3f804abd95730c82e6217735dd3ebf6a.jpg  

INDONESIA DEVELOPMENT FORUM 2019: GALI INOVASIPEMANFAATAN PELUANG KERJA INKLUSIF MASA DEPAN

Rabu, 31 Juli 2019 13:48:08 - Oleh : admin - Dibaca : 49 kali

INDONESIA DEVELOPMENT FORUM 2019: GALI INOVASIPEMANFAATAN  PELUANG KERJA INKLUSIF MASA DEPAN

JAKARTA- Kementerian PPN/Bappenas bersama Pemerintah Australia melalui KnowledgeSectorInitiative (KSI) kembali menggelar program tahunan terbesar untuk ketiga kalinya, Indonesia Development Forum (IDF) 2019 pada 22-23 Juli 2019 di Jakarta Convention Center, Jakarta. Forum dua hari ini menjadi wadah bagi praktisi pembangunan di sektor publik, swasta, dan nirlaba untuk bertemu, bertukar gagasan, dan mencari solusi guna atasi tantangan pembangunan Indonesia. Tahun ini, IDF 2019 mengangkat tema "MissionPossible: Memanfaatkan Peluang Pekerjaan Masa Depan untuk Mendorong Pertumbuhan Inklusif" dan menghadirkan lebih dari 250 pembicara nasional dan internasional dengan latar belakang industri dan sektor yang beragam.

Tema tahun ini sejalan dengan salah satu agenda prioritas Pemerintah Indonesia untuk beberapa tahun ke depan, yaitu pembangunan sumber daya manusia yang kompetitif dan menciptakan lapangan pekerjaan yang berkualitas melalui transformasi struktural dan perbaikan iklim investasi. Tema ini dipilih mengingat Indonesia akan segera memasuki masa puncak bonus demografi, dengan proyeksi jumlah penduduk usia produktif mencapai hingga 68 persen atau setara dengan 200 juta orang. Agar dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi negara, perlu disiapkan strategi dan perencanaan matang dalam meningkatkan produktivitas sumber daya manusia, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan teknologi yang pesat.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menyampaikan bahwa penting bagi Indonesia untuk menyusun strategi demi menyongsong persaingan pasar kerja global yang semakin kompetitif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih pesat. "Tahun lalu, ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,3 persen dan kita mampu menciptakan lapangan kerja bagi 2,98 juta orang serta menurunkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menjadi 5,34 persen," ujar beliau. "Human Development Index (HDI) Indonesia juga meningkat sebanyak 0,82 persen menjadi 71,39. Meski demikian, jika dibandingkan dengan beberapa negara tetangga, kualitas sumber daya manusia Indonesia menurut data HDI masih berada di peringkat menengah."

Ada delapan subtema IDF 2019 yang akan menjadi pokok bahasan pada forum tahun ini, yaitu: (1) Mempercepat Transformasi Struktural; (2) Reformasi Sistem Pendidikan dan Pelatihan Vokasi (TVET) untuk Pekerjaan Masa Depan; (3) Menciptakan Peluang Kerja yang Inklusif; (4) Memperbaiki Iklim Investasi untuk Penciptaan Lapangan Kerja; (5) Mengembangkan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah yang Berdaya Saing Global; (6) Membina Para Pelaku Usaha Sosial; (7) Mengembangkan Talenta dan Pasar Lokal; dan (8) Meningkatkan Kualitas Modal Manusia. IDF 2019 menggunakan pendekatan 4I, yaitu Inspire, Imagine, Innovate, dan Initiate, dimana semua partisipan dapat berperan aktif dalam menyampaikan masukannya terkait ide pekerjaan masa depan kepada Kementerian PPN/Bappenas.

Mewakili Pemerintah Australia, Duta Besar untuk Indonesia Gary Quinlanmenegaskan bahwa salah satu target utama kerja sama Australia-Indonesia adalah untuk menurunkan tingkat ketidaksetaraan melalui reformasi kebijakan agar pertumbuhan ekonomi yang stabil dapat tercapai. "Australia terus berkomitmen dan sangat senang dapat mendukung upaya Indonesia dalam meningkatkan fleksibilitas dan inklusivitas tenaga kerja agar dapat terus bersaing di tingkat global, serta beradaptasi dengan perubahan pola kerja yang cepat," ujar Gary. "Kami harap dukungan kami terhadap kegiatan ini dapat memberikan kontribusi bagi pembentukan kebijakan berbasis bukti demi angkatan kerja Indonesia yang lebih maju."

Untuk menjaring ide dan gagasan dari berbagai lapisan masyarakat, sejak awal tahun, Kementerian PPN/Bappenas menggelar serangkaianRoadto IDF di berbagai kota di Indonesia, antara lain di Batam, Semarang, Sorong, Kupang, dan Jakarta. Untuk pertama kalinya, IDF 2019 juga akan menghadirkan provinsi percontohan untuk berbagi mengenai praktik-praktik terbaik pembangunan di daerah tersebut. Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dipilih untuk mengisi sesi khusus ini karena dinilai berhasil dalam menduduki posisi kedua terendah dalam Tingkat Pengangguran Terbuka secara nasional selama dua tahun berturut-turut, yakni 2017 dan 2018.

Sesi ini juga akan menggali tantangan pembangunan di NTT serta gagasan-gagasan untuk penciptaan lapangan kerja yang produktif di masa depan demi kesejahteraan masyarakat di provinsi ini. Selain itu, tahun ini juga diinisiasi IDEA Space (IDEAS), wadah bagi para pelaku start-up, termasuk investor dan inkubator, untuk berjejaring sekaligus memberikan masukan kepada Pemerintah Indonesia terkait peluang-peluang kerja di masa depan. Ada lebih dari 75 start-up pemula dan menengah serta 15 start-up sukses yang akan membagikan pengalaman dengan start-up pemula dan peserta lainnya. Gagasan dan inovasi yang dikumpulkan ini akan menjadi bahan pertimbangan pemerintah dalam merumuskan kebijakan berbasis bukti untuk memanfaatkan peluang pekerjaan masa depan.

 

 

 

Panglima TNI bertekad membangun prajurit yang profesional, disiplin, militan dan rendah hati
Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.IP
Pengumuman
Sabtu, 17 Agustus 2019
SIARAN TNI DI RRI PROGRAM 4 TANGGAL 17 AGUSTUS 2019
Jum`at, 16 Agustus 2019
TNI POLRI PILAR NKRI
Kamis, 8 Agustus 2019
Baleho HUT ke-74 RI
Jum`at, 2 Agustus 2019
SIARAN TNI DI RRI PROGRAM 4
Siaran Pers
Amanat
Berita Media
Kamis, 15 Agustus 2019
TNI soal Nduga: Kami Hormati HAM dan Tak Sandera Anak-anak
Selasa, 13 Agustus 2019
Kekuatan Militer Indonesia Diperhitungkan Dunia, Kapuspen TNI: Kita Tak Akan Lengah
Selasa, 13 Agustus 2019
Kodam XVII/Cenderawasih Terus Mencari Helikopter MI-17
Rabu, 15 Mei 2019
Safari Ramadan di Medan, Panglima TNI Serukan Jaga Persatuan dan Kesatuan
Rabu, 15 Mei 2019
Panglima TNI dan Kapolri Melakukan Kunjungan Kerja Safari Ramadhan di Wilayah Kodam III/Siliwangi