72c48fd458ce9e91857e30ed00aff432.jpg

IMET PROGRAM AKAN DIMULAI KEMBALI

Senin, 28 Februari 2005 00:00:00 - Oleh : puspen - Dibaca : 4302 kali

         PUSPEN TNI (28/2) – Berkaitan akan dimulainya kembali program International Military Education and Training (IMET) Amerika Serikat, Komisi I DPR RI meminta agar Panglima TNI dapat memanfaatkan program tersebut dengan  mengikutsertakan perwira TNI, dengan prioritas kebutuhan pendidikan yang bermanfaat sesuai dengan kebutuhan TNI, peningkatan kemampuan profesionalnya, serta seleksi peserta berdasarkan kriteria dan persyaratan TNI sendiri.

          Demikian salah satu point kesimpulan dari Rapat kerja Panglima TNI Jenderal TNI Endriartono Sutarto dengan Komisi I DPR RI di gedung Nusantara DPR RI Jakarta, Senin. Rapat yang berlangsung selama kurang lebih 6 jam ini dipimpin langsung oleh Bp. Theo L. Samboaga, sedangkan Panglima TNI didampingi ketiga Kepala Staf Angkatan, Kasum TNI, Irjen TNI dan pejabat TNI lainnya.

          Menanggapi pertanyaan wartawan tentang IMET program ini, Panglima TNI mengatakan bahwa tentunya TNI berterimakasih kalau program IMET itu dibuka kembali, karena memang IMET ini merupakan suatu manifestasi dari bagaimana hubungan antara kedua negara utamanya militer Amerika dengan Indonesia yang memang selama ini terjalin dengan baik. Maka dari itu TNI berusaha memanfaatkan sebaik-baiknya untuk bagaimana meningkatkan sumber daya manusia TNI.

          Lebih lanjut Panglima TNI  mengatakan dibukanya kembali IMET program tersebut tentu atas dasar saling menghargai dan saling kesetaraan. “Apa yang kita lakukan selama ini tidak ada kaitan dengan maksud dan tujuan agar program IMET dibuka kembali, tapi memang karena adanya suatu kebutuhan untuk perubahan TNI dalam kaitan dengan kepentingan bangsa, bahwa kemudian Amerika itu senang dengan perubahan yang terjadi dan membuka kembali ya kita syukuri, tapi itu bukan tujuan,“ Tegas Panglima TNI.

          Point lain dalam rapat kerja Panglima TNI dengan Komisi I DPR RI adalah tentang hasil penemuan Irjen TNI-BPKP dan BPK, Komisi I meminta supaya Panglima TNI terus menindaklanjuti, sehingga pengolahan anggaran dengan prinsip akuntabilitas dan transparan semakin efisien dan efektif dengan menekan tingkat kebocoran sampai ketingkat minimal. Komisi I mengharapkan agar perencanaan penyusunan dan pengalokasian anggaran tetap memperhatikan prinsip proporsionalitas diantara Mabes TNI dan angkatan, sehingga menjadi lebih proporsional dengan tetap memperhatikan dan menyesuaikan dengan fungsi, prioritas urgensi dan kebutuhan strategi pertahanan kedepan.

          Berkenanaan dengan kesejahteraan prajurit TNI, Komisi I meminta agar TNI terus meningkatkan profesionalisme dan konsentrasi tugas anggota TNI, meningkatkan anggaran bagi kesejahteraan prajurit terutama untuk Tamtama dan Bintara agar terus ditingkatkan, alokasi yang ada agar sampai dan dirasakan serta secara efektif dapat turut meningkatkan kesejahteraan anggota TNI yang sampai saat ini masih jauh dari memadai.

          Wilayah perbatasan menjadi fokus strategi pertahanan nasional kedepannya, Panglima TNI diharapkan terus berkoordinasi dengan Dephan agar gelar pasukan di daerah tersebut dapat segera direalisasikan, dalam hubungan ini TNI perlu meningkatkan kehadirannya dan patroli di pulau-pulau terpencil di daerah perbatasan, karena pengalaman menunjukkan jarangnya patroli apalagi kekosongan kehadiran gelar pasukan dan sesuai dengan berjalannya waktu dapat saja terjadi datangnya penyusupan pendatang ilegal yang dapat mengakibatkan pengalihan kepemilikan pulau didaerah-daerah terpencil yang tanpa terawasi dan kehadiran kita.

"TNI dan Polri Tidak Boleh Ada Jarak, Karena Inti Kekuatan Bangsa Indonesia Adalah TNI dan Polri. Apabila Salah Satu Dilemahkan, Maka Indonesia Akan Terganggu Stabilitas Nasionalnya".
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo
Pengumuman
Siaran Pers
Amanat
Berita Media
Jum`at, 20 Oktober 2017
Mendukung WIFT, Panglima TNI Berikan Bantuan Armada Laut
Kamis, 19 Oktober 2017
Kedubes AS Ungkap Peristiwa 1965, Panglima TNI: Itu Biasa Saja
Kamis, 19 Oktober 2017
Panglima TNI & Menhan Pelajari Dokumen Rahasia AS soal Tragedi 1965
Kamis, 19 Oktober 2017
Jalan Berdampingan, Panglima TNI dan Menhan Rapat di DPR
Selasa, 17 Oktober 2017
Panglima TNI Bangga Putra Indonesia Juara Hafiz Quran di Arab Saudi