3f804abd95730c82e6217735dd3ebf6a.jpg  

Satgas Pamtas Yonif Pr 328/Dgh, Cegah Penyelundupan Gelembung Ikan Bernilai Ratusan Juta Rupiah

Kamis, 14 Maret 2019 14:21:09 - Oleh : admin - Dibaca : 43 kali

Satgas Pamtas Yonif Pr 328/Dgh, Cegah Penyelundupan Gelembung Ikan Bernilai Ratusan Juta Rupiah

Satgas Pamtas Yonif PR 328/DGH, berhasil mengamankan barang selundupan yang tidak melalui prosedur sesuai dengan peraturan yang berlaku berupa Gelembung Ikan Kakap Cina seberat 9 Kg di Perbatasan RI-PNG, Selasa (12/03)

Dansatgas Yonif PR 328/DGH, Mayor Inf Erwin Iswari, S.Sos., M. Tr (Han) mengatakan bahwa kegiatan penyelundupan di perbatasan sering terjadi melalui jalan-jalan tikus, namun penyelendupan gelembung ikan merupakan yang pertama kali diamankan oleh Satgas Yonif PR 328/DGH.

"Saat Personel melaksanakan ambush di jalan tikus yang memang rutin kami lakukan, salah satu Personel Serda Parade mengamankan seorang warga a.n. LAM (36 Th) Warga Koya Timur yang dicurigai  membawa satu karung besar melalui jalan tikus, saat dilakukan pemeriksaan ditemukan gelembung Ikan Kakap cina seberat 9 Kg tanpa disertai dokumen " Ujar Mayor Erwin.

Gelembung ikan memiliki nilai jual yang fantastis sejak tahun 2000-an, permintaan dan lonjakan harga dipasaran pun semakin meningkat sehingga membuat Masyarakat tergiur akan hasil jual yang tinggi. Gelembung ikan yang paling banyak diburu adalah Ikan Kakap Cina dan Ikan Gulama karena memiliki harga gelembung yang jauh lebih mahal dibandingkan jenis ikan lainnya.

"jika kita lihat barangnya memang biasa, namun memiliki nilai jual yang tinggi. Untuk gelembung ikan Kakap cina yang betina bisa Rp. 1.000.000 /Kg sampai Rp. 18.000.000 /Kg jika beratnya diatas 200 Gram, sedangkan Kakap cina Jantan harga nya Rp. 11.000.000 /Kg sampai Rp. 28.000.000 /Kg untuk berat lebih 200 Gram," Tambah Mayor Erwin.

Gelembung ikan ini dapat diolah menjadi makanan, sumber kolagen, lem tahan air, hingga alat pemurni minuman alkhohol dan bisa juga digunakan sebagai benang operasi yang digunakan oleh dokter, bekas benang hasil operasi tersebut dapat menjadi lapisan kulit baru dan menyatu dengan daging.

 

 

 

Saya adalah bapak dari tiga angkatan yaitu AD, AL dan AU, untuk itu saya harus bersikap adil terhadap tiga angkatan. Dalam kedinasan sehari-hari saya menggunakan baju loreng TNI sebagai perwujudan integrasi tiga angkatan.
Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. S.IP
Pengumuman
Siaran Pers
Amanat
Berita Media
Rabu, 30 Januari 2019
Lama Tertunda, TNI Akhirnya Bentuk Satuan Baru, Kogabwilhan
Jum`at, 11 Januari 2019
TNI Pesan Lagi 8 Helikopter H225M, Airbus: Telah Teruji di Medan Tempur
Jum`at, 30 November 2018
Kapolri Dan Panglima TNI Koordinasi Operasi Lilin Dan Perkembangan Kamtibmas 2018
Kamis, 29 November 2018
Panglima TNI Sebut Pengadaan Persenjataan Renstra 2015-2019 Sudah Sesuai
Selasa, 27 November 2018
TNI AD Kembali Juara Tembak ASEAN, Jokowi: Rakyat Sangat Bangga!