72c48fd458ce9e91857e30ed00aff432.jpg

Satgas MTF TNI Konga XXVIII-J/ UNIFIL Melatih Tim VBSS LAF Navy Di KRI Usman Harun-359

Senin, 16 April 2018 12:44:59 - Oleh : admin - Dibaca : 88 kali

Satgas MTF TNI Konga XXVIII-J/ UNIFIL Melatih Tim VBSS LAF Navy Di KRI Usman Harun-359

 (Puspen TNI).   Satuan Tugas (Satgas)  Maritime Task Force (MTF) TNI Kontingen Garuda (Konga) XXVIII-J/UNIFIL melatih Tim VBSS LAF Navy (Lebanese Armed Forces Navy) melaksanakan Boarding Exercise atau latihan pemeriksaan kapal dengan menggunakan  KRI Usman Harun-359 di Laut Medierania. Demikian dikatakan  Komandan KRI Usman Harun-359 yang sekaligus Komandan Satgas Maritime Task Force ( MTF)  TNI XXVIII-J /UNIFIL  Kolonel Laut (P) Alan Dahlan, S.H.,M.Si., saat menggelar latihan di Laut Mediterania, Jumat ( 13/4/2018)

Menurut Komandan  Kolonel Laut (P) Alan Dahlan, S.H.,M.Si menyampaikan latihan ini dilaksanakan dengan skenario latihan  KRI Usman Harun-359 diperankan sebagai kapal yang bernama MV Soloperno berlayar dari pelabuhan Limassol, Cyprus menuju Jounieh, Lebanon. Lima ABK KRI Usman Harun-359 yang menggunakan baju sipil memerankan sebagai kapten dan kru MV Soloperno.

Dalam latihan ini LAF Navy melibatkan tim visit board search seizure (VBSS)  sejumlah 9 pasukan  melaksanakan kegiatan latihan dengan menggunakan  metode fastrope. Dalam latihan ini tim VBSS turun menggunakan tali dari helikopter   ke  geladak KRI Usman Harun-359 saat berlayar di laut Mediterania.

Latihan ini diawali saat Tim Visit Board Search Seizure (VBSS)  LAF Navy mendapat laporan dari Coastal Radar Station (CRS) L2-Aamchit bahwa kontak kapal bernama MV Soloperno yang menuju pelabuhan Jounieh melaksanakan berlayar  tidak melewati koridor yang telah ditentukan oleh otoritas Lebanon. Kapal tersebut  tidak terdapat di dalam daftar kapal yang akan masuk ke Lebanon dan saat di panggil melalui jaring komunikasi  memberikan keterangan yang sangat meragukan.

Berdasarkan data tersebut kapal bernama MV Soloperno   sangat mencurigakan, dan selanjutnya LAF-Navy menindaklanjuti dengan meminta MV Soloperno untuk stop mesin. Kemudian LAF Navy mengirimkan tim VBSS dengan menggunakan helikopter jenis Puma milik LAF Air Force.

Dalam kegiatan tersebut selanjutnya Helikopter Puma mendekat geladak kapal target dan menurunkan  9 personil VBSS  dengan metode fastrope dan berhasil mendarat di geladak heli KRI Usman Harun-359 yang diskenariokan sebagai kapal MV Soloperno.

Dalam aksinya Tim VBSS LAF Navy membagi dua grup yang bergerak secara terpisah menuju anjungan dan koridor utama kapal. Grup pertama tiba di anjungan dan meminta Kapten untuk bekerja sama dalam pemeriksaan dokumentasi yang dilakukan oleh tim VBSS sebagai otoritas Lebanon. Kru yang berada di anjungan diperiksa dan diamankan oleh grup pertama dan mendapati 2 ABK MV Soloperno membawa 1 senjata tajam. Grup kedua yang bergerak melalui koridor utama kapal mengamankan dua ABK MV Soloperno. Dalam pencariannya berhasil menemukan dua buah kotak berisi amunisi ilegal.

Setelah menerima laporan dari grup dua bahwa telah ditemukan amunisi ilegal, Katim VBSS memutuskan mengamankan kapten dengan memborgol dan selanjutnya menginterogasi untuk memperoleh data pemeriksaan awal. Sang kapten tidak tahu menahu tentang ada barang ilegal tersebut di kapalnya. Kapal MV Soloperno saat itu berada dibawah kendali personel VBSS LAF Navy  sampai dengan selesai pemeriksaan. Setelah dilaksanakan pemeriksaan lebih lanjut ditemukan satu bungkus berwarna cokelat bertuliskan heroin. Dengan ditemukan bungkusan bertuliskan  heroin, tim VBSS telah berhasil menemukan seluruh barang ilegal yang terdapat di MV Soloperno sebagai tanda latihan berakhir.

Usai Latihan, Katim VBSS LAF Navy Lieutenant  Hasan Farhat memerintahkan seluruh anggotanya berkumpul di anjungan untuk melaksanakan debrief dari tim penilai yaitu Letda Laut (P) Damartama dan Letda Laut (P) Veryan Hilman (Boarding Officer KRI USH). Tim penilai dari KRI Usman Harun-359 menyampaikan hasil secara singkat kegiatan yang telah dilaksanakan oleh personel tim VBSS LAF Navy.

Kolonel Laut (P) Alan Dahlan, S.H.,M.Si usai  kegiatan menyampaikan bahwa latihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan LAF Navy dalam melaksanakan pengamanan maritim yang merupakan salah satu tugas pokok MTF UNIFIL. Selain itu, juga untuk meningkatkan interoperability CRS dengan tim VBSS LAF-Navy terutama pengerahan pasukan melalui udara dengan metode fastrope dari heli puma milik LAF Airforce.

 

 

Saya adalah bapak dari tiga angkatan yaitu AD, AL dan AU, untuk itu saya harus bersikap adil terhadap tiga angkatan. Dalam kedinasan sehari-hari saya menggunakan baju loreng TNI sebagai perwujudan integrasi tiga angkatan.
Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. S.IP
Pengumuman
Siaran Pers
Amanat
Berita Media
Rabu, 28 Maret 2018
Ini Kata Panglima TNI saat Sambangi Ribuan Personel di Balikpapan
Rabu, 28 Maret 2018
Siapkan Buku Saku, Panglima TNI Ingin Prajurit Jaga Netralitas
Senin, 26 Maret 2018
Ini Kata Panglima TNI Soal Sanksi untuk Gatot yang Melobi Prabowo
Senin, 26 Maret 2018
Hadapi Pilkada dan Pemilu 2019, Panglima TNI Tegaskan Prajurit Harus Netral
Senin, 12 Februari 2018
Panglima TNI Perintahkan AL Berantas Peredaran Narkoba di Perbatasan