3f804abd95730c82e6217735dd3ebf6a.jpg  

Kapusjarah TNI Pimpin Rapat Evaluasi Pembuatan Film The East

Kamis, 16 Mei 2019 20:17:24 - Oleh : admin - Dibaca : 18 kali

Kapusjarah TNI Pimpin Rapat Evaluasi Pembuatan Film The East

(Puspen TNI). Kepala Pusat Sejarah TNI (Kapusjarah TNI) Brigjen TNI Prantara Santosa, S.Sos. M.Si. M.Tr.(Han) pada saat membuka Rapat Evaluasi pembuatan film The East di kantor Pusjarah TNI, Jalan Jenderal Gatot Subroto No 16, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (16/5/2019).

Dalam kesempatan tersebut Kapusjarah TNI menyampaikan bahwa Tujuan rapat evaluasi pembuatan film The East adalah untuk memastikan bahwa skenario film The East telah sesuai dengan sejarah perang mempertahankan kemerdekaan RI pada kurun waktu tahun 1946 - 1949.

Pusjarah TNI telah melaksanakan supervisi dan pendampingan terkait dengan skenario dan aspek sejarah yang terjadi pada masa perang kemerdekaan, selama proses pembuatan Film The East di Indonesia. Pendampingan ini penting karena terkait dengan marwah dan kedaulatan bangsa Indonesia sebagai bangsa pejuang kemerdekaan, tegas Kapusjarah TNI.

Proses evaluasi dimulai dengan menyaksikan potongan potongan (clips) film yang diambil di lokasi lokasi syuting di Indonesia, diantaranya Yogyakarta, Semarang, Magelang, Pacitan dan Bandung.  Selanjutnya dilakukan tanya jawab dan diskusi dengan nara sumber film The East, Ibu Shanty Harmain selaku co-produser dari Rumah Produksi Salto Film Indonesia. Lebih lanjut Shanty menyampaikan bahwa selain skenario telah sesuai dengan kejadian sejarah perang mempertahankan kemerdekaan Indonesia, film The East merupakan film drama perang yang ditujukan untuk konsumsi masyarakat Belanda khususnya dan Eropa pada umumnya.

Film The East menyajikan gejolak psikologis tokoh Johan seorang perwira muda tentara Belanda yang dikirimkan ke daerah misi di Indonesia. Dalam menjalankan tugasnya, Johan mendapat bimbingan dari seorang tokoh perang yang bernama The Turk atau lebih dikenal dengan nama Westerling. Johan merasa bahwa mentoring dari The Turk terhadap dirinya semakin membuatnya sadar bahwa tugasnya berperang di Indonesia bertentangan dengan prinsip prinsip kemanusiaan, demikian Shanty Harmain menjelaskan sedikit tentang faktor kemanusiaan fim perang The East ini. Keputusan politik pemerintah Belanda untuk mengirimkan kembali pasukan ke Indonesia adalah keputusan yang keliru dan telah menyebabkan banyaknya korban kemanusiaan, pungkas Shanty Harmain.

Rapat evaluasi pembuatan film The East ini dihadiri oleh Wakapusjarah TNI, seluruh pejabat Kepala Bidang Pusjarah TNI, perwira staf Sintel TNI, Puspen TNI dan staf dari Rumah Produksi Salto Film Indonesia. 

Saya adalah bapak dari tiga angkatan yaitu AD, AL dan AU, untuk itu saya harus bersikap adil terhadap tiga angkatan. Dalam kedinasan sehari-hari saya menggunakan baju loreng TNI sebagai perwujudan integrasi tiga angkatan.
Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. S.IP
Pengumuman
Sabtu, 17 Agustus 2019
SIARAN TNI DI RRI PROGRAM 4 TANGGAL 17 AGUSTUS 2019
Jum`at, 16 Agustus 2019
TNI POLRI PILAR NKRI
Kamis, 8 Agustus 2019
Baleho HUT ke-74 RI
Kamis, 18 Juli 2019
LOGO, DAN BANNER HUT TNI KE-74
Siaran Pers
Amanat
Berita Media
Kamis, 15 Agustus 2019
TNI soal Nduga: Kami Hormati HAM dan Tak Sandera Anak-anak
Selasa, 13 Agustus 2019
Kekuatan Militer Indonesia Diperhitungkan Dunia, Kapuspen TNI: Kita Tak Akan Lengah
Selasa, 13 Agustus 2019
Kodam XVII/Cenderawasih Terus Mencari Helikopter MI-17
Rabu, 15 Mei 2019
Safari Ramadan di Medan, Panglima TNI Serukan Jaga Persatuan dan Kesatuan
Rabu, 15 Mei 2019
Panglima TNI dan Kapolri Melakukan Kunjungan Kerja Safari Ramadhan di Wilayah Kodam III/Siliwangi