3f804abd95730c82e6217735dd3ebf6a.jpg  

Minim pengajar di Perbatasan RI-PNG, Kepsek minta bantuan Satgas Yonif PR/328

Kamis, 7 Maret 2019 21:36:09 - Oleh : admin - Dibaca : 54 kali

Minim pengajar di Perbatasan RI-PNG, Kepsek minta bantuan Satgas Yonif PR/328

Minimnya tenaga pengajar, Papua membuat Kepala Sekolah (Kepsek)  SD Negeri Inpres Yowong, Distrik Arso Barat meminta kepada Satgas Pamtas PR 328/DGH untuk membantu mengajar.

Hal tersebut disampaikan Dansatgas  Mayor Inf Erwin Iswari, S.Sos., M.Tr (Han) dalam rilis tertulisnya di Papua, Rabu (6/3/2019).


Diungkapkan Dansatgas bahwa saat ini SD Negeri Inpres Yowong hanya memiliki 3 orang guru yang aktif mengajar, sementara itu jumlah siswa dari kelas 1 sampai dengan kelas 6 sejumlah 29 orang.


"Selain itu, dalam proses belajar sendiri menurut pihak sekolah tidak berjalan dengan lancar, karena lokasinya cukup jauh sehingga guru pun mengalami kendala,"ujar Erwin.


"Karena kondisi tersebut, pihak sekolah melalui Kepsek meminta kepada anggota Pos Skamto untuk membantu mereka mengajar di sekolah," tambanya.


Memang, lanjut Erwin, anggota kami tidak memiliki dasar sebagai pendidik tapi untuk para Bintara dan Perwira pada dasarnya diberikan kemampuan mengajar dan melatih di satuan, sehingga dengan adanya permintaan dari pihak sekolah itu tidak dapat ditolaknya.


"Sebagian besar prajurit kita saat ini lulusan SMA, namun ada juga yang memiliki latar belakang Sarjana, sehingga mereka pun berkeyakinan dapat membantu mengajar dan  mentransferkan pengetahuan kepada anak-anak," jelasnya.


"Tekad lainnya adalah sebagai prajurit, kita juga ingin menularkan dan menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan menumbuhkan semangat nasionalisme kepada generasi muda yang berada di ujung negara ini," imbuhnya.


Menurut Erwin, anggota yang bertugas mengajar pun secara sukarela dan tidak ada upaya memberatkan pihak sekolah maupun keluarga pelajar.


"Sedangkan untuk tugas menjaga keamanan diwilayah perbatasan lainya, diatur secara bergiliran,"tegasnya.
"Perlu diketahui, tugas kita di sini bukan hanya standby di pos atau istilah lucunya yaitu makan tidur,  namun justru kita lebih melakukan upaya pembinaan teritorial kepada warga untuk turut berpartisipasi menjaga wilayah ini," Erwin menambahkan.

Berdasarkan permintaan dari sekolah dan keinginan untuk membantu para generasi muda tadi, maka dirinya pun mengijinkan beberapa orang anggota Pos Skamto membantu mengajar.


"Saya sampaikan ke mereka, agar kordinasi dan komunikasi dengan pihak sekolah, murid atau wali murid. Bantu mereka secara maksimal, selayaknya kita mendidik anak sendiri dan jika ada kesulitan yang dihadapi mereka (pihak sekolah) segera laporkan untuk segera kita bantu secepatnya,"tandasnya

Sementara itu Serda Sigit, salah satu anggota Pos Skamto yang ikut mengajar di SD Negeri Inpres Yowong mengutarakan bahwa alasan yang menjadi motivasi untuk mengajar adalah karena rasa perihatin melihat anak-anak yang tidak dapat belajar dengan baik.


"Secara umum, anak-anak memiliki semangat belajar yang tinggi. Namun karena faktor kekurangan tenaga pengajar, akhirnya upaya untuk mencerdaskan anak-anak ini pun terganggu,"ujarnya.


"Karena itu, sebagai salah satu komponen bangsa, tergerak untuk membantu (mengajar). Bagi kami, pengabdian itu bukan diukur dari besar kecilnya kontribusi itu diberikan, namun sebesar apa manfaat yang langsung dirasakan oleh masyarakat," tambahnya.


Oleh karena alasan tersebut, Sigit dan beberapa anggotanya membulatkan tekad untuk membantu mengajar anak-anak.


"Termasuk kami juga melihat adanya peluang untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan semangat nasionalisme kepada mereka," turut Sigit.


"Semoga, kekurangan tenaga  pengajar dapat segera dipenuhi , agar mereka dapat belajar dengan maksimal. Mungkin juga, digalakkan program mari mengajar diperbatasan, apakah dari guru atau pun sarjana maupun mahasiswa, sehingga bisa membantu mengajar di sekolah seperti ini," harapnya.


Menurut Sigit, dia dan anggotanya bertugas mengajar dan melatih baca tulis kepada anak-anak yang masih belum bisa membaca dan menulis serta memberikan pelajaran pengetahuan pada kelas tertentu.


Terpisah, senada dengan Danstagas dan Sersan Sigit, Kepsek SD Inpres Yowong, ( Marsila) mengatakan bahwa faktor utama yang mendorong untuk meminta bantuan mengajar dari anggota Satgas adalah karena keterbatasan tenaga pendidik.


"(Padahal) Tenaga pendidik merupakan salah satu faktor utama dalam kegiatan belajar mengajar," kata Mardika.
Khusus kepada anggota Satgas Yonif PR 328/Dgh yang membantu mengajar, dirinya menugaskan untuk mengajarkan membaca dan menulis bagi para Siswa kelas 1 dan juga memberikan pengajaran ilmu pengetahuan kepada Siswa kelas 4.


Atas bantuan yang diberikan oleh para prajurit Kostrad tersebut, Marsila pun mengucapkan terimakasih dan bangga kepada TNI. 


"Mereka juga sering mengingatkan dan memberikan motivasi kepada para pelajar SD Inpres Yowong untuk semangat dalam belajar,' pungkasnya. 

"Tunaikan Sumpah dan tugas kewajiban sebagai prajurit Negara Republik Indonesia, yang sanggup menjamin keamanan dan keselamatan nusa dan bangsanya"    
Panglima Besar Jenderal Sudirman
Pengumuman
Siaran Pers
Amanat
Berita Media
Rabu, 30 Januari 2019
Lama Tertunda, TNI Akhirnya Bentuk Satuan Baru, Kogabwilhan
Jum`at, 11 Januari 2019
TNI Pesan Lagi 8 Helikopter H225M, Airbus: Telah Teruji di Medan Tempur
Jum`at, 30 November 2018
Kapolri Dan Panglima TNI Koordinasi Operasi Lilin Dan Perkembangan Kamtibmas 2018
Kamis, 29 November 2018
Panglima TNI Sebut Pengadaan Persenjataan Renstra 2015-2019 Sudah Sesuai
Selasa, 27 November 2018
TNI AD Kembali Juara Tembak ASEAN, Jokowi: Rakyat Sangat Bangga!