72c48fd458ce9e91857e30ed00aff432.jpg

Sulitnya Mempertahankan Patok NKRI di Tapal Batas

Rabu, 16 Desember 2015 10:37:17 - Oleh : admin - Dibaca : 53 kali

Sulitnya Mempertahankan Patok NKRI di Tapal Batas

KOSTRAD (16/12),- Satuan Tugas (Satgas) Yonif 411/ Raider Kostrad melakukan patroli di wilayah perbatasan Republik Indonesia (RI) dengan Papua Nugini (PNG). Meski berat tugas ini, penting dilaksanakan demi mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 

Satgas Yonif 411/Raider Kostrad merupakan salah satu Satgas yang melaksanakan tugas di perbatasan RI- PNG, dimana tugas pokoknya adalah melaksanakan patroli patok mulai dari patok MM 1 di daerah Skouw-Wutung sampai dengan perbatasan patok MM 2.3 di daerah Scofro. 

"Anggota melakukan patroli, untuk membuat jalan dari patok ke patok. Selama perjalanan  juga sempat menemui beberapa kendala karena melewati  medan yang memang tidak pernah  dilalui manusia," ujar Dansatgas Yonif 411/Raider Kostrad, Letkol Inf Nandang Dimyati, S.I.P. 

Untuk itu, kata Nandang, personel Yonif 411/ Raider Kostrad membuat lorong jalan baru dan memberi tanda untuk mempermudah manakala Satgas Yonif 411/Raider akan melaksanakan patroli lagi nantinya. 

Nandang juga mengatakan, medan yang tertutup membuat personel Yonif 411/Raider Kostrad kesulitan melaksanakan orientasi medan karena GPS tidak berfungsi dan sinyal handphone tak dapat jaringan. "Yang menyulitkan kami untuk berkomunikasi kecuali dengan menggunakan HT, sehingga kami berusaha untuk mencari medan terbuka agar dapat mencari koordinat keberadaan kami," jelasnya. 

Menurutnya, meski sulit dalam melakukan pengecekan langsung keadaan patok perbatasan dan medan di sekitar patok-patok, namun personel Yonif 411/ Raider Kostrad dengan gigih tetap melaksanakan tugas  yang menjadi tanggung jawab mereka.

 "Dalam nyatanya selama perjalanan memang medan masih tertutup dan lumayan sulit dilalui, ada juga lorong jalan yang kemungkinan menjadi jalan pelintasan dari PNG menuju Negara RI. Bahkan ada patok yang dalam pelaksanaan patroli harus ditempuh hingga dua  hari dua malam melalui hutan belantara," jelas Nandang.

 Menurut Nandang, patok-patok yang dikunjungi juga masih dalam keadaan baik terawat dan tak mengalami pergeseran. "Dalam kegiatan ini akan memberikan dampak positif bagi negara ini dalam upaya kami untuk menjaga dan mempertahankan keutuhan dan kedaulatan NKRI," ujar Dansatgas Yonif 411/ Raider Kostrad ini.

Jangan biarkan Ibu Pertiwi menangis namun buatlah Ibu Pertiwi tersenyum, agar kita semua bahagia dan bisa bersatu untuk meraih mimpi menjadikan bangsa Indonesia yang besar
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo
Pengumuman
Siaran Pers
Amanat
Berita Media
Jum`at, 20 Oktober 2017
Mendukung WIFT, Panglima TNI Berikan Bantuan Armada Laut
Kamis, 19 Oktober 2017
Kedubes AS Ungkap Peristiwa 1965, Panglima TNI: Itu Biasa Saja
Kamis, 19 Oktober 2017
Panglima TNI & Menhan Pelajari Dokumen Rahasia AS soal Tragedi 1965
Kamis, 19 Oktober 2017
Jalan Berdampingan, Panglima TNI dan Menhan Rapat di DPR
Selasa, 17 Oktober 2017
Panglima TNI Bangga Putra Indonesia Juara Hafiz Quran di Arab Saudi