72c48fd458ce9e91857e30ed00aff432.jpg

415 Pamen TNI AL Ikuti Sidang Komisi Pantukhir Dikreg Seskoal

Kamis, 30 November 2017 15:53:01 - Oleh : admin - Dibaca : 296 kali

415 Pamen TNI AL Ikuti Sidang Komisi Pantukhir Dikreg Seskoal

Sebanyak 415 Perwira Menengah (Pamen) TNI AL Calon Siswa (Casis) Pendidikan Reguler (Dikreg) Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal) Angkatan ke-56 TP 2018 mengikuti Sidang Komisi Pantukhir yang bertempat di Auditorium Jos Sudarso, Seskoal, Bumi Cipulir, Jakarta Selatan, Kamis (30/11). Dari jumlah tersebut delapan diantaranya adalah Perwira Menengah Seskoal antara lain May Laut  (P) Didik Hermawan, May Laut (P) Lugi Santoso, May Laut (P) Handoyo, May Laut (T) Agung Waskita, May Laut (S) Ayatullah Tranuario Angali N,  S.E., May Laut (S) Iyan Edward, May PM Damianus, May Marinir Ahmad H. Hasibuan.

Sidang Komisi Pantukhir merupakan proses terakhir dari seluruh rangkaian kegiatan seleksi, dengan tujuan untuk menentukan lulus dan tidaknya calon siswa Pamen TNI AL yang akan diterima menjadi siswa pada Dikreg Seskoal Angkatan ke-56 TP 2018.

Rangkaian kegiatan seleksi telah dilaksanakan sejak tanggal 13 November  2017 lalu dan diikuti sebanyak 415 Casis yang berasal dari berbagai kotama di jajaran TNI AL seluruh Indonesia. Rencananya dari 415 Casis ini, akan diambil 115 Casis yang terbaik.

Sebagai pemimpin sidang pada kesempatan ini adalah Asisten Personel (Aspers) Kasal Laksamana Muda  TNI Karma Suta, S.E., M.M., dihadiri Komandan Seskoal Laksma TNI Sulistiyanto, S.E., M.M.,M.Sc., para Panglima Kotama TNI AL serta pejabat teras Mabes TNI AL yang terkait.

Dikreg Seskoal yang akan dilaksanakan selama sebelas bulan di Cipulir ini, merupakan pendidikan pengembangan tertinggi bagi perwira menengah TNI AL. Dengan tujuan menyiapkan para Perwira TNI AL yang terpilih, yang disiapkan menjadi kader pemimpin TNI AL yang akan datang, agar memiliki kemampuan manajemen strategi pertahanan negara di laut serta pengkajian bidang strategi dan operasi di lingkungan TNI AL yang mumpuni.

"TNI dan Polri Tidak Boleh Ada Jarak, Karena Inti Kekuatan Bangsa Indonesia Adalah TNI dan Polri. Apabila Salah Satu Dilemahkan, Maka Indonesia Akan Terganggu Stabilitas Nasionalnya".
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo
Pengumuman
Siaran Pers
Amanat
Berita Media
Senin, 27 November 2017
Susi hingga Panglima TNI Jadi Pejabat dengan Kinerja Terbaik
Rabu, 15 November 2017
Panglima TNI : Hoax, Prajurit dan Wartawan
Rabu, 15 November 2017
Gatot Nurmantyo: Jangan Menelan Berita Mentah-Mentah
Rabu, 15 November 2017
TNI Harus Kuasai Media Digital
Sabtu, 11 November 2017
Panglima TNI: Pahlawan Berjuang Tidak Pernah Menanyakan Apa Agamamu