3f804abd95730c82e6217735dd3ebf6a.jpg  

Pangdam XVII/Cenderawasi Dinobatkan Menjadi Kepala Suku Besar Papua

Senin, 1 Oktober 2018 16:47:54 - Oleh : admin - Dibaca : 341 kali

Pangdam XVII/Cenderawasi Dinobatkan Menjadi Kepala Suku Besar Papua

Bertempat di Wilayah Pegunungan Jayawijaya Papua, tepatnya di Distrik Silo Karno Doga Kab. Jayawijaya Prov. Papua, beberapa waktu lalu, Pangdam XVII/Cenderawasi Mayor Jenderal TNI George Elnadus Supit mendapat kehormatan dengan dinobatkan menjadi Kepala Suku Besar Papua oleh setidaknya 40 orang Kepala Suku dari Wilayah Pegunungan Tengah Papua serta beberapa orang perwakilan kepala suku dari wilayah pesisir.

Distrik Silo Karno Doga memiliki sejarah penting dalam perjuangan Rakyat Papua bergabun ke dalam bingkai NKRI. Dimana pada masa Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) 1969, Papua bergabung kedalam wilayah NKRI. Kepala Suku Besar Pegunungan Tengah Jayawijaya Papau yang bernama Silo Doga bersama kepala suku-kepala suku lainnya antara lain Kurulu Mabel, Ukuemearek Asso dan lain-lain merupakan pejuang-pejuan Pepera yang sejak awal menyatakan kesetiaannya bergabung dengan NKRI dan menolak penjajahan pendudukan Kolonial Belanda. Para kepala suku tersebut mendirikan markas perjuangan di Wamena dan sekarang gedung tersebut menjadi Kantor/Studio RRI Wamena Kab. Jayawijaya.

Pada suatu kesempatan Kepala Suku Silo Doga beserta kepala suku lainnya diundang oleh Presiden RI Pertama Sukarno ke istana merdeka Jakarta, saat itulah terjadi ikrar kesetiaan para kepala suku pegunungan tengah Papua yang dipimpin oleh Silo Doga di hadadapan Sukarno bahwa Papua adalah bagian dari NKRI. Sebagai tanda kesetiaan dan persaudaraan Silo Doga meminta kepada Presiden agar nama Sukarno disisipkan ke dalam nama Kepala Suku Papua menjadi Silo Karno Doga. Setelah kembali ke Papua, wilayah Ulayatnya dinamakan wilayah Silo Karno Doga dan sekarang menjadi Distrik Silo Sukarno Doga (Distrik dengan Wilayah terluas di Kab. Jayawijaya). Demikian Kepala suku Alex Doga menuturkan.

Prosesi pengukuhan dan penobatan Pangdam XVII/Cenderawasi selaku Kepala Suku Besar Papua terlebih dahulu Mayjen Supit diajak masuk kedalam sebuah Honay (rumah adat). Honay merupakan simbol kehormatan dan harga diri masyarakat adat Pegunungan Tengah Papua. 

 

 

Saya adalah bapak dari tiga angkatan yaitu AD, AL dan AU, untuk itu saya harus bersikap adil terhadap tiga angkatan. Dalam kedinasan sehari-hari saya menggunakan baju loreng TNI sebagai perwujudan integrasi tiga angkatan.
Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. S.IP
Pengumuman
Siaran Pers
Amanat
Berita Media
Jum`at, 30 November 2018
Kapolri Dan Panglima TNI Koordinasi Operasi Lilin Dan Perkembangan Kamtibmas 2018
Kamis, 29 November 2018
Panglima TNI Sebut Pengadaan Persenjataan Renstra 2015-2019 Sudah Sesuai
Selasa, 27 November 2018
TNI AD Kembali Juara Tembak ASEAN, Jokowi: Rakyat Sangat Bangga!
Selasa, 27 November 2018
Jokowi Minta TNI Respons Perubahan Global
Selasa, 27 November 2018
Di Depan Jokowi, Panglima Pastikan TNI AD Juara Umum AARM 2018