3f804abd95730c82e6217735dd3ebf6a.jpg  

Panglima TNI Sebagai Pembicara Peluncuran Buku "Komandan Siluman Merah"

Jum`at, 1 Maret 2019 22:36:58 - Oleh : admin - Dibaca : 304 kali

Panglima TNI Sebagai Pembicara Peluncuran Buku

 

 

 

(Puspen TNI).   Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. sebagai salah satu pembicara pada acara peluncuran buku Letjen TNI (Purn) Achmad Wiranatakusumah : "Komandan Siluman Merah", di Gedung Serba Guna Galeri Nasional, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Jumat malam (1/3/2019).

Panglima TNI mengatakan bahwa Letjen TNI (Purn) Achmad Wiranatakusumah adalah satu diantara sesepuh TNI yang menjadi legenda.  "Beliau terkenal karena menjadi sikap, teladan, serta kepemimpinan yang menonjol, tidak hanya di masa damai, tetapi juga di masa perang dan perjuangan", ucapnya.

Menurut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, cerita kehidupan Letjen TNI (Purn) Achmad Wiranatakusumah sesungguhnya tidak sekedar bagian dari catatan sejarah TNI dan bangsa ini, tetapi lebih penting lagi, merupakan sumber inspirasi bagi generasi penerus.

Pembicara lain pada acara peluncuran buku tersebut, diantaranya Marsda TNI Kisenda Wiranata (Kepala BAIS TNI), Eduard Lukman (mantan Editor Majalah Angkasa dan Dosen UI), serta Kusnanto Anggoro (Peneliti dan Pengamat Militer dan Pertahanan).

Buku Letjen TNI (Purn) Achmad Wiranatakusumah "Komandan Siluman Merah", ditulis oleh Pak Aam Taram R.H. Sastanegara dan Iid D. Yahya dengan editor Pak Hendri F. Isnaeni.

Letjen TNI (Purn) Achmad Wiranatakusumah berperan penting dalam berbagai peristiwa sejarah Indonesia.  Pada masa itu, beliau telah menyadari bahwa Indonesia akan merdeka dan membangun pasukan di Ciwidey.

Pada masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan,  Letjen TNI (Purn) Achmad Wiranatakusumah bersama pasukannya Batalion Siluman Merah A3W (Ayax en drie Willem, kontak radio Achmad) bergabung dengan Divisi Siliwangi. Sebagai Komandan Batalion Siluman Merah, beliau menjalani peristiwa penting bagi Divisi Siliwangi yaitu hijrah ke Jawa Tengah dan longmarch kembali ke Jawa Barat.

Letjen TNI (Purn) Achmad Wiranatakusumah juga memimpin rombongan terakhir yang terbesar mencapai 2.500 orang. Dalam perjalanan yang panjang dan lama, beliau bersama pasukannya harus menghadapi dua musuh sekaligus, yaitu Belanda dan DI/TII SM Kartosoewirjo.

Selain itu juga, Letjen TNI (Purn) Achmad Wiranatakusumah terlibat dalam penumpasan gerakan merongrong Republik Indonesia, yaitu pemberontakan PKI di Madiun, Republik Maluku Selatan dan pemberontakan Angkatan Perang Ratu Adil serta peristiwa Zulkifli Lubis.

Dalam rangka Trikora, Letjen TNI (Purn) Achmad Wiranatakusumah mendapat tugas membangun Tjaduad (Tjadangan Umum Angkatan Darat) yang kemudian menjadi Kostrad.  Beliau menjabat Kepala Staf dengan komandannya Mayjen TNI Soeharto.  Pasca Operasi Trikora, beliau ditunjuk menjadi Ketua Tim Serah Terima Kekuasaan atas Irian Barat dari Belanda kepada Indonesia.

Panglima TNI bertekad membangun prajurit yang profesional, disiplin, militan dan rendah hati
Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.IP
Pengumuman
Siaran Pers
Amanat
Berita Media
Rabu, 30 Januari 2019
Lama Tertunda, TNI Akhirnya Bentuk Satuan Baru, Kogabwilhan
Jum`at, 11 Januari 2019
TNI Pesan Lagi 8 Helikopter H225M, Airbus: Telah Teruji di Medan Tempur
Jum`at, 30 November 2018
Kapolri Dan Panglima TNI Koordinasi Operasi Lilin Dan Perkembangan Kamtibmas 2018
Kamis, 29 November 2018
Panglima TNI Sebut Pengadaan Persenjataan Renstra 2015-2019 Sudah Sesuai
Selasa, 27 November 2018
TNI AD Kembali Juara Tembak ASEAN, Jokowi: Rakyat Sangat Bangga!