3f804abd95730c82e6217735dd3ebf6a.jpg  

Dua Pesawat Legendaris TNI AU, Jadi Penghuni Muspusdirla

Jum`at, 12 Oktober 2018 13:11:14 - Oleh : admin - Dibaca : 50 kali

Dua Pesawat Legendaris TNI AU, Jadi Penghuni Muspusdirla

Dua pesawat legendaris yang pernah dioperasikan TNI AU, masing-masing MiG 17 PF dan Helikopter _Hughes 500_,  menjadi koleksi baru Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala  (Muspusdirla) Yogyakarta.

Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Yuyu Sutisna, SE, MM., memimpin peresmian kedua pesawat yang pernah berjaya di era 60-an (MiG 17) dan era 90-an (_Hughes 500_) di  Muspusdirla Lanud Adisutjipto Yogyakarta, Kamis petang (11/10). 

Dalam amanatnya Kasau mengatakan, penempatan kedua pesawat ini sebagai koleksi  di Muspusdirla, karena kedua pesawat ini memiliki sejarah yang sangat penting yang perlu diketahui oleh masyarakat, khususnya generasi penerus.

"Saya tidak ingin pesawat-pesawat yang memiliki sejarah penting ini akhirnya hilang begitu saja, oleh karena itu saya minta ditempatkan di museum agar nilai sejarahnya tetap terpelihara," ujar Kasau.

Dalam catatan sejarah TNI AU, pesawat MiG 17 PF yang awalnya menempati Skadron Udara 11 Lanud Iswahjudi ini memiliki peran penting, yaitu sebagai pesawat tempur buru sergap yang saat operasi Trikora (pembebasan Irian Barat tahun 1962) banyak melakukan pengusiran pesawat-pesawat Belanda.   

Sementara helikopter Hughes 500, berjasa dalam melahirkan penerbang-penerbang helikopter TNI AU tangguh.  Helikopter buatan _Hughes Industry_ Amerika Serikat ini, masuk di jajaran TNI AU pada 1990-an dan ditempatkan di Skadron  Udara 7 Lanud Atang Sendjaja Bogor sebagai helikopter latih bagi siswa penerbang latih lanjut pesawat helikopter. 

Di Muspusdirla, pesawat MiG 17 PF merupakan koleksi pesawat yang ke-57 dan helikopter Hughes 500 sebagai koleksi yang ke-58.

Ke depan, Kasau juga berniat membangun museum elektronika dan museum persenjataan di areal Muspusdirla. Keberadaan dua museum tersebut, nantinya akan melengkapi koleksi yang sudah ada, yaitu koleksi pesawat dan juga koleksi mesin pesawat.

Dengan terbangunnya kedua museum tersebut,  Kasau berharap Muspusdirla akan menjadi museum yang  terlengkap.

"Saya berkomitmen akan terus melengkapi koleksi museum ini, sehingga Muspusdirla ke depan akan menjadi kebanggaan kita," pungkas Kasau.

 

Saya adalah bapak dari tiga angkatan yaitu AD, AL dan AU, untuk itu saya harus bersikap adil terhadap tiga angkatan. Dalam kedinasan sehari-hari saya menggunakan baju loreng TNI sebagai perwujudan integrasi tiga angkatan.
Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. S.IP
Pengumuman
Siaran Pers
Amanat
Berita Media
Kamis, 20 September 2018
Soal Pemilu, Panglima TNI: Laporkan Bila Ada Anggota Tak Netral
Selasa, 18 September 2018
TNI Siap Luncurkan Kapal Selam Karya Anak Indonesia
Kamis, 13 September 2018
11 Jet Sukhio Siap Perkuat TNI AU
Jum`at, 27 Juli 2018
Panglima TNI: Komando Operasi Nasional Terus Dikaji
Kamis, 26 Juli 2018
Menjelang Asian Games TNI Tingkatkan Patroli Cyber