3f804abd95730c82e6217735dd3ebf6a.jpg  

Prajurit Yonif 5 Marinir Pertajam Kemampuan Awaki Senjata Bantuan MO 81 MM

Selasa, 12 Oktober 2021 10:47:17 - Oleh : admin - Dibaca : 82 kali

Prajurit Yonif 5 Marinir Pertajam Kemampuan Awaki Senjata Bantuan MO 81 MM

 

Dalam rangka mengasah dan mempertajam kemampuan mengawaki senjata lintas lengkung Mortir (MO) 81 mm, prajurit Yonif 5 Marinir melaksanakan pendalaman materi dan gun drill Mortir 81 mm di kelas lapangan Yonif 5 Marinir Ujung, Semampir, Surabaya, Jawa Timur, Senin (11/10/2021).

Kegiatan yang dipimpin Kasi Mortir 81 mm Peleton Bantuan Yonif 5 Marinir Serma Mar Muzammil tersebut memberikan pelajaran dengan materi Arah Tembakan Pokok (ATP) dengan menghitung jarak antara tempat stelling senjata/tempat kedudukan senjata ke sasaran melalui piringan penghitung.

Komandan Batalyon Infanteri 5 Marinir Letkol Mar Widarta Kusuma, S.E., M.Tr.Opsla manyampaikan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka mempertajam dan mengasah naluri tempur prajurit petarung "Gurita Cakti" Yonif 5 Marinir dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas dan kemampuan serta profesionalisme prajurit. Adapun sasaran dari latihan tersebut adalah tercapainya tingkat kemampuan yang baik dalam menembak senjata bantuan Infanteri, sehingga mampu menjawab tantangan tugas dimasa yang akan datang guna menunjang tugas pokok Batalyon Infanteri.

 

Smiley face
 
"Tunaikan Sumpah dan tugas kewajiban sebagai prajurit Negara Republik Indonesia, yang sanggup menjamin keamanan dan keselamatan nusa dan bangsanya"    
Panglima Besar Jenderal Sudirman
Pengumuman
Siaran Pers
Amanat
Berita Media
Jum`at, 3 September 2021
Panglima TNI Raker di Komisi I DPR RI
Jum`at, 23 Juli 2021
Panglima TNI Serahkan Bantuan Tabung Oksigen dan Alkes kepada Masyarakat Papua
Selasa, 8 Juni 2021
Pekuat Pelaksanaan PPKM Berskala Mikro di Daerah, Tim Gabungan TNI dan Polri Dilibatkan
Kamis, 27 Mei 2021
Panglima TNI dan Kapolri Kembali Kunjungi Papua
Selasa, 27 April 2021
Panglima TNI Sambut Kedatangan Jenazah Kabinda Papua di Bandara