3f804abd95730c82e6217735dd3ebf6a.jpg  

Satgas Yonif Raider 142/KJ Gagalkan Upaya Penyelundupan Tembakau Keluar Negeri

Rabu, 13 November 2019 15:17:17 - Oleh : admin - Dibaca : 47 kali

Satgas Yonif Raider 142/KJ Gagalkan Upaya Penyelundupan Tembakau Keluar Negeri

Dalam membuktikan keseriusan untuk menggagalkan segala bentuk upaya penyelundupan barang-barang illegal, Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif Raider 142/KJ berhasil mengamankan 43 dus tembakau merk "Shag" tanpa dokumen resmi di Dusun Fatukmetan, Desa Kenebibi, Kec. Kakuluk Mesak, Kab. Belu.

Kejadian tersebut dibenarkan oleh Dansatgas Pamtas Yonif Raider 142/KJ, Letkol Inf Ikhsanudin, S.Sos.,M.M. di Mako Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif Raider 142/KJ Atambua NTT, Minggu (10/11/2019).

"Penggagalan penyelundupan ini sendiri diawali dari informasi warga masyarakat tentang adanya 43 dus tembakau tanpa dilengkapi dokumen resmi yang dibawa dari Atambua menuju Atapupu dan akan diselundupkan ke Negara Timor Leste melalui jalur laut," ungkap Dansatgas.

Mendapatkan informasi tersebut, atas petunjuk Dansatgas Yonif Raider 142/KJ, Lettu Inf Mairi Hendra selaku Pasi Intel memerintahkan Sertu Agung Franata selaku Danru Provost bersama 6 orang personel dari Pos Motaain untuk memastikan informasi tersebut dan melakukan pencegahan.

"Setelah diadakan penyelidikan, Sertu Agung Franata melaporkan bahwa adanya 1 unit gubuk yang berada dipinggir laut milik Sdr. Vinsensius Asa (45) yang merupakan petani di Dusun Fatukmetan Desa Kenebibi Kec. Kakuluk Mesak Kab. Belu NTT yang menyimpan barang berupa 43 (empat puluh tiga) dus tembakau merk "Shag" tanpa dilengkapi dokumen yang sah," jelas Dansatgas.

"Pada saat itu, atas ijin dari Bpk. Yulius Mener (49) selaku Ketua RT. 01 Dusun Fatumetan Desa Kenebibi Kec. Kakuluk Mesak Kab. Belu, Sdr Vinsensius Asa kami bawa ke Pos Motaain untuk dimintai keterangan singkat," terangnya lebih lanjut.

Sementara itu, dari hasil pemeriksaan singkat terhadap Sdr. Vinsensius Asa, diketahui bahwa barang tersebut merupakan titipan dari Sdr. HL melalui handphone.

"Saya dihubungi oleh Sdr. HL melalui handphone dan diminta untuk menerima titipan 43 dus tembakau dan disimpan di pondok milik saya, pada saat menurunkan barang ini dari kendaraan, saya diberi upah sebesar Rp. 50.000,- (lima puluh ribu rupiah)," jelas Sdr Vinsensius Asa.

Dalam pembicaraan melalui handphone tersebut juga dijelaskan oleh Sdr. HL bahwa 43 dus tembakau tersebut akan dikirimkan ke Negara Timor Leste melalui jalur laut, pengiriman sendiri akan dilaksanakan menunggu air laut pasang, biasanya dilakukan pada malam hari.

"Saat ini barang bukti berupa 43 dus tembakau tersebut kami amankan di Mako Satgas Yonif Raider 142/KJ, sementara Sdr. Vinsensius Asa setelah kami mintai keterangan singkat, maka kami kembalikan kepada pihak keluarganya," tegas Dansatgas.

Dansatgas Yonif Raider 142/KJ selalu memerintahkan kepada seluruh pos di jajarannya agar meningkatkan hubungan baik, dan bekerja sama dengan warga masyarakat serta instansi yang ada di wilayah dalam pemberantasan kegiatan penyelundupan, serta melakukan sosialisasi dan penyuluhan hukum agar warga masyarakat tidak dijadikan perantara oleh pihak tertentu dalam melaksanakan kegiatan illegal untuk mendapatkan keuntungan pribadi. 

 

 

 

 

Saya adalah bapak dari tiga angkatan yaitu AD, AL dan AU, untuk itu saya harus bersikap adil terhadap tiga angkatan. Dalam kedinasan sehari-hari saya menggunakan baju loreng TNI sebagai perwujudan integrasi tiga angkatan.
Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. S.IP
Pengumuman
Siaran Pers
Amanat
Berita Media
Rabu, 27 November 2019
Panglima TNI-Kapolri Akan Kunjungi Papua
Selasa, 26 November 2019
Panglima TNI Sempatkan Ziarah ke Pulau Penyengat
Kamis, 26 September 2019
Panglima TNI dan Kapolri Cek Lokasi Kericuhan di Perempatan Slipi
Rabu, 11 September 2019
Angkut Mahasiswa Papua ke Tempat Belajar, TNI Siapkan 2 Pesawat Hercules
Kamis, 15 Agustus 2019
TNI soal Nduga: Kami Hormati HAM dan Tak Sandera Anak-anak