72c48fd458ce9e91857e30ed00aff432.jpg

Panglima TNI : Masyarakat Harus Dewasa Menyikapi Informasi Media Sosial

Selasa, 14 November 2017 16:23:20 - Oleh : admin - Dibaca : 221 kali

Panglima TNI : Masyarakat Harus Dewasa Menyikapi Informasi Media Sosial

(Puspen TNI). Pengaruh media sosial sangat luas dalam kehidupan baik individu, keluarga, kelompok bahkan mampu mengubah tata kehidupan berbangsa dan bernegara. Untuk itu diharapkan masyarakat Indonesia harus lebih dewasa dalam menyikapi informasi di media sosial dan berita yang berkembang.

Hal tersebut dikatakan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat menjadi Keynote Speaker  pada acara Kumparan Onboarding dengan tema "Ketahanan NKRI di Era Digital", yang diikuti oleh 250 wartawan Kumparan terpilih, bertempat di Auditorium Kuningan City, Jakarta Selatan, Selasa (14/11/2017).

Menurut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, negara Indonesia memiliki bonus demografi dengan jumlah penduduk yang banyak dan usia produktif yang tinggi. Bonus ini harus dapat dimanfaatkan dan dikelola secara tepat dihadapkan dengan kemajuan teknologi saat ini. "Banyak jenis pekerjaan yang menggunakan kecanggihan teknologi sehingga minim akan tenaga kerja. Seperti halnya bidang media yang cenderung menggunakan gadget melalui media online. Sehingga kondisi ini dapat mempengaruhi tatanan kehidupan yang ada saat ini," ujarnya.

Panglima TNI menyampaikan agar peran media dan awak media turut serta bersama memonitor dan mengecek kebenaran berita yang beredar. Langkah utama yang perlu dilakukan oleh setiap orang yaitu bila menerima informasi berita agar mengecek kebenaran informasi tersebut. "Jangan mudah percaya sebelum yakin itu benar," tuturnya.

Menanggapi pertanyaan wartawan Kumparan tentang peran akun medsos TNI di era sekarang kini, Panglima TNI mengatakan bahwa era kekinian berada pada era digital, TNI perlu turut menyelami kondisi saat ini. Selain itu juga media online dan media sosial sebagai wahana bagi TNI untuk melaporkan tugas pengabdian TNI kepada masyarakat. "Dengan demikian masyarakat langsung mengetahui apa yang sudah dilakukan dan dapat memberikan masukkan kepada TNI," ucapnya.

Lebih lanjut menanggapi pertanyaan wartawan tentang pentingnya kurikulum terkait media dan jurnalistik dalam pendidikan militer, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan bahwa setiap prajurit dibekali kemampuan seperti wartawan yaitu deteksi dini, temu cepat dan lapor cepat. Berita yang didapat segera dilaporkan kepada atasannya atau satuan terkait dengan meyakini terlebih dahulu kebenarannya. "Hal ini sudah ditanamkan sejak awal dalam berbagai jenjang pendidikan militer," katanya.

Kumparan Onboarding tersebut, bertujuan untuk membekali para wartawan muda yang terpilih sebagai wartawan Kumparan agar memiliki jiwa nasionalisme, profesional dan tangguh dalam mencari dan menyampaikan berita secara cepat, tepat dan akurat. 

"Tunaikan Sumpah dan tugas kewajiban sebagai prajurit Negara Republik Indonesia, yang sanggup menjamin keamanan dan keselamatan nusa dan bangsanya"    
Panglima Besar Jenderal Sudirman
Pengumuman
Siaran Pers
Amanat
Berita Media
Senin, 8 Januari 2018
Berangkat Takziah, 8 Marinir Justru Bantu Tangkap Bandar Narkoba
Senin, 8 Januari 2018
Buah Manis Perjuangan Serka Dawis Jadi Nama Jembatan Gantung
Senin, 27 November 2017
Susi hingga Panglima TNI Jadi Pejabat dengan Kinerja Terbaik
Rabu, 15 November 2017
Panglima TNI : Hoax, Prajurit dan Wartawan
Rabu, 15 November 2017
Gatot Nurmantyo: Jangan Menelan Berita Mentah-Mentah