72c48fd458ce9e91857e30ed00aff432.jpg

Food Is A Weapon, Manunggalnya TNI-Rakyat Menuju Swasembada Pangan

Selasa, 10 Februari 2015 15:05:48 - Oleh : admin - Dibaca : 411 kali

Food Is A Weapon, Manunggalnya TNI-Rakyat  Menuju Swasembada Pangan

Roh TNI AD adalah kebersamaan TNI bersama rakyat. Kalau hal ini terwujud maka konsep pertahanan rakyat semesta akan berhasil. Konsep pertahanan inilah yang ditakuti oleh musuh, yang akan merongrong dan memecah keutuhan NKRI. 

Kemanunggalan TNI-Rakyat, adalah suatu keadaan atau sikap perilaku yang menyatu dari bersatu padunya TNI-Rakyat. Baik secara lahir maupun batin dalam rangka mewujudkan ketahanan Nasional untuk mencapai tujuan Nasional. 

Program Manunggal TNI adalah merupakan kegiatan terpadu yang dapat dijadikan sebagai solusi dalam meningkatkan dan mensejahterakan masyarakat di daerah, karena kegiatan TNI Manunggal dalam pembangunan mampu meningkatkan perubahan sosial di masyarakat. 

Di berbagai wilayah di Indonesia termasuk di wilayah Kodam VI/Mulawarman meliputi Kaltim, Kalsel dan Kaltara. Ada banyak hasil nyata yang dibuat oleh TNI melalui program Manunggal khususnya di wilayah perbatasan. Selain menjaga keutuhan negara juga dapat memberdayakan masyarakat, melalui pembangunan fisik dan non fisik. 

Beberapa waktu yang lalu, Kodam VI/Mulawarman bersama Pemprov Kaltim dalam program pembangunan perbatasan, hasil nyata yang dibuat adalah membangun prasarana transportasi untuk membuka isolasi daerah perbatasan dengan Malaysia berupa perpanjangan landasan bandara di daerah perbatasan. 

Baru-baru ini Pemprov Kaltim, Kalsel dan Kaltara kembali menggandeng TNI di jajaran Kodam VI/Mulawarman untuk melakukan kerjasama dalam upaya percepatan swasembada pangan wilayah. Kerjasama ini dimaksudkan untuk mensinergikan potensi TNI dengan Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota di Kaltim, Kalsel dan Kaltara untuk melaksanakan program pemerintah mewujudkan swasembada pangan. 

Dalam kerjasama ini diharapkan TNI dapat memberikan konstribusi yang optimal kepada Pemda melalui kekuatan, kemampuan, fasilitas yang dimiliki serta Babinsa yang berada diseluruh Kecamatan dan Desa dapat menjadi kekuatan yang potensial dalam rangka melaksanakan program swasembada pangan. 

Makna Strategis Kemanunggalan

Kerjasama Pemprov Kaltim, Kalsel dan Kaltara dengan Kodam VI/Mulawarman dalam rangka program percepatan swasembada pangan ini mengingatkan kita pada apa yang disebut "FOOD AS A WEAPON" Pangan Sebagai Senjata Perang. 

Masalah pangan adalah masalah yang strategis karena menyangkut kedaulatan bangsa. Pada tahun 1991 Uni Soviet bubar, pecah menjadi 15 negara bagian. Bubarnya Uni Soviet disebabkan banyak hal diantaranya melemahnya ekonomi dan sukarnya mendapatkan barang kebutuhan sehari-hari terutama pangan. 

Sebagian ahli berpendapat, Barat terutama Amerika Serikat memegang peran dalam mengacaukan harga dan stok gandum di Uni Soviet sehingga terjadi krisis pangan yang berakibat bubarnya Uni Soviet. Terlepas berapa besar kebenaran pangan penyebab bubarnya Uni Soviet, Indonesia harus belajar betapa krusialnya ketahanan pangan. 

Mengaitkan pengalaman penulis ketika bertugas sebagai komandan teritorial (Dandim Tanah Grogot dan Dandim Balikpapan di Kaltim) maupun pengalaman ketika melakukan studi mengenai wawasan kebangsaan masyarakat perbatasan di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, kerjasama ini adalah sangat tepat dilaksanakan. 

Gagasan Gubernur Kaltim Dr Awang Faroek Ishak, Rudi Arifin dan Irianto Lambrie untuk menggandeng TNI melalui Kodam VI Mulawarman melaksanakan percepatan swasembada pangan adalah sangat strategis dan patut diapresiasi. Program kerjasama ini, selain berdimensi ekonomi, sosial dan pemerataan juga mempunyai dimensi ketahanan nasional. 

Menurut para Gubernur kerjasama antaraketiga Pemprov dengan TNI ini, sangat penting dalam memberikan semangat bagi pelaku utama (petani/gabungan kelompok tani) untuk meningkatkan produksi dan produktivitas tanaman pertanian mereka. Disiplin yang dimiliki prajurit TNI diharapkan mampu ditularkan kepada para petani kita yang dimaksudkan untuk dapat mempercepat pergerakan ekonomi rakyat. 

Menurut penulis melalui kerjasama percepatan swasembada pangan ini selain mewujudkan terpenuhinya kecukupan kebutuhan pangan kita tiga tahun ke depan, juga akan mewujudkan semakin manunggalnya rakyat, pemerintah daerah bersama TNI. Sehingga diharapkan kerjasama ini akan memberi dampak positif terhadap pembangunan ekonomi sekaligus pembangunan ketahanan bangsa yang muaranya menjadi stabilitas nasional. 

Program Manunggal TNI bukan saja melaksanakan kegiatan pembinaan terhadap keamanan tetapi secara luas adalah meningkatkan kondisi fisik suatu wilayah serta meningkatkan kes¬ejahteraan dan keamanan di dalam masyarakat. 

Hal ini juga betul-betul di tekankan Pangdam VI/Mulawarman, Mayjen TNI Benny Indra Pujihastono,S.I.P., pada saat rapat Pimpinan Kodam VI/Mulawarman beberapa hari yang lalu. Sehingga saat ini para Danrem, Dandim, Danramil dan Babinsa secara serentak telah siap terjun langsung ke lapangan. 

Namun untuk mewujudkan ini semua diharapkan dukungan penuh dari semua stake holder yang ada untuk memberi konstribusi nyata. Kebijakan pemerintah yang pro rakyat sangat menentukan antara lain seperti contoh komitmen Pemprov Kaltim melaksanakan Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan. Kepastian alokasi ruang pada RT/RW menjadi hal yang fundamental. Demikian juga dengan alokasi anggaran yang memadai dari APBD masing-masing pemerintah daerah sangat signifikan untuk mensukseskan program swasembada pangan ini. 

Oleh karena itu melalui kerjasama ini, diharapkan dapat menebalkan pemahaman kita diantara pemerintah daerah, masyarakat dan TNI dalam memaknai kata manunggal, sesuai arti kamusnya manunggal adalah berpadu tidak terpisahkan. Dan selanjutnya terobosan baru ini diharapkan dapat menjadi model yang dapat direflikasi untuk diterapkan di tempat lain.(*)

Oleh Kolonel Kav. Donald Sitorus

(Staf Ahli Pangdam VI/Mulawarman Bidang Ekonomi)

  "Menguatkan Kebhinnekaan Untuk Indonesia Yang Maju dan Berkeadaban"
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo
Pengumuman
Siaran Pers
Amanat
Berita Media
Jum`at, 20 Oktober 2017
Mendukung WIFT, Panglima TNI Berikan Bantuan Armada Laut
Kamis, 19 Oktober 2017
Kedubes AS Ungkap Peristiwa 1965, Panglima TNI: Itu Biasa Saja
Kamis, 19 Oktober 2017
Panglima TNI & Menhan Pelajari Dokumen Rahasia AS soal Tragedi 1965
Kamis, 19 Oktober 2017
Jalan Berdampingan, Panglima TNI dan Menhan Rapat di DPR
Selasa, 17 Oktober 2017
Panglima TNI Bangga Putra Indonesia Juara Hafiz Quran di Arab Saudi