3f804abd95730c82e6217735dd3ebf6a.jpg  

Bentuk Binter Satnonkowil di Perbatasan, Satgas Pamtas Yonif R 142/KJ Lakukan Penanaman Padi di Desa Tohe Bersama Masyarakat

Kamis, 27 Februari 2020 13:37:33 - Oleh : admin - Dibaca : 25 kali

Bentuk Binter Satnonkowil di Perbatasan, Satgas Pamtas Yonif R 142/KJ Lakukan Penanaman Padi di Desa Tohe Bersama Masyarakat

Dalam rangka melaksanakan tugas Pembinaan Teritorial Satuan Non Komando Kewilayahan, Satgas Pamtas RI-RDTL sektor timur Yonif Raider 142/KJ bersama-sama masyarakat melaksanakan gotong-royong penanaman padi di Desa Tohe Kecamatan Raihat Kabupaten Belu Nusa Tenggara Timur.

Selain melaksanakan tugas pengamanan wilayah perbatasan sesuai dengan Undang-undang nomor 34 tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia, pasal 7, ayat (2), huruf b, angka 4 yang menjelaskan tentang tugas TNI dalam pengamanan wilayah perbatasan, Satgas Pamtas RI-RDTL sektor timur Yonif Raider 142/KJ juga melaksanakan tugas Pembinaan Teritorial Satuan Non Komando Kewilayahan (Binter Santonkowil).

Tugas Pembinaan Teritorial Satuan Non Komando Kewilayahan (Binter Satnonkowil) Satgas Pamtas RI-RDTL sektor timur Yonif Raider 142/KJ dilaksanakan melalui koordinasi bersama Satuan Komando Kewilayahan setempat dan Instansi Pemerintah terkait yang ada di daerah penugasan.

Tugas Binter Satnonkowil Satgas Pamtas Yonif R 142/KJ dilakukan dalam berbagai bidang, dalam rangka mendukung program Pemerintah dan membantu masyarakat dalam mengatasi berbagai macam permasalahan sosial yang timbul di wilayah perbatasan, salah satunya seperti yang dilakukan oleh personel Pos Delomil dibidang pertanian.

"Kegiatan Pembinaan Teritorial Satuan Non Komando Kewilayahan yang dilakukan oleh personel kami di Pos Delomil berupa bersama-sama warga yang ada di Desa Tohe Kecamatan Raihat melakukan gotong-royong penanaman padi guna mendukung terciptanya ketahanan pangan di daerah tersebut," ungkap Letkol Inf Ikhsanudin, S.Sos.,M.M selaku Dansatgas.

"Kegiatan penanaman padi ini dipimpin oleh Sertu Medi Efri Yadi selaku Wadanpos Delomil bersama 5 orang personel Pos Delomil lainnya serta 20 orang warga dari Desa Tohe Kecamatan Raihat," ucap Letkol Inf Ikhsanudin, S.Sos.,M.M.

"Kegiatan ini merupakan wujud kemanunggalan antara TNI bersama rakyat di wilayah perbatasan Indonesia - Timor Leste, semoga melalui kegiatan-kegiatan seperti ini dapat lebih mempererat tali silaturahmi, hubungan kekeluargaan dan persaudaraan yang telah terjalin dengan baik selama ini," tutur Letkol Inf Ikhsanudin, S.Sos.,M.M.

"Selain itu, kegiatan ini juga sebagai wahana untuk meningkatkan kembali budaya kita selaku orang timur, yaitu budaya gotong-royong, tolong-menolong, bahu-membahu serta saling bantu-membantu diantara sesama," tambah Letkol Inf Ikhsanudin, S.Sos.,M.M.

"Saya selalu mengingatkan kepada setiap personel kami yang berada di sepanjang garis perbatasan Indonesia - Timor Leste, agar kehadiran mereka ditengah-tengah masyarakat dapat memberikan motivasi, menjadi solusi, bermanfaat serta memberikan pengaruh positif bagi warga yang ada disekelilingnya secara langsung," imbuh Letkol Inf Ikhsanudin, S.Sos.,M.M di Mako Satgas Atambua (27/2/2020).

Sementara itu, Bapak Martinus Bere (48) salah seorang warga Desa Tohe menyampaikan ucapan terima kasih atas partisipasi dan bantuan yang telah diberikan oleh Satgas Pamtas Yonif R 142/KJ khususnya Pos Delomil dalam rangka penanaman padi di lahan mereka.

"Saya mewakili masyarakat Desa Tohe mengucapkan terima kasih kepada bapak-bapak TNI yang telah membantu kami dalam pelaksanaan penanaman padi, semoga bapak-bapak TNI selalu diberikan kesehatan oleh Tuhan Yang Maha Esa disetiap tugasnya," ucap Bapak Martinus Bere.

Terpisah, Sertu Medi Efri Yadi selaku Wadanpos Delomil menyampaikan tanggapannya atas kegiatan gotong-royong penanaman padi di Desa Tohe Kecamatan Raihat.

"Partisipasi kami untuk warga masyarakat di daerah penugasan diharapkan dapat lebih mempererat hubungan kekeluargaan dan persaudaraan yang telah terjalin dengan baik selama ini," ucap Sertu Medi Efri Yadi selaku Wadanpos Delomil.

"Karena kami sangat menyadari, bahwa TNI terlahir dari rakyat, untuk rakyat dan akan kembali lagi menjadi rakyat nantinya," tandas Sertu Medi Efri Yadi dengan tersenyum. 

Saya adalah bapak dari tiga angkatan yaitu AD, AL dan AU, untuk itu saya harus bersikap adil terhadap tiga angkatan. Dalam kedinasan sehari-hari saya menggunakan baju loreng TNI sebagai perwujudan integrasi tiga angkatan.
Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. S.IP
Pengumuman
Siaran Pers
Amanat
Berita Media
Jum`at, 6 Maret 2020
Panglima TNI Meninjau Kontainer Medik Udara TNI AU dan Unit Bedah Lapangan
Selasa, 18 Februari 2020
Panglima TNI–Kapolri kunjungan ke Timika akan tinjau Mako Gabwilhan
Kamis, 13 Februari 2020
Tinjau Kesiapan Pemprov Cegah Karhutla, Kapolri dan Panglima TNI Besok Kunjungi Riau
Kamis, 16 Januari 2020
Panglima TNI–Kapolri bertolak ke Pulau Morotai tinjau prajurit di perbatasan
Senin, 13 Januari 2020
Panglima TNI Dampingi Presiden Tinjau Helikopter Caracal di Halim Perdanakusuma