3f804abd95730c82e6217735dd3ebf6a.jpg  

Dansatgas Patroli Udara Pantau Kebakaran Lahan Gambut Di Bayung Lencir Muba

Jum`at, 16 Agustus 2019 15:22:03 - Oleh : admin - Dibaca : 5 kali

Dansatgas Patroli Udara Pantau Kebakaran Lahan Gambut Di Bayung Lencir Muba

Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Provinsi Sumatera Selatan yang juga menjabat sebagai Komandan Korem 044/Gapo Kolonel Arh Sonny Septiono melakukan patroli udara dengan Helikopter BNPB untuk mengantisipasi dan penanganan Karhutla yang didampingi Danlanud SMH Palembang Kolonel Pnb Heri Sutrisno, S.IP.,M.Si. LO BNPB Pusat Kolonel Inf Triadi Munarto dan Kalaksa BNPB Sumsel Bpk. Iriansyah pada Kamis (15/8/2019).

Dansatgas Karhutla Sumsel Kolonel Arh Sonny Septiono mengatakan, bahwa pihaknya harus melakukan pantauan udara, bahkan setiap hari untuk mengetahui titik-titik Karhulta di wilayah Sumatera Selatan. "Memang titik panas terpantau dari Hotspot, tapi kan itu belum tentu Karhutla, nah kita lakukan pantauan udara dengan Helikopter, sebab dengan pantauan itu kita bisa memastikan titikKarhutla", katanya.

Lanjut Kolonel Arh Sonny Septiono menjelaskan, setelah diketahui ada titik Karhutla, pihaknya akan langsung menginformasikan agar segera untuk dilakukan pemadaman, dengan begitu, api tidak sempan meluas, karena tim gabung langsung sigap lakukan pemadaman.  "Untuk hari ini kita lakukan patrol udara ke wilayah Muba tepatnya di Bayung Lencir, dimana telah terjadi kebakaran lahan gambut beberapa hari terakhir yang belum bisa dipadamkan", terangnya.

Ia juga menambahkan, tim pemadam darat kesulitan mencapai lokasi kebakaran karena wilayah gambut dan jauh dari lokasi pemukiman. Titik api diduga muncul dari lahan milik warga, yang merembet ke lahan perkebunan milik perusahaan. "Helikopter Water Bombing sudah dikerahkan, tapi api belum juga padam. Sekarang masih dilakukan pemadaman. Tim pemadam terkendala ketersediaan air yang jauh dari lokasi kebakaran", ungkap Kolonel Sonny.

Dijelaskan juga Dansatgas, bahwa upaya pemadaman menggunakan helikopter di kawasan Muba terkendala oleh jarak yang cukup jauh dari landasan udara dan sumber air yang juga sama jauh. Jarak tempuh ke kawasan Bayung Lencir dari Pangkalan Udara Palembang bisa mencapai 1,5 jam. Dengan keterbatasan bahan bakar, Helikopter hanya bisa melakukan pemadaman selama satu jam sebelum bahan bakar Helikopter habis dan kembali ke pangkalan. "Kita bikin semacam terminal bahan bakar sementara di lokasi terdekat dengan sumber api untuk opsinya. Akan tetapi, kendalanya untuk menyimpan bahan bakar di lokasi itu tidak bisa terlalu banyak karena kondisi lapangan yang kurang memungkinkan", tuturnya.

 

 

Saya adalah bapak dari tiga angkatan yaitu AD, AL dan AU, untuk itu saya harus bersikap adil terhadap tiga angkatan. Dalam kedinasan sehari-hari saya menggunakan baju loreng TNI sebagai perwujudan integrasi tiga angkatan.
Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. S.IP
Pengumuman
Siaran Pers
Amanat
Berita Media
Rabu, 11 September 2019
Angkut Mahasiswa Papua ke Tempat Belajar, TNI Siapkan 2 Pesawat Hercules
Kamis, 15 Agustus 2019
TNI soal Nduga: Kami Hormati HAM dan Tak Sandera Anak-anak
Selasa, 13 Agustus 2019
Kekuatan Militer Indonesia Diperhitungkan Dunia, Kapuspen TNI: Kita Tak Akan Lengah
Selasa, 13 Agustus 2019
Kodam XVII/Cenderawasih Terus Mencari Helikopter MI-17
Rabu, 15 Mei 2019
Safari Ramadan di Medan, Panglima TNI Serukan Jaga Persatuan dan Kesatuan