3f804abd95730c82e6217735dd3ebf6a.jpg  

Wapres RI Buka Acara ICCIS di Bali, Pam VVIP Dilaksanakan Maksimal Sesuai SOP

Selasa, 5 November 2019 15:42:01 - Oleh : admin - Dibaca : 159 kali

Wapres RI Buka Acara ICCIS di Bali, Pam VVIP Dilaksanakan Maksimal Sesuai SOP

Gubernur Bali I Wayan Koster, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, S.I.P., Kapolda Bali Irjen Pol Dr. Drs. Petrus Reinhard Golose, M.M., Danlanud Ngurah Rai, dan Danlanal Denpasar, serta Kajati Prov. Bali, menyambut kedatangan Wakil Presiden RI KH. Maruf Amin dan Ibu Hj. Estu Wury Maruf Amin beserta rombongan, di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Kabupaten Badung, pada Senin (4/11/2019).

Berangkat dari Halim Perdanakusuma Jakarta, Pesawat Khusus Kepresidenan A-7307/B-737-400/TNI-AU yang membawa rombongan Wakil Presiden RI tiba di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali Apron 61 pada pukul 09.10 Wita pagi tadi. Setelah istirahat beberapa saat di VVIP Room 1, rombongan Wapres RI bertolak menuju ke Hotel The Apurva Kempinski, Nusa Dua Bali.

Wakil Presiden RI KH. Maruf Amin dan Ibu Hj. Estu Wury Maruf Amin beserta rombongan, pada kunjungan kerjanya kali ini di Provinsi Bali yakni dalam rangka menghadiri sekaligus membuka secara resmi acara The 3rd Indonesian Constitutional Court International Symposium (ICCIS) 2019 yang digelar di Candi Ballroom Hotel The Apurva Kempinski Bali.

Acara yang diselenggarakan oleh Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia (MK RI) tersebut bertajuk "Constitutional Court and the Protection of Social and Economic Rights", dihadiri 14 perwakilan negara sebagai peserta dan 5 negara peneliti. Sebagai Sekretaris tetap The Association of Asian Constitutional Court (AACC) Bidang Perencanaan dan Koordinasi, melalui acara ini, MK RI berupaya untuk saling berbagi ide, pengalaman dan pemikiran intelektual, serta tentunya diharapkan dapat menjalin hubungan kerja sama yang lebih erat, sehingga peran MK RI dan lembaga sejenis makin menggema dengan kuat dalam perlindungan hak konstitusional warga negara di dunia.

Sementara itu, dalam siaran persnya terkait kegiatan kedatangan hingga keberangkatan rombongan Wapres RI tersebut, Kapendam IX/Udayana Kolonel Kav Jonny Harianto G, S.I.P., menyampaikan bahwa selaku Pangkoops Pam VVIP wilayah Bali dan Nusa Tenggara, Pangdam IX/Udayana selalu menekankan agar Pam VVIP yang dilaksanakan ini harus dilakukan secara maksimal dan sesuai Standar Operasional dan  Prosedur (SOP), masing-masing personel harus tahu siapa dan berbuat apa, sehingga hal ini tidak boleh menjadi sesuatu yang monoton dan rutinitas.

"Selama kegiatan berlangsung, Pejabat VVIP dalam hal ini rombongan Wapres RI yang telah tiba di Bali senantiasa mendapatkan pengamanan sesuai Prosedur Tetap Pengamanan VVIP yang telah dilatihkan oleh Kodam IX/Udayana selaku Koops Pam VVIP di wilayah Bali dan Nusa Tenggara," demikian tegas Kapendam.

Sekitar pukul 11.00 Wita, acara The 3rd Indonesian Constitutional Court International Symposium (ICCIS) 2019 selesai. Wapres RI beserta rombongan meninggalkan tempat acara menuju Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Selanjutnya, pada pukul 11.15 Wita rombongan Wapres RI meninggalkan VVIP Room 1 menuju ke pesawat dengan diantar oleh Gubernur Bali, Pangdam IX/Udy, Kapolda Bali dan pengantar lainnya, untuk bertolak kembali ke Jakarta. 

 

 

Saya adalah bapak dari tiga angkatan yaitu AD, AL dan AU, untuk itu saya harus bersikap adil terhadap tiga angkatan. Dalam kedinasan sehari-hari saya menggunakan baju loreng TNI sebagai perwujudan integrasi tiga angkatan.
Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. S.IP
Pengumuman
Siaran Pers
Amanat
Berita Media
Kamis, 16 Januari 2020
Panglima TNI–Kapolri bertolak ke Pulau Morotai tinjau prajurit di perbatasan
Senin, 13 Januari 2020
Panglima TNI Dampingi Presiden Tinjau Helikopter Caracal di Halim Perdanakusuma
Jum`at, 10 Januari 2020
Bertemu Panglima TNI, Menlu membahas evakuasi ratusan WNI dari Iran
Jum`at, 10 Januari 2020
Jaga Kedaulatan Indonesia, Panglima TNI Perintahkan 4 Pesawat F16 Patroli Rutin Ke Natuna
Jum`at, 10 Januari 2020
Panglima TNI: Kapal Asing Bisa Lewat di ZEE, tapi Tak Bisa Ambil Ikan