AMANAT PANGLIMA TNI UPACARA PENGIBARAN BENDERA MERAH PUTIH JAKARTA, 18 APRIL 2016
Selasa, 19 April 2016 10:40:46 - Oleh : admin - Dibaca : 3148
Home » Amanat » AMANAT PANGLIMA TNI UPACARA PENGIBARAN BENDERA MERAH PUTIH JAKARTA, 18 APRIL 2016

            Assalamualaikum, Wr, Wb,

            Salam sejahtera bagi kita semua,

            Syaloom,

            Om Swastyastu, 

 

            Para Prajurit dan PNS TNI, yang saya cintai dan saya banggakan, 

 

          Marilah kita senantiasa memanjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang atas limpahan rahmat dan karunia-Nya, kita dapat melaksanakan dan melanjutkan tugas yang diembankan negara kepada kita semua.

          Atas nama Panglima TNI, saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan atas kinerja yang tidak pernah surut hingga saat ini, yang menunjukkan bahwa para Prajurit dan PNS TNI adalah insan-insan yang bertakwa, setia, dan rela berkorban bagi bangsa dan negara. Saya berharap, kesetiaan dan kerelaan berkorban ini bukan hanya berhenti sampai di sini, tetapi harus melekat erat sampai kapanpun dalam sanubari kita semua. Itulah karakter yang ditanamkan dalam diri kita sejak awal kita dididik menjadi seorang Prajurit maupun PNS TNI. 

          Memang tidak selalu mudah untuk memiliki dan mempertahankan karakter seperti itu di tengah tantangan yang cukup berat di era gobal sekarang ini. Namun semua ini tentu akan kembali berpulang kepada segenap Prajurit dan PNS TNI, yang saya yakin kita semua telah memiliki bekal untuk menjaga kesetiaan kepada diri, setia pada institusi, setia kepada profesi, dan setia kepada bangsa dan negara dalam keadaan dan era apapun. 

          Pada kesempatan yang baik ini, saya tidak bosan untuk selalu mengingatkan kembali kepada segenap Prajurit dan PNS TNI di mana saja berada dan bertugas, untuk terus berkarya dan bekerja dengan baik dan benar.  Kita bekerja dan berkarya bukan semata mencari kesuksesan, tetapi lebih dari itu bahwa kita bekerja dan berkarya untuk menambah nilai sikap dan perilaku prestasif yang bermakna ibadah. 

          Nilai inilah yang mengharuskan kita untuk terus berkarya, sehingga apapun peran yang diberikan harus kita lakukan dengan sebaik-baiknya, dengan semangat, keikhlasan, sepenuh hati, dan dengan segenap kemampuan jiwa serta raga kita. Semua ini adalah komitmen kita sebagai Prajurit maupun PNS TNI, yang telah diikrarkan bersama dari dahulu hingga sekarang.  

 

          Para Prajurit dan PNS TNI, yang saya cintai dan saya banggakan, 

 

          Kita tentu mengetahui, beberapa waktu terakhir ini terjadi sejumlah peristiwa yang cukup menimbulkan keprihatinan kita bersama, baik yang terkait langsung dengan personel dan institusi TNI, maupun peristiwa lain yang juga pasti terkait dengan tugas-tugas TNI.

          Beberapa peristiwa itu antara lain jatuhnya Helicopter TNI AD di Poso, sehingga menyebabkan gugurnya sejumlah prajurit kita di saat melaksanakan tugas. Peristiwa kecelakaan yang menimpa beberapa personel TNI AU dalam rangka gladi HUT TNI AU beberapa waktu lalu, yang juga menimbulkan gugurnya dua prajurit, yang kesemuanya menjadi kerugian bagi TNI.  Kita ikut berduka, dan selalu berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa, semoga para prajurit yang gugur dalam tugas itu diterima di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan tetap tabah dalam menjalani kehidupannya. 

          Tetapi ada peristiwa lain yang sungguh sangat-sangat merugikan bagi TNI, yakni terseretnya sejumlah oknum TNI dalam kasus penyalahgunaan narkoba, baik yang di Jakarta maupun di daerah,

          yang tentunya peristiwa ini sungguh sangat memalukan dan memilukan. Dan peristiwa lain yang sungguh memerlukan pencermatan serta kehatihatian kita semua adalah radikalisme dan terorisme

          Dari berbagai peristiwa ini, saya ingin menunjukkan kepada kita semua, para Prajurit dan PNS TNI, betapa godaan, tantangan, gangguan, hambatan selalu saja ada di depan kita.  

          Ketika TNI mendapatkan apresiasi sebagai lembaga paling dipercaya publik, memiliki nama yang harum, tiba-tiba dirusak atau justru dihancurkan oleh beberapa oknum dengan kasus narkoba. Ini tantangan berat yang memerlukan keseriusan kita semua, agar TNI bersih dari narkoba, jangan sampai ada lagi satu pun Prajurit atau PNS TNI yang terlibat dalam narkoba. 

          Untuk itu, saya perintahkan kepada unsur pimpinan satuan untuk melindungi para Prajurit dan PNS-nya, serta kepada segenap Prajurit dan PNS TNI, untuk melindungi diri dan keluarganya dari ancaman narkoba. Saya ingatkan, pemerintah telah mengeluarkan pernyataan perang terhadap narkoba, karena narkoba adalah kejahatan luar biasa.  Pemerintah dengan tegas mengambil kebijakan ini, karena narkoba telah merusak generasi muda bangsa, dengan kerusakan 40-50 orang meninggal, 4,5 juta orang butuh rehabilitasi dan 1,2 juta orang sudah tidak bisa direhabilitasi. Karenanya, sungguh sangat hina dan tercela apabila prajurit dan PNS TNI dan atau keluarganya terlibat dalam persoalan narkoba.

          Pada aspek lain, saya mengingatkan sekaligus menekankan kepada segenap Prajurit dan PNS TNI untuk senantiasa peka dan waspada terhadap aliran-aliran yang mengarah kepada radikalisme dan terorisme. Sebab kita melihat bahwa berbagai kegiatan kelompok ideologi radikal juga sedang marak di sekeliling kita. Munculnya atribut-atribut palu arit, bisa di sepatu, kaos, baju, spanduk, atau lainnya, merupakan indikasi bertebarannya ideologi radikal yang patut diwaspadai. Kemasan pagelaran kesenian bernuansa komunis seperti Festival Belok Kiri dan sejenisnya, adalah salah satu wujud nyata gerakan ideologi radikal yang harus kita cermati.

          Begitu pula dengan aksi-aksi terorisme, yang masih melakukan gerakan baik tersembunyi atau terbuka. Aparat intelijen mencatat, adanya rekrutmen kelompok teroris yang menamakan diri ISIS, juga perlu diwaspadai. Bangsa Indonesia, termasuk TNI telah menyatakan ISIS tidak boleh hidup di Indonesia. 

          Memperhatikan masalah terorisme di Indonesia, walau kini terorisme merupakan salah satu ancaman yang masih terkendali dan terjadi secara sporadis, namun kita harus menilai bahwa sekecil apapun aksi terorisme adalah gangguan terhadap rasa aman masyarakat dan gangguan terhadap proses pembangunan nasional. 

          Oleh karena itu kita berharap semua komponen bangsa harus memiliki rasa kepedulian, kepekaan, dan kewaspadaan dan fokus pada upaya pencegahan, serta penanggulangan terorisme.  Tentunya para Prajurit dan PNS TNI juga sudah mengetahui, peristiwa terbaru kasus terorisme yang terjadi saat ini adalah disanderanya 10 WNI oleh kelompok teroris Abu Sayaf di Filipina.   Ini berarti, kita semua harus siaga kapanpun untuk bersama-sama, bahu membahu, bersinergi, guna memberantas terorisme yang mengganggu kehidupan bangsa Indonesia. 

 

          Para Prajurit dan PNS TNI, yang saya cintai dan saya banggakan, 

 

          Kita bersyukur dalam kurun waktu terakhir ini pemerintah sungguh telah memperhatikan dalam upaya meningkatkan kapasitas dan kapabilitas TNI, baik personel maupun materiil dan alutsista, termasuk kesejahteraan prajurit. 

          Oleh karenanya saya mengingatkan bahwa besarnya atensi pemerintah juga adalah tantangan yang harus dijawab, dengan menunjukkan kinerja para prajurit dan PNS TNI yang harus terus meningkat, baik dalam konteks tugas pokok, maupun dalam konteks tugas bantuan, guna percepatan pembangunan nasional di daerah.

          Untuk itu, saya perintahkan kepada unsur pimpinan di jajaran TNI dan segenap Prajurit dan PNS TNI, untuk menjaga dan memelihara kebersamaan TNI-Polri, sebagai mitra utama dalam menangani masalah keamanan, penanganan konflik sosial, penanggulangan terorisme dan radikalisme, termasuk premanisme, yang mengganggu dan meresahkan masyarakat. 

          Pada sisi lain, bangun sinergitas dengan pemerintah daerah dan komponen terkait lainnya di daerah, guna membantu percepatan pembangunan dan menyelesaikan masalah kemiskinan, sesuai kemampuan dan batas kemampuan yang dimiliki. Saya percaya dengan kebersamaan TNI, Polri dan pemerintah daerah serta komponen terkait lainnya, kita bisa mengatasi segala persoalan yang timbul.

            Laksanakan latihan dengan baik, secara intensif, bertahap bertingkat dan berlanjut, guna memelihara keterampilan keprajuritan, karena latihan yang intensif akan menjaga dari kesalahan prosedur dan mencegah kerugian personel. 

          Guna meraih nilai dari sukses yang kita kerjakan, saya berpesan kepada seluruh Prajurit TNI, termasuk yang bertugas di perbatasan, daerah terpencil dan pulau-pulau terluar, serta prajurit TNI yang bertugas pada misi PBB, untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena kita percaya bahwa kedekatan tersebut akan membawa ketenangan dan keberhasilan dalam setiap latihan dan pelaksanaan tugas.

          Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa melimpahkan kesehatan dan kekuatan kepada kita sekalian, dalam melanjutkan tugas, serta pengabdian kepada bangsa dan negara yang sangat-sangat kita cintai bersama.  

 

          Sekian dan terima kasih,

            Wassalamualaikum, Wr, Wb,

            Syaloom,

            Om Shanti Shanti Shanti Om.      

 

Panglima TNI,

 

Gatot Nurmantyo

Jenderal TNI

Baca "Amanat" Lainnya

All Comments (0)

Sign In or Sign Up now to post a comment!

Tahun 2017 Adalah Bersih-Bersih Ditubuh TNI dari Masalah Korupsi, Karena Korupsi Dapat Menghambat Kemajuan dan Pembangunan TNI

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo

Siaran Pers

Pengumuman

Jum`at, 2 Januari 2015
Call Center

Polling

Informasi apa yang paling Anda butuhkan dari website ini ?

 
TV Streaming
patriot
patriot
pendidikan
Majalah TNI
download
download
download
LPSE
LAKIP

Video TNI