3f804abd95730c82e6217735dd3ebf6a.jpg  

KRI Surik-645 Tangkap Kapal Kargo Tanpa Surat Ijin Usaha Pelayaran Di Perairan Pulau Rangsang

Senin, 7 Januari 2019 12:17:55 - Oleh : admin - Dibaca : 41 kali

KRI Surik-645 Tangkap Kapal Kargo Tanpa Surat Ijin Usaha Pelayaran Di Perairan Pulau Rangsang

Keberadaan Unsur KRI Jajaran Koarmada I dalam memberantas kegiatan ilegal dan menegakkan hukum di laut terus membuahkan hasil. Kali ini KRI Surik-645 berhasil menangkap Kapal Cargo yang memuat Kelapa tidak memiliki Surat Ijin Usaha Pelayaran (SIUPER) di Perairan Pulau Rangsang. Minggu (6/1).

Penangkapan berawal saat KRI Surik-645 melaksanakan patroli sektor di sekitar Perairan Karimun Kepri mendapatkan kontak kapal pada posisi 01° 18 137" U - 103° 02 127" T, tepatnya di Perairan Utara Pulau Rangsang. Menindaklanjuti hal tersebut, KRI Surik-645 melaksanakan Pengejaran, Penangkapan, dan Penyelidikan (Jarkaplid) dilanjutkan dengan Peran Pemeriksaan dan Penggeledahan terhadap muatan, personel dan dokumen kapal tersebut.

Dari hasil pemeriksaan diketahui nama Kapal KM. Nusa Dua 8, Kebangsaan Indonesia, Jenis Kapal Cargo Kayu, Pemilik PT. Surya Bahari/Kian Ho,  Jumlah ABK 5 orang (termasuk Nahkoda), Muatan Kelapa 90.000 pcs, Rute Pelayaran dari Sungai Guntung Indragiri Hilir Riau tujuan Batu Pahat (Malaysia).

Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, Kapal KM. Nusa Dua 8 melakukan pelanggaran karena diduga tidak memiliki SIUPER melanggar Pasal 33 UU Pelayaran Nomor 17 Tahun 2008 jo Pasal 290 UU Pelayaran Nomor 17 Tahun 2008 dengan ancaman pidana penjara maksimal 1 tahun atau denda maksimal 200 juta rupiah, Surat Persetujuan Trayek Tidak Tetap (RPK) dari Dishubla Provinsi Riau tidak berlaku (nama perusahaan berbeda dengan SIUPER) melanggar Pasal 28 (6) UU Pelayaran Nomor 17 Tahun 2008 jo Pasal 59 (1) UU Pelayaran Nomor 17 Tahun 2008 dengan ancaman administratif maksimal pencabutan izin atau pencabutan sertifikat, Tiga (3) ABK tidak memiliki Surat Perjanjian Kerja Laut, dan terdapat kecurigaan dimana didalam folder dokumen kapal terdapat tiga (3) lembar dokumen SIUPER untuk yang semuanya berbeda nama perusahaan.

 

 

Saya adalah bapak dari tiga angkatan yaitu AD, AL dan AU, untuk itu saya harus bersikap adil terhadap tiga angkatan. Dalam kedinasan sehari-hari saya menggunakan baju loreng TNI sebagai perwujudan integrasi tiga angkatan.
Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. S.IP
Pengumuman
Siaran Pers
Amanat
Berita Media
Jum`at, 11 Januari 2019
TNI Pesan Lagi 8 Helikopter H225M, Airbus: Telah Teruji di Medan Tempur
Jum`at, 30 November 2018
Kapolri Dan Panglima TNI Koordinasi Operasi Lilin Dan Perkembangan Kamtibmas 2018
Kamis, 29 November 2018
Panglima TNI Sebut Pengadaan Persenjataan Renstra 2015-2019 Sudah Sesuai
Selasa, 27 November 2018
TNI AD Kembali Juara Tembak ASEAN, Jokowi: Rakyat Sangat Bangga!
Selasa, 27 November 2018
Jokowi Minta TNI Respons Perubahan Global