Konga XXVIII-H/UNIFIL Lebanon Berperan Aktif Dalam Berbagai Kegiatan Perserikatan Bangsa Bangsa
Jum`at, 11 Desember 2015 10:05:20 - Oleh : admin - Dibaca : 714
Home » Opini » Konga XXVIII-H/UNIFIL Lebanon Berperan Aktif Dalam Berbagai Kegiatan Perserikatan Bangsa Bangsa
Konga XXVIII-H/UNIFIL Lebanon Berperan Aktif Dalam Berbagai Kegiatan Perserikatan Bangsa Bangsa

SATGAS KONGA XXVIII-H/UNIFIL Amanat konstitusi yang termaktub dalam pembukaan Undang-undang Dasar 1945 menyatakan bahwa Indonesia sebagai bangsa merdeka ikut serta secara aktif dalam menciptakan ketertiban dunia, implementasinya adalah dengan pengiriman pasukan penjaga perdamaian dibawah kendali Perserikatan Bangsa Bangsa / UN Peace Keeper Operations (UNPKO).Pengerahan kekuatan prajurit TNI dalam misi PBB diberbagai kawasan diantaranya Kongo, Bosnia, Sudan, Haiti dan Lebanon. Kehadiran prajurit TNI di Lebanon yang tergabung dalam Unifil (United Nations Interim Force in Lebanon) sejak tahun 2006 akibat konflik yang berkepanjangan sejak pecahnya perang antara Hizbullah-Lebanon dengan Israel, situasi perbatasan Israel dan Lebanon menjadi memanas. Pembangunan di negeri yang sudah merdeka sekitar 70 tahun ini terhenti dengan perkembangan situasi yang tidak menentu. PBB memutuskan untuk membentukUNIFIL sesuai mandatnya bertugas menjaga proses gencatan senjata antara pihak yang bertikai, membantu Angkatan Bersenjata Lebanon dalam melaksanakan tugasnya, memperluas akses kemanusiaan bagi masyarakat Lebanon serta memfasilitasi pengembalian pengungsi ke tempat asalnya masing-masing, Rabu (09/12/15).

Satgas Maritim TNI / Maritime Task Force TNI merupakan gugus tugas di bawah UNIFIL bertugas melaksanakan pengamanan AMO (Area Maritime Operations)di perairan Mediteranian Timur yang berhadapan dengan Teritorial Waters Lebanon dan Israel dengan tugas pokok mencegah upaya-upaya penyelundupan senjata atau benda-benda lainnya dari dan menuju Lebanon yang berpotensi merusak upaya perdamaian yang telah diperjuangkan selama ini. Indonesia turut bergabung dengan Satgas Maritim ini sejak 16 Maret 2009 dengan dikirimkannya KRI Diponegoro-365 dalam Satgas Maritim TNI Kontingen Garuda XXVIII/A UNIFIL. Hingga saat ini, sudah delapan Satgas Maritim TNI yang melaksanakan Satgas di Lebanon secara bergantian dan yang kini bertugas di perairan Lebanon adalah KRI Bung Tomo-357 di bawah Satgas Maritim TNI Kontingen Garuda XXVIII-H/ UNIFIL TA. 2015yang di pimpinan Kolonel Laut (P) Yayan Sofiyan, S.T. selaku Komandan Satgas.

Kehadiran KRI Bung Tomo-357 dalam misi internasional akan memberikan dampak strategis kredibilitas Indonesia pada tatanan internasional. Pengerahan kekuatan Angkatan Laut ke berbagai pelosok dunia turut serta secara aktif dalam pemeliharaan perdamaian atas konflik yang terjadi atau turut serta dalam ajang Multilateral Exercise akan menempatkan Indonesia sebagai bangsa yang bermartabat dengan menunjukkan sistem pertahanan negara yang tidak hanya memiliki kemampuan mengamankan kepentingan nasional dan mempertahankan integritas NKRI, namun mampu melaksanakan pengerahan kekuatan untuk mendukung terciptanya perdamaian di berbagai pelosok dunia. Keterlibatan KRI Bung Tomo 357 dalam misi perdamaian PBB tersebut sebagai implementasi Peran Universal / Universal Role (Military, Diplomatic and Constabulary Role) yang dimiliki oleh Angkatan Laut seluruh dunia. Peran Militer (Military Role)yang dilaksanakan untuk mendukung kebijakan dan keputusan politik luar negeri pemerintah Indonesia dengan mengerahkan kekuatan kapal perang modern yang diawaki oleh pelaut-pelaut TNI Angkatan Laut yang profesional dan militan akan berdampak pada deterrence effect. Dalam mengembang Diplomatic Role, Komandan Satgas dan sejumlah perwira secara aktif terlibat dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh Unifil seperti diskusi tentang Rules Of Engagement (ROE) and Standardised Tactical Incident Reaction (STIR) Training di Naqoura Headquarter bersama Chief Of Staff  ofUNIFILdan seluruh Komandan Satgas di bawah UNIFIL dan Legal Advisor of UNIFIL, Amandement Standart Operations Procedure Helly, mengadakan kunjungan kepada Pejabat-pejabat militer internal Unifil maupun Pejabat Militer Lebanon Armed Force Navy (LAF Navy) seperti : Head of Missions / Force Commander Mayor General Luciano Portolano (Italy), Deputy Head of Mission/COS dan Commander in Chief Lebanon Armed Force Navy. Kehadirannya di Lebanon juga turut mendukung eksistensi Kedutaan Besar RI untuk Lebanon dengan berpartisipasi sebagai pembicara dalam seminar "Orientasi Wawasan Kebangsaan dalam rangka memperingati Hari Pahlawan tahun 2015". Seminar yang berlangsung di KBRI Beirut-Lebanon diikuti Persatuan Pelajar Indonesia di Lebanon, dibuka oleh Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) RI untuk Lebanon Bapak Achmad Chozin Khumaidy. Hadir juga Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) K.H. Slamet Effendi Yusuf sebagai salah satu Narasumber. Dalam bidang Constabullary Role, eksistensi penunjukkan sebagai Maritime Interdiction Operation Commander (MIO Commander)telah memberikan gambaran kepada Force Commander, MTF Commander dan participantships dari negara lain seperti Jerman, Turkey, Yunani dan Bangladesh serta Angkatan Laut Lebanon keseriusan dan profesionalisme yang patut diperhitungkan dalam melaksanakan tugas. KRI Bung Tomo-357 telah berhasil mendeteksi Air Military Activity maupun Air Liner sebanyak 93 pesawat. Sedangkan di bidang Surface Surveillance berhasil mendeteksi Warship Activity dan Hailing sebanyak 311 kapal selama Ontaskmulai bulan Oktober 2015 hal tersebut mendapatkan apresiasi positif dari Head of Mission/Force Commander,Mayor General Luciano Portolano (Italy)yang disampaikannya dalam pertemuan dengan Dansatgas Maritim TNI di House of Unifil Beirut Lebanon beberapa waktu yang lalu.

Untuk mencapai sukses misi yang dilaksanakan dimana lokasi yang jauh dari tanah air dengan suasana alam yang sangat berbeda dalam waktu yang relatif lama sampai dengan satu tahun harus mempertimbangkan berbagai aspek secara komprehensif. Keberhasilan kegiatan operasi dalam melaksanakan tugas-tugas yang diemban mutlak didukung oleh kesiapan teknis system senjata, platform kapal dan helikopter yang digunakan sebagai wahana operasi. Seluruh system tersebut harus diawaki dan dikendalikan oleh personel dengan tingkat kompetensi yang tinggi, mekanisme dan standar operational internasional harus dilaksanakan oleh prajurit secara profesional. Disisi lain sebagai makhluk sosial, prajurit harus diperlakukan secara wajar sebagai mahluk sosial yang terkadang mengalami kejenuhan, rasa rindu kepada keluarga dan orang orang yang mereka rindukan serta mempertahankan stamina kesehatan dan kebugaran jasmani maupun rohani sehingga seluruh aspek tersebut harus menjadi harmoni yang seimbang, demikian Kolonel Laut (P) Yayan Sofiyan, S.T. menyampaikan strateginya dan kiat-kiatnya dalam memimpin Satgas tersebut setelah selesai mengikuti pertemuan di Naqoura. Dansatgas menyadari bahwa bidang personel merupakan faktor yang vital dalam operasi militer, oleh karena itu untuk mempertahankan kebersamaan serta jiwa korsa hal tersebut mendapatkan porsi yang seimbang dengan faktor lainnya. Pendistribusian hak prajuritsesuai dengan haknya,menjaga kesehatan jasmani dan rohani dengan melaksanakan olahraga bersama baik selama kapal berlayar maupun sandar, kegiatan keagamaan dan hiburan / rekreasi harus dilaksanakan secara proporsional dengan situasi yang berkembang. Kunjungan sosial olehKetua Jalasenastri Ranting T KRI Bung Tomo-357 Satkorarmatim Armada Timur Ny. Peni Novita Damarwati Sofiyan juga berdampak sangat besar terhadap moril keluarga yang berada di tanah air dan prajurit yang ada di medan tugas.Kunjungan sosial ke rumah prajurit dilakukan secara rutin dilaksanakan di setiap rayon merupakan bentuk kepedulian dan perhatian serta upaya untuk menjaga tali silaturahmi dari pimpinan kepada keluarga besar KRI Bung Tomo-357. Dengan kebersamaan dan persaudaraan yang terjalin erat, semua akan terasa ringan dan mudah. Sedangkan untuk mempertahankan kesiapan teknis system senjata, sensor, komunikasi dan platform melaksanakan siklus pemeliharaan terencana / Planning Maintenance system (PMS) secara ketat baik terhadap system yang ada di kapal maupun helikopter NV-414 oleh prajurit , demikian disampaikan Kolonel Laut (P) Yayan Sofiyan, S.T. selaku Dansatgas yang rupanya memiliki banyak pengalaman keberhasilan membawa prestasi baik di dalam negeri maupun dalam ajang internasional membawa harum bangsa dan negara seperti selaku Dansatgas Multilateral Exercise Kakadu 2012 di Darwin Australia meraih juara 1 dan 2 Harbour Phase serta diberikannya penghargaan "The Most Impresiveships" oleh Angkatan Laut Australia saat menjabat Komandan KRI Frans Kaisepo-368, Juara Umum Latma Eagles ditahun yang sama dengan Angkatan Laut Singapura,  Juara 1 Kompetisi Artilery tahun 2012 saat menjabat Komandan KRI Frans Kaisiepo - 368, operasi SAR jatuhnya pesawat Air Asia QZ 8501 di Laut Jawa sebagai penemu pertama korban dan lokasi jatuhnya pesawat, Juara I Lomba Karya Tulis Ilmiah Dalam Rangka HUT Seskoal Tahun 2012,Juara II Lomba Karya Cipta Teknologi dalam rangka HUT TNI 2013 dan Juara I Lomba Menembak Pistol dalam rangka Hardikal Di Kobangdikal 2015. Ayah dari Efita Nona Gassani dan Hafidan Arsyi Antares ini juga yang selaku Dansatgas penyeberangan KRI Bung Tomo-357 dari Barrow in Furness Inggris - Indonesia yang mengarungi sejumlah Samudera besar dan perairan dari mulai Samudera Atlantik di kawasan Eropa, perairan Mediterania, Terusan Suez, Laut Merah, perairan Somalia, Laut Arab dan Samudera Hindia yang melintasi sejumlah negara (Inggris, Spanyol, Italy, Mesir, Saudi Arabia, Salalah dan India). 

Baca "Opini" Lainnya

All Comments (0)

Sign In or Sign Up now to post a comment!

Tahun 2017 Adalah Bersih-Bersih Ditubuh TNI dari Masalah Korupsi, Karena Korupsi Dapat Menghambat Kemajuan dan Pembangunan TNI

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo

Siaran Pers

Pengumuman

Selasa, 8 Agustus 2017
Logo & Tema HUT Ke-72 Republik Indonesia
Kamis, 15 Juni 2017
Lomba Foto dan Karya Tulis
Jum`at, 2 Januari 2015
Call Center

Polling

Informasi apa yang paling Anda butuhkan dari website ini ?

 
TV Streaming
patriot
patriot
pendidikan
Majalah TNI
download
download
download
LPSE
LAKIP

Video TNI