3f804abd95730c82e6217735dd3ebf6a.jpg  

BREVET KEBANGGAAN HIU KENCANA DISEMATKAN UNTUK EMPAT ORANG PATI

Rabu, 20 Mei 2009 00:00:00 - Oleh : puspen - Dibaca : 2134 kali

DISPENAL (20/5),- Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), Laksamana TNI Tedjo Edhy Purdijatno, S.H. memberikan ucapan selamat kepada empat orang Perwira Tinggi yakni Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri (Kapolri), Laksdya TNI Moekhlas Sidik, MPA (Wakasal), Letjen TNI Lilik AS Sumaryo, S.IP. (Irjen TNI) serta Marsdya TNI Edy Harjoko (Dansesko TNI) seusai acara penyematan Brevet Hiu Kencana dan diangkat sebagai warga kehormatan kapal selam oleh Komandan Satuan Kapal Selam, Kolonel Laut (P) Tunggul Suropati, pada kedalaman sekitar 13 meter di bawah laut Perairan Selat Sunda. Pada upacara penyematan tersebut turut menyaksikan adalah Gubernur Provinsi Banten Ratu Atut Chosiyah dan Kapolda Banten Brigjen Pol Rumiah serta Komandan KRI Cakra-401 Letkol Laut (P) Iwan Isnurwanto, SH, MAP.  

Dalam amanatnya Kasal menyampaikan, Brevet Hiu Kencana bukan sekedar brevet yang melekat di dada kanan setiap pengawak kapal selam. Pada setiap pemakainya melekat pula kebanggaan, semangat juang pantang menyerah dan dedikasi untuk selalu mengabdi kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dan Brevet Hiu Kencana diberikan kepada orang-orang terpilih untuk diangkat sebagai Warga Kehormatan Kapal Selam. Didasarkan atas jasa-jasa orang tersebut atas dukungannya terhadap pembinaan kapal selam sebagai salah satu senjata strategis dalam Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT).  

Pemberian gelar Warga Kehormatan Kapal Selam dan penyematan Brevet Hiu Kencana kepada putra bangsa yang dinilai berjasa mendukung pembinaan kapal selam telah menjadi tradisi warga kapal selam. Orang pertama yang diangkat sebagai Warga Kehormatan Hiu Kencana adalah Almarhum Jenderal Besar TNI AH Nasution yang disematkan pada tanggal 21 Desember 1959 di Perairan Teluk Jakarta dengan kapal selam RI Nanggala.  

Para Warga Kehormatan Hiu Kencana lainnya diantaranya adalah Letjen TNI Marinir (Purn) Ali Sadikin, Almarhum Jenderal TNI (Purn) M. Yusuf, Almarhum Jenderal TNI (Purn) Edi Sudrajat, Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno, Laksamana TNI (Purn) Widodo AS, Laksamana TNI (Purn) Arief Kushariadi, Laksamana TNI (Purn) Slamet Soebijanto dan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono serta Panglima TNI, Jenderal TNI Joko Santoso . 

Lebih lanjut Kasal menyampaikan bahwa Keampuhan operasi kapal selam terletak pada kerahasiaannya atau disebut dengan Silent Warrior dari mulai perencanaan operasi, kesiapan tempur hingga pelaksanaan operasi itu sendiri. Karena keberadaan sistem senjata yang dimiliki kapal selam sangat strategis serta memiliki efek detterent sehingga kapal selam mempunyai kekuatan penangkal, kekuatan pukul dan kekuatan penghancur yang menentukan dan dapat melakukan penetrasi jauh ke dalam daerah pertahanan lawan. Sehingga dalam penempatan awak kapal selam, sangat memperhatikan test psikologis, kesehatan kesemaptaan dan keterampilan selalu di atas rata-rata dibandingkan pengawak kapal atas air.  

Pada kesempatan tersebut Kadispenal, Laksma TNI Iskandar Sitompul, S.E. mengatakan bahwa Kapal Selam Cakra-401 sendiri dibangun pada tahun 1978 di Kiel Jerman Barat dan resmi masuk dalam jajaran Armada TNI AL pada tanggal 8 Juli 1981. Keberadaan KRI Cakra-401 adalah menggantikan KRI Cakra Type Whiskey (Kapal Selam buatan Rusia) yang telah beroperasi sejak 1959 dan dibebas tugaskan pada tahun 1981. Kapal yang dibekali dengan persenjataan 8 Torpedo Tube dan 14 torpedo SUT ini telah melaksanakan beberapa operasi pertempuran diantaranya di Aceh, Timor Timur, dan Papua. KRI Cakra juga terlibat dalam berbagai latihan gabungan seperti Armada Jaya, Latgab TNI, Latopslatgab, PPRC juga latihan penembakan Torpedo SUT.  

KRI Cakra-401 merupakan salah satu jenis Kapal Selam dari sejumlah Kapal Selam yang dimiliki oleh Armada TNI AL yang keberadaannya mutlak diperlukan dalam susunan Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT) dalam rangka menjaga kedaulatan NKRI. Terakhir KRI Cakra melaksanakan paska perbaikan (overhaul) di galangan kapal Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering di Korea Selatan pada tahun 2004, demikian ditambahkan Kadispenal.

 

Panglima TNI bertekad membangun prajurit yang profesional, disiplin, militan dan rendah hati
Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.IP
Pengumuman
Siaran Pers
Amanat
Berita Media
Jum`at, 12 April 2019
Final Piala Presiden 2019, Panglima TNI Imbau Kedua 10 Apr 2019 Suporter Tertib
Rabu, 30 Januari 2019
Lama Tertunda, TNI Akhirnya Bentuk Satuan Baru, Kogabwilhan
Jum`at, 11 Januari 2019
TNI Pesan Lagi 8 Helikopter H225M, Airbus: Telah Teruji di Medan Tempur
Jum`at, 30 November 2018
Kapolri Dan Panglima TNI Koordinasi Operasi Lilin Dan Perkembangan Kamtibmas 2018
Kamis, 29 November 2018
Panglima TNI Sebut Pengadaan Persenjataan Renstra 2015-2019 Sudah Sesuai