72c48fd458ce9e91857e30ed00aff432.jpg

Panglima TNI : Prajurit TNI dan Polri Perekat Persatuan dan Kesatuan

Sabtu, 14 April 2018 19:24:58 - Oleh : admin - Dibaca : 200 kali

Panglima TNI :  Prajurit TNI dan Polri Perekat Persatuan dan Kesatuan

(Puspen TNI).    Sikap kritis masyarakat cenderung mudah menyulut terjadinya benturan atau konflik horizontal. Untuk itu, Prajurit TNI dan Polri jangan sampai menjadi bagian dari permasalahan tetapi harus menjadi solusi dan motivator perekat persatuan dan kesatuan bangsa.

Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., pada saat memberikan pengarahan  kepada  2.500 personel TNI dan Polri se-wilayah Makassar, bertempat di Hanggar Skadron Udara 11/Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (12/4/2018).

Menurut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Sulawesi Selatan merupakan salah satu daerah sebagai tolok ukur kondisi keamanan Indonesia khususnya di wilayah timur.  Hal tersebut menyebabkan beban tugas Prajurit TNI dan Polri di Makassar tidak ringan, karena memiliki keunikan dan tantangan tersendiri.  "Di pundak kalianlah eksistensi kedaulatan dan keutuhan NKRI dipertaruhkan, karena banyak celah dan potensi yang dapat mengganggu stabilitas dan keamanan nasional," katanya.

Panglima TNI mencontohkan pentingnya persatuan dan kesatuan yang ditunjukkan dalam bentuk kerja sama antara TNI dan Polri dalam rangka penanganan kasus dan berhasil dengan baik adalah  ketika penangkapan 1 ton 29 kg narkoba di Selat Philip yang dilaksanakan oleh KRI Siguro-864.  "Dengan kerja sama dan koordinasi yang baik antar instansi terkait, semua dapat berjalan dengan baik dan membuahkan hasil yang membanggakan," ungkapnya.

"Mari kita rapatkan barisan dan terus kuatkan soliditas untuk menjaga NKRI dari ancaman masuknya narkoba, masuknya paham-paham yang bertentangan dengan ideologi Pancasila karena tanpa adanya soliditas, sinergitas TNI dan Polri mustahil semuanya bisa berjalan dengan baik," ujar Panglima TNI.

Di sisi lain pengarahannya, Panglima TNI mengatakan bahwa dalam menghadapi pesta demokrasi Pilkada tahun 2018 dan tahapan Pemilu Legislatif dan Presiden tahun 2019, Prajurit TNI dan Polri harus tetap memegang teguh  netralitas dan menjaga soliditas yang sudah terjalin selama ini bisa dipertahankan.   "Saya yakin kalau soliditas terjaga dengan baik, NKRI pasti akan terjaga dan tidak akan ada yang berani mencoba-coba untuk mencabik-cabik NKRI," tegasnya.

Di hadapan ribuan Prajurit TNI dan Polri,  Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengingatkan bahwa kemungkinan ancaman menjelang pesta demokrasi harus tetap di waspadai oleh aparat keamanan dalam hal ini TNI dan Polri. "TNI dan Polri harus bekerja keras bahu-membahu demi menjamin kelancaran dan kesuksesan pesta demokrasi dari ancaman siber, biologis dan kesenjangan," tuturnya.

Mengakhiri pengarahannya,  Panglima TNI memberikan penekanan dan harapan untuk dijadikan pedoman dalam pelaksanaan tugas Prajurit TNI dan Polri.  Pertama,  jaga kepercayaan rakyat pada TNI dan Polri jangan sampai dinodai, dirusak atau dihancurkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Salah satu tindakan yang nyata merusak kepercayaan rakyat kepada TNI Polri adalah kegiatan yang melanggar disiplin maupun hukum.

Kedua, tingkatkan kemampuan deteksi dini dan cegah dini dari ancaman Ipoleksosbudhankam yang dapat merusak persatuan, kesatuan dan keutuhan  NKRI, khususnya dalam penyelenggaraan Pilkada serentak 2018 dan tahapan Pemilu tahun 2019 dengan mengoptimalkan peran serta fungsi satuan masing-masing. Ketiga, TNI dan Polri sebagai perekat negara harus berdiri tegak di atas semua golongan dan mampu menjadi perekat kemajemukan dalam menjaga kebhinekaan. 

Keempat, unsur pimpinan agar selalu dekat dan menyatu dengan anak buahnya, sehingga mengetahui segala kesulitan yang dialami bawahannya dan dengan segera dapat diambil langkah solusinya. Kelima, tetap jaga dan pelihara soliditas dan solidaritas TNI-Polri, sehingga terjalin hubungan baik antar individu dan satuan sebagai modal dasar melaksanakan peran fungsi dan tugas masing-masing serta sebagai teladan kekompakan bagi stakeholder maupun komponen masyarakat lainnya.

Saya adalah bapak dari tiga angkatan yaitu AD, AL dan AU, untuk itu saya harus bersikap adil terhadap tiga angkatan. Dalam kedinasan sehari-hari saya menggunakan baju loreng TNI sebagai perwujudan integrasi tiga angkatan.
Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. S.IP
Pengumuman
Siaran Pers
Amanat
Berita Media
Rabu, 28 Maret 2018
Ini Kata Panglima TNI saat Sambangi Ribuan Personel di Balikpapan
Rabu, 28 Maret 2018
Siapkan Buku Saku, Panglima TNI Ingin Prajurit Jaga Netralitas
Senin, 26 Maret 2018
Ini Kata Panglima TNI Soal Sanksi untuk Gatot yang Melobi Prabowo
Senin, 26 Maret 2018
Hadapi Pilkada dan Pemilu 2019, Panglima TNI Tegaskan Prajurit Harus Netral
Senin, 12 Februari 2018
Panglima TNI Perintahkan AL Berantas Peredaran Narkoba di Perbatasan