3f804abd95730c82e6217735dd3ebf6a.jpg  

Sejarah, Makodim Brebes Pernah Jadi Markas Intel Belanda dan RPKAD

Selasa, 5 Oktober 2021 13:25:43 - Oleh : admin - Dibaca : 92 kali

Sejarah, Makodim Brebes Pernah Jadi Markas Intel Belanda dan RPKAD

Markas Komando Distrik Militer (Makodim) 0713 Brebes ternyata menyimpan berbagai catatan sejarah, baik pada masa revolusi 1945-1949 antara Indonesia dengan penjajah Belanda maupun pada tahun 1965 saat terjadi penumpasan G30S PKI, dimana Makodim Brebes menjadi markas tentara Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD) atau sekarang dikenal sebagai Kopassus.

Dijelaskan lebih mendalam oleh Wijanarto, S.Pd. M.Hum, sejarawan Pantura asal Brebes yang merupakan Kabid Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Brebes, Makodim Brebes menjadi markas intel Belanda atau Nevis untuk memata-matai/memantau pergerakan para pejuang RI dalam mempertahankan kemerdekaan RI yang diproklamasikan tanggal 17 Agustus 1945.

Walaupun sebenarnya gerakan revolusi sendiri telah dimulai sejak tahun 1908, dimana saat ini diperingati sebagai tahun kebangkitan nasional, namun rangkaian-rangkaian revolusi mencapai puncaknya mulai dari proklamasi kemerdekaan RI hingga pengakuan kemerdekaan Indonesia oleh Kerajaan Hindia Belanda pada 29 Desember 1949.

"Tentara Nica berusaha melakukan berusaha merebut kemerdekaan RI di kurun waktu 1945-1949. Di Brebes sekarang Kodim 0713 Brebes, mereka mendirikan markas Nevis karena letaknya sangat strategis di Jalan Daendels atau jalan Pantura dulu, sekarang bernama Jalan Jenderal Sudirman," terangnya kepada Dandim Brebes Letkol Armed Mohamad Haikal Sofyan di Ruang Transit Kodim Brebes, Senin (4/10/2021).

Kemudian berselang 16 tahun kemudian setelah peristiwa revolusi tersebut, mulai 7 Oktober 1965, Makodim Brebes dijadikan markas Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD) atau Kopassus, untuk menumpas antek-antek PKI dari Jakarta yang banyak melarikan diri ke Jawa Tengah.

Di Brebes sendiri, basis PKI berada di wilayah Brebes Tengah (Kecamatan Kersana, Banjarharjo, dan Ketanggungan) dan Pantura atau di wilayah Kecamatan Brebes. Untuk itulah RPKAD mendirikan markas di dua tempat yaitu di Tanjung (Koramil 04 Tanjung saat ini) untuk membackup pergerakan di wilayah Brebes Tengah serta di Makodim Brebes untuk membackup jalur Pantura atau Brebes kota dengan nama Operasi Pagar Betis.

Kehadiran pasukan RPKAD di wilayah Brebes ini mengobarkan semangat ormas-ormas dan masyarakat untuk melakukan perlawanan terhadap PKI.

"Puncaknya adalah penumpasan anggota gerakan kiri maupun simpatisannya itu (PKI), saat menggelar rapat akbar di Alun-alun Brebes pada 18 Oktober 1965. Mayat-mayat mereka dihanyutkan di Sungai Pemali," sambungnya.

Kodim Brebes adalah zonasi inti bangunan sejarah di Brebes.Bangunan pendukung lainnya adalah markas vice police Brimob yang didirikan tahun 1920 dimana sekarang adalah Polres Brebes.

"Sebelum menjadi Polres Brebes, markas vice police Brimob dijadikan rumah dinas guru," tandasnya.

 

 

Smiley face
 
Saya adalah bapak dari tiga angkatan yaitu AD, AL dan AU, untuk itu saya harus bersikap adil terhadap tiga angkatan. Dalam kedinasan sehari-hari saya menggunakan baju loreng TNI sebagai perwujudan integrasi tiga angkatan.
Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. S.IP
Pengumuman
Siaran Pers
Amanat
Berita Media
Jum`at, 3 September 2021
Panglima TNI Raker di Komisi I DPR RI
Jum`at, 23 Juli 2021
Panglima TNI Serahkan Bantuan Tabung Oksigen dan Alkes kepada Masyarakat Papua
Selasa, 8 Juni 2021
Pekuat Pelaksanaan PPKM Berskala Mikro di Daerah, Tim Gabungan TNI dan Polri Dilibatkan
Kamis, 27 Mei 2021
Panglima TNI dan Kapolri Kembali Kunjungi Papua
Selasa, 27 April 2021
Panglima TNI Sambut Kedatangan Jenazah Kabinda Papua di Bandara