3f804abd95730c82e6217735dd3ebf6a.jpg  

Panglima TNI Dan Kapolri Buka Puasa Bersama Prajurit TNI-Polri Di Koarmada II

Senin, 13 Mei 2019 11:20:15 - Oleh : admin - Dibaca : 13 kali

Panglima TNI Dan Kapolri Buka Puasa Bersama Prajurit TNI-Polri Di Koarmada II

Memasuki Hari Ke-5 Puasa bulan Ramadhan 1440 Hijriah,  Komando Armada II mendapat kehormatan sebagai tuan Rumah Acara Safari Ramadhan yang dihadiri Oleh Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, SIP bersama Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian dan Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Siwi Sukma Adji, S.E.,M.M., bertempat di Indoor Sport Koarmada II. Jumat (10/5/2019).

Kedatangan kedua pemimpin tertinggi TNI dan Polri itu di disambut meriah. Keduanya mendapatkan kalungan surban putih dari polisi dan tentara cilik. Turut menyambut kedatangan kedua pimpiman TNI dan Polri ialah Kasal Laksamana TNI Siwi Sukma Aji, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Wali Kota Surabaya Tri Rismahrini serta Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak.

Dalam sambutannya Panglima TNI mengatakan,  semoga di bulan suci yang penuh barokah ini, ibadah puasa kita mendapatkan rahmat dan diterima Allah SWT sehingga kita menjadi orang-orang yang bertakwa. 

Pemilu serentak 2019 telah selesai. Walaupun saat ini tahapan selanjutnya sedang berlangsung, saya ingin mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh prajurit TNI dan anggota Polri, yang telah mengamankan pelaksanaan pesta demokrasi tersebut.

"Selaku Panglima TNI saya juga mengapresiasi seluruh elemen masyarakat yang telah berpartisipasi dengan baik. Berkat kerja sama kita semua Pemilu berjalan dengan aman, damai, lancar, dan sukses," ujar Panglima.

Panglima juga mengatakan, satu hal yang harus kita cermati yaitu selama kontestasi politik Pemilu 2019 tersebut, terdapat kecenderungan polarisasi masyarakat Indonesia. Politik identitas telah memperuncing perbedaan dan mengangkat isu kesukuan, agama, serta berbagai kesenjangan yang ada. Akibatnya sebagian masyarakat kita seolah-olah memusuhi sebagian yang lain.

Polarisasi semacam itu merupakan hal yang kontraproduktif dengan upaya kita membangun bangsa. Para pendiri bangsa ini telah menyadari keanekaragaman kita sejak awal. Oleh karena itulah Bhinneka Tunggal Ika dipilih sebagai semboyan. Berbeda-beda tetapi tetap satu.

"Kita sadari Pemilu paling rumit di dunia ini tidak lepas dari berbagai kekurangan. Bahkan ratusan pahlawan demokrasi harus meninggal dunia, ribuan jatuh sakit akibat melaksanakan tugas yang sangat melelahkan," ujarnya. Hendaknya pengorbanan mereka itu tidak sia-sia hanya karena kemudian kita tercerai berai. Kekurangan yang ada hendaknya menjadi pelajaran dan kita sempurnakan agar tidak terulang lagi. Kita harus mempercayai proses yang sedang berjalan agar sistem yang ada menjadi semakin baik.

Salah satu pelajaran atau pendidikan politik adalah bahwa pemilu merupakan mekanisme demokrasi yang disepakati oleh rakyat Indonesia, untuk memilih para pemimpin nasional dan wakil rakyat yang akan membawa bahtera negara RI untuk lima tahun ke depan.

 

 

 

Saya adalah bapak dari tiga angkatan yaitu AD, AL dan AU, untuk itu saya harus bersikap adil terhadap tiga angkatan. Dalam kedinasan sehari-hari saya menggunakan baju loreng TNI sebagai perwujudan integrasi tiga angkatan.
Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. S.IP
Pengumuman
Siaran Pers
Amanat
Berita Media
Kamis, 26 September 2019
Panglima TNI dan Kapolri Cek Lokasi Kericuhan di Perempatan Slipi
Rabu, 11 September 2019
Angkut Mahasiswa Papua ke Tempat Belajar, TNI Siapkan 2 Pesawat Hercules
Kamis, 15 Agustus 2019
TNI soal Nduga: Kami Hormati HAM dan Tak Sandera Anak-anak
Selasa, 13 Agustus 2019
Kekuatan Militer Indonesia Diperhitungkan Dunia, Kapuspen TNI: Kita Tak Akan Lengah
Selasa, 13 Agustus 2019
Kodam XVII/Cenderawasih Terus Mencari Helikopter MI-17