3f804abd95730c82e6217735dd3ebf6a.jpg  

Posko Tanggap Bencana Siap Ditutup, Helikopter Super Puma TNI AU, Yakinkan Pantau Dari Udara

Rabu, 13 Maret 2019 11:05:50 - Oleh : admin - Dibaca : 60 kali

Posko Tanggap Bencana Siap Ditutup, Helikopter Super Puma TNI AU, Yakinkan Pantau Dari Udara

Pesawat Helikopter Super Puma NAS 332 dari Skadron Udara 6 Lanud Atang Senjaya, yang sedang misi SAR di Lanud Iswahjudi, mengadakan pemantaun kembali wilayah-wilayah yang terdampak banjir di Ponorogo, Balerejo Madiun dan wilayah Ngawi. "Hal tersebut untuk menyakinkan kembali kepada masyarakat bahwa daerah, Ponorogo, Balerejo dan Ngawi airnya sudah kering", ungkap Komandan Lanud Iswahjudi Marsekal Pertama TNI Widyargo Ikoputra, S.E., M.M. di depan para awak media.

Saya berharap melalui pantaun lewat udara ini, masyarakat Kab. Ponorogo, Kab. Madiun, dan Kab. Ngawi semakin yakin bahwa bencana banjir yang kemarin (6-13/3/2019) benar-benar kering. Selanjutnya Bapak Bupati bisa memberikan informasi kepada masyarakat agar tenang karena sudah lewat masa bahaya, artinya air sudah surut", terang Danlanud Iswahjudi.

Lebih lanjut Danlanud Iswahjudi mengatakan bahwa TNI Angkatan Udara memiliki pesawat Helikopter yang ada di Lanud Iswahjudi dan itu harus dimanfaatkan dengan baik, agar dapat memberikan informasi yang benar dan aktual kepada masyarakat sekitar. Dikatakan pula, Helikopter Puma ini di-BKO-kan di Lanud Iswahjudi dalam rangka standby SAR (Search and Rescue) untuk pesawat tempur yang berlatih di Lanud Iswahjudi. Kita selain memberikan bantuan kemanusiaan, dengan evakuasi warga, pemberian dukungan logistik, juga memberikan informasi meteorologi (ramalan cuaca), tegasnya.

"Namun jika ada kontijensi terhadap bahaya bencana apapun yang berkaitan dengan Search And Rescue maka pesawat ini bisa digunakan. Intinya pesawat kita gerakkan untuk membantu proses evakuasi atau pengiriman logistik, pemantauan dari udara itu bisa dilakukan, jadi pesawat ini bisa digunakan untuk hal kemanusiaan, khususnya penanggulangan bencana", terang Marsma TNI Iko.

Pemantaun menggunakan pesawat Helikopter NAS 332 Super Puma dengan Kapten Pilot Mayor Pnb Nugroho Tri, sedangkan Copilot Lettu Pnb Septian Sihombing dari Skadron Udara 6, Lanud Atang Senjaya Bogor. Pemantauan selama satu jam di atas ketinggian 700 feet.

Saya adalah bapak dari tiga angkatan yaitu AD, AL dan AU, untuk itu saya harus bersikap adil terhadap tiga angkatan. Dalam kedinasan sehari-hari saya menggunakan baju loreng TNI sebagai perwujudan integrasi tiga angkatan.
Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. S.IP
Pengumuman
Siaran Pers
Amanat
Berita Media
Rabu, 30 Januari 2019
Lama Tertunda, TNI Akhirnya Bentuk Satuan Baru, Kogabwilhan
Jum`at, 11 Januari 2019
TNI Pesan Lagi 8 Helikopter H225M, Airbus: Telah Teruji di Medan Tempur
Jum`at, 30 November 2018
Kapolri Dan Panglima TNI Koordinasi Operasi Lilin Dan Perkembangan Kamtibmas 2018
Kamis, 29 November 2018
Panglima TNI Sebut Pengadaan Persenjataan Renstra 2015-2019 Sudah Sesuai
Selasa, 27 November 2018
TNI AD Kembali Juara Tembak ASEAN, Jokowi: Rakyat Sangat Bangga!