3f804abd95730c82e6217735dd3ebf6a.jpg  

Prajurit Pangkalan TNI AL Denpasar Bali Ikuti Upacara 17-An Se Garnizun Denpasar

Kamis, 18 Juli 2019 11:47:10 - Oleh : admin - Dibaca : 55 kali

Prajurit Pangkalan TNI AL Denpasar Bali Ikuti Upacara 17-An Se Garnizun Denpasar

Satu pleton Prajurit Pangkalan TNI AL (Lanal) Denpasar Bali, Lantamal V, Koarmada II, mengikuti Upacara Tujuh Belasan  se-Garnizun Kota Denpasar dilaksanakan di Lapangan Makorem 163/Wsa Denpasar, Rabo (17/7).

Pada Upacara 17-an kali ini, bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) Komandan Lanud Ngurah Rai Bali Kolonel Pnb. Wibowo Cahyono Soekadi dan Komandan Upacara (Danup) Danpom AU dengan peserta upacara terdiri dari 1 pleton Korsik Ajendam IX/Udayana, 1 pleton gabungan Pamen TNI, 1 pleton gabungan Pama TNI, 1 pleton gabungan Wan TNI, 1 pleton Pom TNI AD, 1 pleton Yon Kav IV/Pasopati 1 pleton prajurit Lanal Denpasar, 1 pleton prajurit Lanud Ngurah Rai, 1 kompi gabungan PNS Kodam IX/Udayana dan Korem 163/Wsa.

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahyanto dalam amanat yang dibacakan oleh Irup, mengucapkan terima kasih dan penghargaan atas dedikasi dan kinerja optimal yang ditunjukan Prajurit dan PNS, sehingga TNI yang makin profesional dan menjadi institusi yang dipercaya rakyat.

Dalam tugas TNI harus memelihara dan memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa. Persatuan dan kesatuan merupakan modal utama bangsa Indonesia, mengingat ke-Bhinekaan yang kita miliki. Tidak salah bila para pendiri bangsa ini menetapkan Bhineneka Tungal Ika sebagai semboyan bangsa Indonesia. Para founding father telah menyadari sejak awal perjuangan kemerdekaan dan sekarang tanggung jawab kita semua untuk memastikan Bhinneka Tunggal Ika tetap terjaga.

Lebih lanjut Panglima TNI mengaskan bahwa TNI tidak lagi dapat bersikap tertutup, tertutup dari segala perubahan dan kemajuan yang ada. Untuk itu setiap komandan satuan bertanggung jawab untuk meningkatkan kemampuan dan wawasan anggotanya.

Panglima TNI juga menyampaikan bahwa nilai-nilai luhur yang menjadi sendi pengabdian setiap prajurit TNI tidak boleh berubah. Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI harus mengalir dalam hembusan nafas prajurit dimanapun berada dan bertugas. Pelihara dan tingkatkan terus kemanunggalan dengan rakyat. Kemanunggalan TNI dengan Rakyat adalah urat nadi Sistem Pertahanan Semesta. Sadari bahwa TNI berasal dari rakyat, berjuang bersama-sama rakyat, demi kepentingan rakyat.

Diakhir amanatnya Panglima TNI mengajak kita semua untuk berdoa bagi keselamatan rekan-rekan kita yang saat ini masih belum ditemukan. Saat ini pasukan yang ada terus berupaya menemukan prajurit dan Helikopter MI-17 yang hilang kontak di Pegunungan Bintang, Papua.

"Tunaikan Sumpah dan tugas kewajiban sebagai prajurit Negara Republik Indonesia, yang sanggup menjamin keamanan dan keselamatan nusa dan bangsanya"    
Panglima Besar Jenderal Sudirman
Pengumuman
Siaran Pers
Amanat
Berita Media
Rabu, 27 November 2019
Panglima TNI-Kapolri Akan Kunjungi Papua
Selasa, 26 November 2019
Panglima TNI Sempatkan Ziarah ke Pulau Penyengat
Kamis, 26 September 2019
Panglima TNI dan Kapolri Cek Lokasi Kericuhan di Perempatan Slipi
Rabu, 11 September 2019
Angkut Mahasiswa Papua ke Tempat Belajar, TNI Siapkan 2 Pesawat Hercules
Kamis, 15 Agustus 2019
TNI soal Nduga: Kami Hormati HAM dan Tak Sandera Anak-anak