3f804abd95730c82e6217735dd3ebf6a.jpg  

Geopark Indonesia Mendunia: Implementasi Sustainable Development Goalsmelalui Pengembangan Geopark

Sabtu, 14 Juli 2018 13:09:11 - Oleh : admin - Dibaca : 508 kali

Geopark Indonesia Mendunia: Implementasi Sustainable Development Goalsmelalui Pengembangan Geopark

Jakarta - Geopark adalah sebuah wilayah geografi yang memiliki warisan geologi dan keanekaragaman geologi yang bernilai tinggi, termasuk di dalamnya keanekaragaman hayati dan keragaman budaya yang menyatu di dalamnya, yang dikembangkan dengan tiga pilar utama, yaitu konservasi, edukasi dan pengembangan ekonomi lokal.Setelah sebelumnya ada dua taman bumi (geopark) Indonesia, yakni Batur dan Gunung Sewu yangmendapat predikat taman bumi global UNESCO (UNESCO Global Geopark) pada 2016, pada April 2018, ada dua taman bumi Indonesia yang kembali mendapat predikat yang sama dari UNESCO, yaitu Gunung Rinjani di Lombok, Nusa Tenggara Barat dan Ciletuh di Pelabuhan Ratu, Jawa Barat. Rinjani dan Ciletuh diakui bersama dengan sebelas taman bumi lainnya yang tersebar di Amerika Utara, Afrika, Eropa dan Asia. Dengan demikian, di Asia Tenggara, dari total enam UNESCO Global Geopark, empat di antaranya ada di tanah air. Indonesia juga memiliki tujuh kawasan Geopark Nasional, serta terdapat lebih kurang 80 kawasan yang menjadi kandidat Geopark Nasional pada 2025.

 

Dikutip dari laman UNESCO, UNESCO Global Geopark adalah sebuah wilayah geografis dimana situs dan lanskap yang menjadi aset geologis internasional dikelola dengan konsep konservasi, edukasi dan pemberdayaan masyarakat secara terpadu. Dengan konsep ini, sebuah taman bumi yang mendapat pengakuanUNESCO akan dikembangkan dengan pendekatan konservasi dan pembangunan berkelanjutan dengan melibatkan komunitas lokal. Saat ini, ada 140 taman bumi yang masuk dalam jejaring UNESCO. Taman-taman tersebut berada di 38 negara, empat diantaranya berada di Indonesia. Keanggotaan UNESCO Global Geopark dibatasi hanya empat tahun dan akan dilakukan peninjauan setelahnya. Untuk mendukung perkembangan Geopark, Kemenko Bidang Kemaritiman bersama dengan Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian ESDM, Kementerian Pariwisata, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyelenggarakan Konferensi Nasional I Geopark Indonesia pada Kamis pagi (12/7) di Gedung Saleh Afiff, Kementerian PPN/Bappenas.

 

Dengan masuknya Indonesia kedalam daftar UNESCO Global Geopark tersebut, Menteri Koordinator BidangKemaritiman Luhut B. Pandjaitan mengaku bangga. Menurutnya, ada banyak keuntungan yang dapat diperoleh Indonesia dengan pengakuan tersebut. "Geopark bisa menjadi  solusi alternatif pemanfaatan  kekayaan alam dan budaya untuk kebangkitan  ekonomi dan  pemberdayaan sosial yang tetap mengedepankan faktor pelestarian dan perlindungan lingkungan," ujarnya saat membuka Konferensi Nasional I Geopark Indonesia. Lebih jauh, Menko Luhut menyampaikan pasca pengakuan dua situs taman bumi Indonesia sebagai UNESCO Global Geopark tersebut, daya tarik kawasan sekaligus peluang investasi di beberapa sektor berpotensi untuk meningkat pesat. "Dari pengembangan geopark, sektor jasa wisata, industri UMKM, industri kreatif, perhotelan, pertanian, kuliner dan beberapa sektor terkait lainnya bisa tumbuh," beber Menko Luhut.

 

"Pengembangan geopark memberikan kontribusi nyata, antara lain, untuk pengembangan wilayah, peningkatan ketahanan masyarakat dari bencana, mendidik masyarakat pada kehidupan yang baik dengan menghormati budaya yang beragam, pemberdayaan perempuan untuk memperoleh tambahan sumber pendapatan, memberikan peluang pekerjaan bagi masyarakat dengan adanya wisata geopark, serta terjalinnya kerjasama antar daerah dan negara dalam mendayagunakan keragaman geologi, keragaman hayati dan budaya, serta jasa lingkungan (amenities) secara berkelanjutan," tegas Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro. Sebagaimana identifikasi yang dilakukan oleh UNESCO (2017), pengembangan geopark juga berkontribusi bagi upaya Indonesia dalam mencapai gol dan targetTujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals (TPB/SDGs). Secara konkret, pengembangan geopark direfleksikan sedikitnya dalam delapangol. Kedelapan tujuan tersebut, yakni: (i) Tujuan 1, Tanpa Kemiskinan; (ii) Tujuan 4, Pendidikan Berkualitas; (iii) Tujuan 5, Kesetaraan Gender; (iv) Tujuan 8, Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi; (v) Tujuan 11, Kota yang Berkelanjutan; (vi) Tujuan 12, Produksi dan Konsumsi yang Bertanggung Jawab; (vii) Tujuan 13, Penanganan Perubahan Iklim; serta (viii) Tujuan 17, Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

 

 

 

 

"Konferensi hari ini merupakan wahana untuk belajar dan berdiskusi, sekaligus menggali inovasi-inovasi untuk mewujudkan kesejahteraan ekonomi yang berkesinambungan, menjaga keberlanjutan kehidupan sosial masyarakat,  dan menjaga kualitas lingkungan hidup yang menjadi ruh pembangunan berkelanjutan melalui pengembangan geopark," tutur Menteri Bambang.Selain dihadiri Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan dan Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, Konferensi Nasional I Geopark Indonesia juga dihadiri Menteri Pariwisata Arief Yahya, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo dan Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf serta kalangan akademisi dan pegiat geopark, dengan total peserta konferensi mencapai lebih kurang 500 orang.Konferensi yang fokus membahas pengembangan geopark untuk pembangunan ekonomi berkelanjutan serta pelestarian lingkungan ini sekaligus menjadiawal bagi konferensi lanjutan berskala internasional yang akan dilangsungkan pada September 2019 mendatang dan untuk pertama kalinyaIndonesia akan bertindak sebagai tuan rumah Asia Pacific Geopark Network (APGN) Conference di lokasi UNESCO Global Geopark Rinjani, Mataram, Lombok.

 

 

Jakarta, 12 Juli 2018

 

Thohir Afandi                                                                                                                                                           

Plt. Kepala Biro Humas dan TataUsahaPimpinan                                                           

Kementerian PPN/Bappenas                                                                                 

 

Latief Nurbana

Kepala Biro Informasi dan Hukum

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman

 

 

Untuk informasi lebihlanjut:

Biro Humas dan Tata Usaha Pimpinan                                                                                                

Kementerian PPN/Bappenas                                                                                

Jl. Taman Suropati No. 2, Jakarta Pusat 10310                                                                 

Telepon: (021) 31936207, Faks.: (021) 31901154                                             

e-mail: humas@bappenas.go.id

 

Biro Informasi dan Hukum                                                                                      

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman

JL. M.H. Thamrin No. 8, Jakarta Pusat 10340

Telepon: (021) 23951100, Faks.: (021) 3141790

e-mail: biroinfokum@maritim.go.id

 

bekerjasama dengan Tim Komunikasi Pemerintah Kemkominfo

 

 

Saya adalah bapak dari tiga angkatan yaitu AD, AL dan AU, untuk itu saya harus bersikap adil terhadap tiga angkatan. Dalam kedinasan sehari-hari saya menggunakan baju loreng TNI sebagai perwujudan integrasi tiga angkatan.
Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. S.IP
Pengumuman
Siaran Pers
Amanat
Berita Media
Rabu, 30 Januari 2019
Lama Tertunda, TNI Akhirnya Bentuk Satuan Baru, Kogabwilhan
Jum`at, 11 Januari 2019
TNI Pesan Lagi 8 Helikopter H225M, Airbus: Telah Teruji di Medan Tempur
Jum`at, 30 November 2018
Kapolri Dan Panglima TNI Koordinasi Operasi Lilin Dan Perkembangan Kamtibmas 2018
Kamis, 29 November 2018
Panglima TNI Sebut Pengadaan Persenjataan Renstra 2015-2019 Sudah Sesuai
Selasa, 27 November 2018
TNI AD Kembali Juara Tembak ASEAN, Jokowi: Rakyat Sangat Bangga!