72c48fd458ce9e91857e30ed00aff432.jpg

Panglima TNI Terima Brevet Kehormatan Hiu Kencana

Kamis, 11 Januari 2018 07:41:31 - Oleh : admin - Dibaca : 360 kali

  Panglima TNI  Terima Brevet Kehormatan Hiu Kencana

(Puspen TNI).  Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., menerima Brevet Kehormatan Hiu Kencana yang disematkan langsung oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi, S.E., M.A. melalui upacara bawah air di dalam Lambung Kapal Selam KRI Nagapasha-403 Cambogo Class yang berlayar di bawah permukaan laut, di perairan Benoa, Selat Badung, Bali, Rabu (10/1/2018).

Penyematan Brevet Kehormatan Hiu Kencana juga di terima para Petinggi Negara yaitu, Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi,  Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi, Menteri Kelautan dan Perikanan RI Susi Pudjiastuti, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian dan Kasad Jenderal TNI Mulyono, sebagai Warga Kehormatan Kapal Selam TNI AL. Kegiatan tersebut merupakan wujud soliditas antara TNI-Polri dan lembaga negara lainnya.

Sebelum menerima Brevet Kehormatan Hiu Kencana,  para pejabat tinggi tersebut mendapat kesempatan untuk berlayar menggunakan Kapal Selam KRI Nagapasha-403 Cambogo Class dengan Komandan Kapal Selam Letkol Laut (P) Heri S. yang akan melaksanakan penyelaman  dikedalaman 30 meter di bawah permukaan laut perairan Benoa, Selat Badung, di wilayah Bali.

Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI dan para pejabat melaksanakan peran berlayar dan bertempur di Kapal Selam, serta menyaksikan langsung bagaimana sebuah kapal selam beroperasi, salah satu diantaranya mendeteksi posisi kawan dan lawan melalui periskop, serta mencoba mengoperasikan alat-alat yang ada di kapal selam seperti alat deteksi dan navigasi lainnya.

Penyematan Brevet Kehormatan Hiu Kencana merupakan salah satu bentuk penghormatan dan penghargaan dari TNI AL khususnya Satuan Kapal Selam kepada pejabat tinggi negara, TNI dan Polri, seluruh tokoh nasional, warga masyarakat yang telah memiliki jasa, perhatian, perjuangan, maupun pengorbanan khususnya kejayaan TNI Angkatan Laut, utamanya berpartisipasi demi kemajuan pengembangan kapal selam, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Brevet Hiu Kencana merupakan simbol pengakuan terhadap profesionalisme prajurit kapal selam, dalam taktik dan teknik peperangan bawah permukaan laut, yang dapat menumbuhkan kebanggaan dan jiwa korsa bagi para pemakainya. Demikian juga personel pengawak di kapal selam, memerlukan berbagai kriteria khusus yang harus dipenuhi, baik dari aspek fisik, kesehatan, kejiwaan dan kesamaptaan jasmani serta mampu bekerja sama sebagai team work yang solid. Tuntutan kriteria ini, menjadi pembeda antara prajurit kapal selam dengan prajurit yang berdinas di tempat lainnya. Atas dasar tersebut, pemimpin TNI Angkatan Laut memberikan penghargaan bagi personel pengawak kapal selam dengan atribut kebanggaan yaitu Brevet Hiu Kencana.

Usai melaksanakan kegiatan tersebut, dihadapan wartawan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyampaikan bahwa menaiki kapal selam lebih tajam sensasinya karena banyak prosedur yang harus dilakukan dengan ruangannya sempit begitu  masuk ke dalamnya, apa yang harus dilakukan di sana. "Para crew kapal selam lebih baik menyelam daripada di permukaan, karena kalau di dalam sama sekali tidak ada ombak, kita rasakan nyaman, tetapi kita hanya ikut menyelam beberapa menit saja merasakan dan prajurit kapal selam ini harus mendapat perhatihan khusus," ujarnya.

Saya adalah bapak dari tiga angkatan yaitu AD, AL dan AU, untuk itu saya harus bersikap adil terhadap tiga angkatan. Dalam kedinasan sehari-hari saya menggunakan baju loreng TNI sebagai perwujudan integrasi tiga angkatan.
Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. S.IP
Pengumuman
Siaran Pers
Amanat
Berita Media
Senin, 8 Januari 2018
Berangkat Takziah, 8 Marinir Justru Bantu Tangkap Bandar Narkoba
Senin, 8 Januari 2018
Buah Manis Perjuangan Serka Dawis Jadi Nama Jembatan Gantung
Senin, 27 November 2017
Susi hingga Panglima TNI Jadi Pejabat dengan Kinerja Terbaik
Rabu, 15 November 2017
Panglima TNI : Hoax, Prajurit dan Wartawan
Rabu, 15 November 2017
Gatot Nurmantyo: Jangan Menelan Berita Mentah-Mentah