3f804abd95730c82e6217735dd3ebf6a.jpg  

Satgas TNI Konga XXXIX-A RDB MONUSCO Gelar Operasi Damaikan Dua Suku dan Amankan Ratusan Senjata Panah

Jum`at, 5 April 2019 17:42:34 - Oleh : admin - Dibaca : 15 kali

Satgas TNI Konga XXXIX-A RDB MONUSCO Gelar Operasi Damaikan  Dua Suku dan Amankan Ratusan Senjata Panah

(Puspen TNI). Satuan Tugas (Satgas) TNI Kontingen Garuda (Konga)  XXXIX-A Rapidly Deployable Battalion (RDB) Mission de lOrganisation des Nations Unies pour La Stabilisation en République Démocratique du Congo (MONUSCO) melaksanakan gelar "Operasi Laba-laba" dalam misi Long Range Mission (LRM) bersama dengan staf Disarmament Demobilization Repatriation Reintegration and Resettelement (DDRRR) berhasil mendamaikan dua kelompok suku yang bertikai Suku Twa dan Suku Bantu serta mengamankan ratusan senjata busur dan anak panah di wilayah Kampung Kambu, Elia, Kabeke dan Fatuma, Republik Demokratik Kongo.

Demikian dikatakan Komandan Satgas TNI Konga  XXXIX-A RDB MONUSCO Kolonel Inf Dwi Sasongko, pada saat menerima satu tim LRM dan staf DDRRR usai melaksanakan misi LRM bertempat di Head Quarter  MONUSCO, Kalemie, Republik Demokratik Kongo, Kamis, 4/4/2019.

Satgas TNI Konga  XXXIX-A  RDB MONUSCO menugaskan sejumlah prajurit dipimpin oleh Kapten Caj Deliyana Yudha Negara, S.Psi., dan staf DDRRR yang dipimpin oleh Mr. Jeannot Moluba melaksanakan kegiatan selama empat hari di beberapa wilayah desa, diantaranya adalah Fatuma, Kambu, Kabeke, Elia, Kabwela, Lioni dan Mwanza, kata Dansatgas.

Di masing-masing desa tersebut juga dilaksanakan kegiatan layanan kesehatan gratis dan pendampingan psiko sosial oleh personel staf Civil and Military Coordination (CIMIC)  sebagai sarana untuk komunikasi dan interaksi antara personel satgas bersama warga masyarakat, tambahnya.

Dalam operasi tersebut berhasil mendamaikan dua suku dan mengamankan sejumlah peralatan perang terdiri dari 315 busur, 550 anak panah, serta berbagai macam senjata tajam lainnya, yang diserahkan oleh masyarakat kepada Satgas TNI Konga  XXXIX-A  RDB Monusco.

Penyerahan peralatan perang dari kedua suku tersebut dilatarbelakangi oleh niatnya untuk menghentikan peperangan dan menyatakan sepakat damai. Kesepakatan tersebut telah dibuat beberapa bulan sebelumnya yang ditandatangani oleh kedua belah pihak yaitu Byandike Swedi Shambaza pemimpin dari Suku Bantu dan Kisibwe Ponda Mali pemimpin dari suku Twa.

"Tunaikan Sumpah dan tugas kewajiban sebagai prajurit Negara Republik Indonesia, yang sanggup menjamin keamanan dan keselamatan nusa dan bangsanya"    
Panglima Besar Jenderal Sudirman
Pengumuman
Siaran Pers
Amanat
Berita Media
Kamis, 26 September 2019
Panglima TNI dan Kapolri Cek Lokasi Kericuhan di Perempatan Slipi
Rabu, 11 September 2019
Angkut Mahasiswa Papua ke Tempat Belajar, TNI Siapkan 2 Pesawat Hercules
Kamis, 15 Agustus 2019
TNI soal Nduga: Kami Hormati HAM dan Tak Sandera Anak-anak
Selasa, 13 Agustus 2019
Kekuatan Militer Indonesia Diperhitungkan Dunia, Kapuspen TNI: Kita Tak Akan Lengah
Selasa, 13 Agustus 2019
Kodam XVII/Cenderawasih Terus Mencari Helikopter MI-17