72c48fd458ce9e91857e30ed00aff432.jpg

Danrindam IM Tutup Latihan Yudha Wastu Pramuka dan Tradisi Pembaretan Tamtama Infantri TA 2017

Senin, 4 Desember 2017 15:14:16 - Oleh : admin - Dibaca : 121 kali

Danrindam IM Tutup Latihan Yudha Wastu Pramuka dan Tradisi Pembaretan Tamtama  Infantri  TA 2017

Komandan Resimen Induk Kodam (Rindam) Iskandar Muda Kolonel Inf Niko Fahrizal menutup Latihan Yudha Wastu Parmukha serta memimpin langsung tradisi pembaretan kepada 120 Siswa Tamtama  Infanteri TA. 2017 Abit Dikmata TNI -  AD TA. 2017 di Pantai Ujung Batee-Aceh Besar. Kamis (30/11/17).

Dalam upacara penutupan tersebut, Danrindam IM membacakan amanat Komandan Pusat Kesenjataan Infanteri Mayjen TNI Surawahadi, S.I.P,M.Si. mengatakan bahwa latihan  "Yuddha Wastu Pramukha dan tradisi Pembaretan" merupakan bagian yang sangat penting dan tak terpisahkan dari perjalanan hidup prajurit Infanteri. Baret Infanteri adalah lambang kehormatan bagi prajurit Infanteri, yang merupakan Queen of the Battle berarti bahwa prajurit Infanteri memiliki kemampuan untuk bergerak disetiap bentuk medan pertempuran baik di hutan, gunung, rawa laut sungai dan pantai.  Dimana kemampuan tersebut tidak miliki oleh prajurit diluar kecabangan Infanteri.

Dan semboyan "Yuddha Wastu Pramukha" yang mengandung arti sebagai pelaksana pertempuran terdepan dan menjadi penentu kemenangan dalam pertempuran. Maka prajurit Infanteri TNI Angkatan Darat dituntut harus disiplin, jago perang, jago tembak, jago beladiri dan memiliki fisik yang prima yang dilandasi oleh nilai-nilai jati diri prajurit yaitu sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional dan tentara profesional memiliki mental yang kuat dan siap ditempatkan dimana saja.  

"kamu adalah prajurit yuddha wastu pramukha sejati, generasi muda penerus dan pengibar panji-panji kebanggaan serta kehormatan korps Infanteri, kamu adalah raja  di medan pertempuran". dan siap menyabung jiwa sebagai patriot bangsa penegak NKRI. Tegas Danpussenif.

Sebagaimana harapan pimpinan TNI AD diatas, bahwa prajurit infanteri harus selalu memedomani Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan Delapan wajib TNI dan jangan pernah ragu,  jangan pernah lupakan jati diri serta jadilah insan prajurit perekat persatuan dan kesatuan yang memperkokoh semangat kebhinekaan dan kemanunggalan TNI- Rakyat.

 

"TNI dan Polri Tidak Boleh Ada Jarak, Karena Inti Kekuatan Bangsa Indonesia Adalah TNI dan Polri. Apabila Salah Satu Dilemahkan, Maka Indonesia Akan Terganggu Stabilitas Nasionalnya".
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo
Pengumuman
Siaran Pers
Amanat
Berita Media
Senin, 27 November 2017
Susi hingga Panglima TNI Jadi Pejabat dengan Kinerja Terbaik
Rabu, 15 November 2017
Panglima TNI : Hoax, Prajurit dan Wartawan
Rabu, 15 November 2017
Gatot Nurmantyo: Jangan Menelan Berita Mentah-Mentah
Rabu, 15 November 2017
TNI Harus Kuasai Media Digital
Sabtu, 11 November 2017
Panglima TNI: Pahlawan Berjuang Tidak Pernah Menanyakan Apa Agamamu