3f804abd95730c82e6217735dd3ebf6a.jpg  

Panglima Komando Armada II Menyaksikan Peluncuran Kapal Selam Ketiga Jenis Diesel Electric, KRI Alugoro-405 Oleh Menteri Pertahanan RI

Jum`at, 12 April 2019 09:46:48 - Oleh : admin - Dibaca : 10 kali

Panglima Komando Armada II Menyaksikan  Peluncuran Kapal Selam Ketiga Jenis Diesel Electric, KRI Alugoro-405 Oleh Menteri Pertahanan RI

Jajaran Kapal Selam TNI AL akan bertambah Hal tersebut ditandai dalam acara Peluncuran dan Penamaan Kapal Selam ketiga jenis Diesel Electric, KRI Alugoro -405 pada hari Kamis (11/4) bertempat di Dermaga Fasilitas Kapal Selam, PT PAL, Ujung, Surabaya.

Panglima Komando Armada II Laksda TNI Mintoro Yulianto, S.Sos, M.Si hadir langsung menyaksikan Kapal tersebut resmi diluncurkan oleh Menteri Pertahanan RI Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu didampingi oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Siwi Sukma Adji, S.E., M.M., sedangkan penamaannya dikukuhkan oleh Ibu Nora Ryamizard Ryacudu dengan nama KRI Alugoro-405.

Kapal ini merupakan Kapal Selam ketiga yang dibangun dengan skema alih teknologi (Transfer of Technology) antara Daewoo Shipbuilding Marine and Engineering (DSME) Korea Selatan dengan industri pertahanan dalam negeri PT PAL Surabaya.  Seperti yang telah diketahui sebelumnya, saat ini TNI Angkatan Laut telah diperkuat oleh dua kapal selam sejenis yaitu KRI Nagapasa-403 pada tahun 2017 dan KRI Ardadedali-404 pada tahun 2018.

Namun berbeda dengan KRI Nagapasa-403 dan KRI Ardadedali-404, KRI Alugoro-405 adalah kapal selam pertama yang dirakit secara lokal di fasilitas PT PAL Surabaya. Hal tersebut merupakan kontribusi positif bagi kemajuan industri pertahanan terutama PT PAL, dalam rangka proses alih teknologi menuju kemandirian produksi dalam negeri di bidang teknologi pengembangan Alutsista TNI.

Kelak KRI Alugoro-405 akan bergabung di Satuan Kapal Selam (Satsel) Koarmada II bersama dengan empat kapal selam sebelumnya yakni KRI Cakra-401, KRI Nanggala-402, KRI Nagapasa-403, dan KRI Ardadedali-404.

Sementara itu nama Alugoro diambil dari nama sebuah senjata pemukul yang dimiliki oleh tokoh pewayangan Prabu Baladewa. Senjata tersebut berupa Gada yang digunakan oleh para ksatria atau bangsawan lainnya. Kekuatan senjata ini adalah dengan sekali pukul dapat menghancurkan kepala orang yang dipukulnya. Senjata ini dianggap sakti karena pemberian dari dewa yaitu Batara Guru, sebagai hadiah pada waktu menikah dengan Dewi Erawati.

Saya adalah bapak dari tiga angkatan yaitu AD, AL dan AU, untuk itu saya harus bersikap adil terhadap tiga angkatan. Dalam kedinasan sehari-hari saya menggunakan baju loreng TNI sebagai perwujudan integrasi tiga angkatan.
Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. S.IP
Pengumuman
Siaran Pers
Amanat
Berita Media
Rabu, 11 September 2019
Angkut Mahasiswa Papua ke Tempat Belajar, TNI Siapkan 2 Pesawat Hercules
Kamis, 15 Agustus 2019
TNI soal Nduga: Kami Hormati HAM dan Tak Sandera Anak-anak
Selasa, 13 Agustus 2019
Kekuatan Militer Indonesia Diperhitungkan Dunia, Kapuspen TNI: Kita Tak Akan Lengah
Selasa, 13 Agustus 2019
Kodam XVII/Cenderawasih Terus Mencari Helikopter MI-17
Rabu, 15 Mei 2019
Safari Ramadan di Medan, Panglima TNI Serukan Jaga Persatuan dan Kesatuan