3f804abd95730c82e6217735dd3ebf6a.jpg  

Laksanakan Embarkasi, Kogasgabratmin Siap Daratkan Pasukan Kogasratgab

Minggu, 14 Juli 2019 07:35:42 - Oleh : admin - Dibaca : 215 kali

Laksanakan Embarkasi, Kogasgabratmin Siap  Daratkan Pasukan Kogasratgab

KRI Teluk Bintuni (TBN) 520 dan KRI Banda Aceh (BAC) 593 melaksanakan proses embarkasi personel dan material pada Kamis (11/7) di Dermaga Ujung Koarmada II, Surabaya.  Embarkasi personel tersebut dilakukan memasuki awal babak pelaksanaan Operasi Pendaratan Administrasi, Armada Jaya ke-37 yang digelar pada 9 sampai 17 Juli 2019. 

Pada tahap embarkasi berbagai tahapan dilalui seperti embarkasi personel dan dan embarkasi material,  yakni penempatan pasukan serta pengaturan kendaraan tempur, kendaraan taktis serta material tempur lainnya di dalam ruang muat kapal perang. 

Selain itu, dalam embarkasi ini pemuatan jumlah kekuatan pasukan Kogasratgab di kapal perang akan mempengaruhi jumlah material tempur yang akan diangkut.  

Panglima Kogasgabratmin Laksda TNI Heru Kusmanto, S.E., M.M.  mengatakan dalam operasi pendaratan, bila 1 divisi pasukan TNI AD sebagai Komando Tugas Operasi Darat Gabungan (Kogasratgab), maka akan ada ratusan kendaraan tempur dan kendaraan taktis berikut material tempur berbagai jenis yang akan diembarkasi ke dalam sejumlah kapal angkut.

Oleh karena itu, lanjut  Laksda TNI Heru Kusmanto, S.E., M.M.,  proses embarkasi ini sendiri, akan dapat memakan waktu dua sampai tiga hari. 

Panglima Kolinlamil yang juga sebagai Pangkogasgabratmin kembali mengingatkan, tahap embarkasi ini merupakan bagian terpenting dari operasi pendaratan administrasi, karena apabila terjadi kesalahan dalam menempatkan material tempur, maka akan berdampak pada ketepatan pencapaian keberhasilan tugas Kogasgabratmin dalam mendaratkan unsur-unsur Kogasratgab. 

Selain itu, proses embarkasi ini juga rentan terhadap ancaman serangan musuh, baik serangan udara maupun ancaman sabotase, oleh karena itu pada proses embarkasi yang dibawah koordinator Komandan Pangkalan TNI AL setempat, seluruh unsur yang sedang embarkasi juga harus waspada dan siaga pertahanan pangkalan. 

Sistem sensor, senjata dan pusat kendali di masing-masing KRI diawaki untuk mengantisipasi segala kemungkinan serangan musuh. Sedangkan untuk menghadapi ancaman sabotase, dilaksanakan prosedur lawan sabotase bawah air (LSBA) guna mengantisipasi adanya ancaman sabotase yang ingin menggagalkan tugas pokok Kogasgabratmin.  

Saya adalah bapak dari tiga angkatan yaitu AD, AL dan AU, untuk itu saya harus bersikap adil terhadap tiga angkatan. Dalam kedinasan sehari-hari saya menggunakan baju loreng TNI sebagai perwujudan integrasi tiga angkatan.
Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. S.IP
Pengumuman
Sabtu, 17 Agustus 2019
SIARAN TNI DI RRI PROGRAM 4 TANGGAL 17 AGUSTUS 2019
Jum`at, 16 Agustus 2019
TNI POLRI PILAR NKRI
Kamis, 8 Agustus 2019
Baleho HUT ke-74 RI
Kamis, 18 Juli 2019
LOGO, DAN BANNER HUT TNI KE-74
Siaran Pers
Amanat
Berita Media
Kamis, 15 Agustus 2019
TNI soal Nduga: Kami Hormati HAM dan Tak Sandera Anak-anak
Selasa, 13 Agustus 2019
Kekuatan Militer Indonesia Diperhitungkan Dunia, Kapuspen TNI: Kita Tak Akan Lengah
Selasa, 13 Agustus 2019
Kodam XVII/Cenderawasih Terus Mencari Helikopter MI-17
Rabu, 15 Mei 2019
Safari Ramadan di Medan, Panglima TNI Serukan Jaga Persatuan dan Kesatuan
Rabu, 15 Mei 2019
Panglima TNI dan Kapolri Melakukan Kunjungan Kerja Safari Ramadhan di Wilayah Kodam III/Siliwangi