasi ini tak terlepas dari kerja keras semua pihak," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution.

 

Sebagai perbandingan, perkembangan peringkat negara-negara lain di ASEAN dalam 2 tahun terakhir antara lain: Vietnam naik 23 peringkat dan Thailand naik 20 peringkat. Adapun Malaysia turun 2 peringkat dan Filipina turun 14 peringkat.

 

IndikatorEODB 2018 yang mengalami perbaikan tajam adalah: (1) Penyelesaian Kepailitan (Resolving Insolvency)dari posisi 74 di EODB 2016 menjadi posisi 38 di EODB 2018 (36 peringkat); (2) Penegakan Kontrak (Enforcing Contracts)dari posisi 171 di EODB 2016 menjadi posisi 145 di EODB 2018 (26 peringkat); (3) Penyambungan Listrik (Getting Electricity)dari posisi 61 di EODB 2016 menjadi posisi 38 di EODB 2018 (23 peringkat).

 

Selanjutnya, untuk mengejar target peringkat 40 pada EODB 2020, pemerintah akan fokus untuk:

a.      Memperbaiki peringkat EODB 2018 (peringkat 144) Memulai Usaha (Starting a business)dengan cara mengurangi prosedur perizinan dan penerapan layanan sistem online.

b.      Memperbaiki peringkat EODB 2018 (peringkat 114) Sistem Pembayaran Pajak (Paying taxes)dengan cara melanjutkan program E-Filing dan memperbaiki database perpajakan.

c.      Memperbaiki peringkat EODB 2018 (peringkat 112) Perdagangan Lintas Batas (Trading across borders)dengan cara menurunkan jumlah lartas, menerapkan integrated risk management, danpenggunaan sistem online.

d.      Memperbaiki peringkat EODB 2018 (peringkat 108) Izin Mendirikan Bangunan (Dealing with construction permits) dengan carasimplifikasi prosedur dan memperkuat inspeksi bangunan.

***

 

Hermin Esti Setyowati

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian

email: humas.ekon@gmail.com        

twitter: @perekonomianRI                 

website: www.ekon.go.id

 

bekerjasama dengan Tim Komunikasi Pemerintah Kemkominfo

 

1.      Kabar baik utk Ekonomi kita kembali datang, kali ini dari Bank Dunia. Peringkat EoDB kita melesat 19 tingkat, jd peringkat 72.

 

2.      (Infografis 1)EODB 2017 yg lalu, Indonesia jg naik 15 peringkat, dari 106 ke peringkat 91. Kita jgjd 10 negara Top Reformers.Sblm2nya posisi masih berkisar 116-129.

3.      Kata Menko Perekonomian, "Dlm 3 tahun, Indonesia telah mjd tempat yg lebih mudah untuk berusaha. Ini tak terlepas dari kerja keras semua pihak".

 

4.      (Infografis 2)Sbg perbandingan, peringkat negara2 ASEAN dlm 2 tahun: Vietnam naik 23 peringkat; Thailand naik 20 peringkat; Malaysia turun 2 peringkat; Filipina turun 14 peringkat.

5.      (Infografis 3) Ada 3 Indikator EODB kita dgn perbaikan tertajam: 1. Penyelesaian Kepailitan; 2. Penegakan Kontrak; 3. Penyambungan Listrik.

6.      (Infografis 4)Capaian ini tentu dlm rangka mendukung target besar Presiden @Jokowi utk mencapai peringkat 40 pada EODB 2020.

 

 

 

 

 

 

 

 

  "Menguatkan Kebhinnekaan Untuk Indonesia Yang Maju dan Berkeadaban"
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo
Pengumuman
Siaran Pers
Amanat
Berita Media
Senin, 27 November 2017
Susi hingga Panglima TNI Jadi Pejabat dengan Kinerja Terbaik
Rabu, 15 November 2017
Panglima TNI : Hoax, Prajurit dan Wartawan
Rabu, 15 November 2017
Gatot Nurmantyo: Jangan Menelan Berita Mentah-Mentah
Rabu, 15 November 2017
TNI Harus Kuasai Media Digital
Sabtu, 11 November 2017
Panglima TNI: Pahlawan Berjuang Tidak Pernah Menanyakan Apa Agamamu