3f804abd95730c82e6217735dd3ebf6a.jpg  

KEMENSOS HADIRKAN BERAGAM LAYANAN DAN PROGRAM BAGI PENYANDANG DISABILITAS Dalam Perayaan Hari Disabilitas Internasional 2018 di Mal Sumarecon Bekasi

Rabu, 5 Desember 2018 09:13:03 - Oleh : admin - Dibaca : 562 kali

KEMENSOS HADIRKAN BERAGAM LAYANAN DAN PROGRAM BAGI PENYANDANG DISABILITAS Dalam Perayaan Hari Disabilitas Internasional 2018 di Mal Sumarecon Bekasi

Jakarta (3Desember 2018) - Menteri Sosial RI Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan Negara menjamin kelangsungan hidup setiap warga negara, termasuk penyandang disabilitas yang mempunyai kedudukan hokum dan memiliki hak asasi manusia yang sama sebagai warga negara.

 

"Untuk mewujudkannya, pemerintah telah menerbitkan Undang Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. Melalui pijakan peraturan perundang-undangan ini pemerintah mengajak semua pihak untuk mewujudkan kesamahaan hak dan kesempatan bagi penyandang disabilitas menuju kehidupan yang sejahtera, mandiri dan tanpa diskriminasi. Menuju Indonesia yang Inklusidan Ramah Disabilitas," terang Menteri disela-sela meninjau gerai layanan disabilitas di Mal Sumarecon Bekasi, Senin.

 

Beragam upaya, lanjutnya, telah dilakukan pemerintah bersama para stakeholder dalam rangka pemenuhan hak dasar penyandang disabilitas. Oleh karena itu dalam rangka Peringatan HDI 2018 di Bekasi ini Kementerian Sosial menghadirkan ekspos program/layanan inklusif dan produk penyandang disabilitas.

 

"Melaluikegiatanini kami ingin mengajak masyarakatuntukmelihatsecaralangsung program-program ramahdisabilitas yang telahdilaksanakan di Indonesia sertamempromosikankarya-karyapenyandangdisabilitas yang kreatifdaninovatif," tuturMenteriAgus.

 

Menurut dia, perkembangan program dan layanan inklusif di Indonesia perlu terus didorong agar Indonesia semakin Inklusi dan ramah disabilitas. Sebagaimana tema internasional HDI 2018 "Empowering Persons With Disabilities and ensuring inclusiveness and equality" yang di Indonesia diterjemahkandalamtemanasional "Indonesia Inklusidan Ramah Disabilitas".

 

Sejalan dengan tema HDI 2018, lanjutnya, ekspos program/layanan inklusif dan produk penyandang disabilitas diharapkan dapat membuka wawasan masyarakatakan potensi dan kemampuan yang dimiliki penyandang disabilitas, sehingga akan dapat menurunkan stigma masyarakat terhadap penyandang disabilitas.

 

"Hal tersebutakan dapat mengeliminir hambatan-hambatan yang terjadi di dalam lingkungan masyarakat yang selama ini sering dialami oleh penyandang disabilitas," terangnya.

 

Ketua Umum Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Gufron Sakaril menyambut baik perayaan HDI 2018.

 

"Kami berharap andai peringatan Hari Disabilitas Internasional semacam ini dilaksanakan setiap hari sehingga _mainstreaming_ disabilitas akan lebih baik lagi. Karena melalui momentum ini public terus diingatkan bahwa kita semua setara dan hak-hak dasar kami juga harus dipenuhi seperti halnya warga negara Indonesia yang lain," katanya.

 

Seorang penyandang disabilitas Rungu Wicara Aqilah Fidelma yang ditemui di lokasi acara mengaku senang hadir di acara HDI 2018. Ia berharap kegiatan semacam ini bisa terus digelar sesering mungkin.

 

"Senang bisa melihat sesame penyandang disabilitas berkumpul. Ada yang menari, menyanyi, dan bisa berkenalan dengan teman-teman baru," kata Aqilah yang dating dari Cibinong ini.

 

Siswi kelas VII SLB Tuna Rungu Santi Rama Cipete, Jakarta Selatan ini mengaku ingin menjajal alat bantu dengar yang ada di salah satu gerai pameran.

 

Ekspos Program, Layanan Inklusif dan produk penyandang disabilitas menampilkan 70 gerai dengan pembagian 7 kelompok. Kementerian Sosial bekerjasama dengan berbagai organisasi penyandang disabilitas, lembaga pemerintah dan kementerian terkait dalam menghadirkan layanan di setiap gerai. Yakni Ditjen Dukcapil Kemendagri, Dukcapil Kota danKabupaten Bekasi, KorlantasPolri, BareskrimPolri, HWDI, PERADI, PPUA danPokja RPP, Direktorat PKLK Disdasmen, IPB, UNJ dan UNIKA Atmajaya, BPJS Ketenagakerjaan, BKN, Kemenakertrans, ALFA CORP Kemenkes, PERDOSRI, PERDAMI, Komunitas Indonesia Rare Disorder, Perhimpunan Jiwa Sehat, Ikatan Therapis Wicara, Yayasan Autisme Indonesia, Komnas PGPKT dan PT. ABDI, YKTD, YSKI, OHANA Indonesia, UNDIP Semarang, UGM Yogyakarta, HIMBARA, dan Kementerian PPA, HWDI, dan Gerkatin.

 

Masing-masing mitra kerja tersebut bertanggungjawab terhadap setiap gerai dan memberikan layanannya kepada penyandang disabilitas.

 

Pertama, Gerai Pendataan dan Identitas, Politik, Keadilan dan Perlindungan Hukum. Di sini pengunjung dapat mendaftarkan layanan KTP, Akte Lahir, KIA, Layanan perpanjangan STNK dan SIM untuk penyandang disabilitas, Layanan Informasi dan Pendataan untuk Kartu Disabilitas, layanan informasi dan konsultasi mengenai Pemilu Akses, serta pembuatan dan perpanjangan paspor penyandang disabilitas.

 

Kedua, di Gerai Pendidikan, Pekerjaan, Kewirausahaan dan UKM. Pada gerai ini pengunjung dapat menyimak profil sekolah dan kampus inklusi, Pendidikan vokasi, Program Return to Work, Pendaftaran Kepersataan BPJS Ketenagakerjaan, Program KLOB (Kepribadian kerja, minat kerja dan nilai kerja), Profil Disabilitas yang menjadi ASN, Simulasites CAT bagi penyandang disabilitas, Layanan informasi penempatan tenaga kerja, Bursa penerimaan karyawan disabilitas, sertamenyaksikanpameranhandycraft, aksesories, ukiran Jepara dan produk disabilitas.

 

Ketiga, Gerai Kesehatan, Kesejahteraan Sosial dan Alat Bantu. Gerai ini menghadirkan layanan konsultasi gizi, pemeriksaaan dan konsultasi kesehatan mata, terapi anak dan konsultasi faktor genetic, informasi tentang Penyandang Disabilitas Mental, konseling wicara, dll. Di bidang kesejahteraan sosial, pengunjung dapat melihat langsung bagaimana para penyandang disabilitas membuat batik ciprat, modifikasi Kursi Roda, layanan Refleksi dan pameran alat bantu penyandang disabilitas netra, serta pameran produk-produk Balai  Rehabilitasi Sosial milik Kemensos.

 

Masih di gerai ketiga ini, pengunjungakan mendapat layanan konsultasi autism dan pameran inovasi traker, pemeriksaan telinga, pameran kursi roda khusus dan bengkel kursi roda, inovasi tangan bionic, tangan mekanik dan kaki tiruan, inovasi sarung tangan Bahasa Isyarat, dan inovasi robotic.

 

Keempat, Gerai Keolahragaan. Di gerai ini ditampilkan Profil Atlet Asian Paragames peraih medali emas yang merupakan binaan Kementerian Sosial, media permainan Boccia dan catur penyandang disabilitas netra.

 

Kelima, Gerai Transportasi, Kebudayaan dan Pariwisata yang akan menghadirkan pameran mobil akses Kementerian Sosial, Designer Disabilitas dan Pelukis Disabilitas dari Bandung.

 

Keenam, Gerai Aksesibilitas dan Keuangan Inklusi yang menghadirkan Informasi Literasi Penyandang Disabilitas dari BLBI Abiyoso dan Badan Informasi Geospacial, terdiri dari mobil Perpustakaan keliling, buku braille dan buku bicara dan Atlas timbul. Kemudian layanan keuangan inklusi dari Himpunan Bank Milik Negara (HIMBARA)

 

Ketujuh, Booth Kebencanaan, AnakdanPerempuanPenyandangDisabilitas. Di geraiiniterdapatberagaminformasidansimulasi video tracer danpelayanankasus, informasimengenaialurlayanandanmobil Tim ReaksiCepat (TRC) Kemensos, informasilayanandisabilitasperempuandananaksertapojokkonseling.

 

Sementara itu berdasarkan pantauan, Mensos yang hadir bersama Ibu Loemongga Gumiwang Kartasasmita meninjau setiap gerai dan berbincang dengan para pengunjung.  Dengan setia keduanya berhenti setiap kali ada pengunjung yang minta foto bersama dan bersalam-salaman.

 

Sementara itu melalui berbagai saluran media, Acara Puncak HDI 2018 terus digaungkan dengan isu utama adalah pemenuhan hak penyandang disabilitas dengan menggelar berbagai aktifitas.

 

Di media sosial, Kementerian Sosial mengajak netizen berbagi pengalaman dan kisah inspiratif memiliki keluarga atau sahabat penyandang disabilitas, jajak pendapat seputar pemahaman tentang seberapa jauh pemahaman netizen terhadap isu-isu disabilitas, serta mengajak mereka terlibat aktif dalam kampanye social melalui hashtag #indonesia ramah disabiltias dan menghadiri acara puncak HDI 2018 di Bekasi yang kita saksikan bersama-sama mulaihari ini.

 

Sebagai puncak peringatan HDI 2018, hari ini Presiden Republik Indonesia Joko Widodo hadir dan bersapa dengan penyandang disabilitas di arena acara.

 

Gufron menilai HDI 2018 yang dihadiri Presiden sangat bermakna besar dalam pembangunan disabilitas di Indonesia.

 

Biro HubunganMasyarakatKementerianSosial RI

 

 

Saya adalah bapak dari tiga angkatan yaitu AD, AL dan AU, untuk itu saya harus bersikap adil terhadap tiga angkatan. Dalam kedinasan sehari-hari saya menggunakan baju loreng TNI sebagai perwujudan integrasi tiga angkatan.
Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. S.IP
Pengumuman
Siaran Pers
Amanat
Berita Media
Rabu, 15 Mei 2019
Safari Ramadan di Medan, Panglima TNI Serukan Jaga Persatuan dan Kesatuan
Rabu, 15 Mei 2019
Panglima TNI dan Kapolri Melakukan Kunjungan Kerja Safari Ramadhan di Wilayah Kodam III/Siliwangi
Jum`at, 12 April 2019
Final Piala Presiden 2019, Panglima TNI Imbau Kedua 10 Apr 2019 Suporter Tertib
Rabu, 30 Januari 2019
Lama Tertunda, TNI Akhirnya Bentuk Satuan Baru, Kogabwilhan
Jum`at, 11 Januari 2019
TNI Pesan Lagi 8 Helikopter H225M, Airbus: Telah Teruji di Medan Tempur