72c48fd458ce9e91857e30ed00aff432.jpg

Wagub AAL Periksa Kelengkapan Dan Lepas Dikko Taruna Marinir

Senin, 4 Desember 2017 12:34:27 - Oleh : admin - Dibaca : 89 kali

Wagub AAL Periksa Kelengkapan Dan Lepas Dikko Taruna Marinir

Menjelang keberangkatan menuju daerah latihan untuk menempuh pendidikan komando (Dikko), sebanyak 24 Taruna AAL Tingkat III Korps Marinir Angkatan ke-64 menggelar kelengkapan Dikko di depan gedung R. Soebijakto, Mako Akademi Angkatan Laut, Bumimoro, Surabaya, Kamis (30/11). Gelar kelengkapan Dikko diperiksa Wakil Gubernur Akademi Angkatan Laut (Wagub AAL) Brigadir Jenderal TNI (Mar) Suhono beserta pejabat utama AAL.

Gelar kelengkapan ini bertujuan untuk mengecek dan memeriksa perlengkapan perorangan maupun inventaris para Taruna sebelum menuju daerah latihan sehingga jika masih ada kekurangan dapat segera dilengkapi. Selain itu yang tidak kalah penting juga untuk memastikan kesehatan para Taruna Korps Marinir peserta Dikko.

Usai pelaksanaan gelar kelengkapan, Wagub AAL Brigjen TNI (Mar) Suhono melepas keberangkatan Taruna Korps Marinir dalam suatu upacara di lapangan Banda, Mako Akademi Angkatan Laut dengan dihadiri para pejabat utama AAL, Komandan Resimen AAL, para Kadep AAL serta para pelatih Taruna Marinir. Upacara pelepasan Dikko ditandai dengan pemasangan toggle rope kepada perwakilan peserta Dikko oleh Wagub AAL.

Pada upacara pelepasan Lattek Dikko ini Wagub AAL membacakan amanat tertulis Gubernur AAL Laksamana Muda TNI Wuspo Lukito, S.E., M.M. Dalam amanatnya Gubernur AAL menyampaikan bahwa pendidikan komando merupakan salah satu program latihan bagi para Taruna Tingkat III Korps Marinir Angkatan ke-64 yang telah ditetapkan pada Program Pelaksanaan Pendidikan (Prolakdik) AAL yang bertujuan untuk memberikan bekal kemampuan dan keterampilan dasar komando kepada Taruna Korps Marinir secara perorangan maupun kelompok dalam situasi pertempuran aspek darat, laut dan kondisi khusus.

 Menurut Gubernur AAL, setelah melaksanakan Lattek Dikko ini para Taruna Korps Marinir memiliki keterampilan untuk mengatasi berbagai rintangan alam maupun buatan yang dihadapi dalam pertempuran, memiliki kemampuan teknik dan taktik bertempur satuan kecil di daerah rawa maupun daerah berhutan/gunung, melaksanakan tugas-tugas khusus secara perorangan maupun kelompok dibawah kondisi yang tidak menguntungkan serta memiliki kemampuan dalam menerapkan taktik gerilya maupun lawan gerilya.

"TNI dan Polri Tidak Boleh Ada Jarak, Karena Inti Kekuatan Bangsa Indonesia Adalah TNI dan Polri. Apabila Salah Satu Dilemahkan, Maka Indonesia Akan Terganggu Stabilitas Nasionalnya".
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo
Pengumuman
Siaran Pers
Amanat
Berita Media
Senin, 27 November 2017
Susi hingga Panglima TNI Jadi Pejabat dengan Kinerja Terbaik
Rabu, 15 November 2017
Panglima TNI : Hoax, Prajurit dan Wartawan
Rabu, 15 November 2017
Gatot Nurmantyo: Jangan Menelan Berita Mentah-Mentah
Rabu, 15 November 2017
TNI Harus Kuasai Media Digital
Sabtu, 11 November 2017
Panglima TNI: Pahlawan Berjuang Tidak Pernah Menanyakan Apa Agamamu