c9fb2a9e812153a139353118104ca03a.jpg  

TNI AL Berhasil Bekuk Komplotan Perompak Di Selat Malaka

Jum`at, 3 November 2023 10:46:23 - Oleh : admin - Dibaca : 384 kali

TNI AL Berhasil Bekuk Komplotan Perompak Di Selat Malaka

Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Tanjungbalai Karimun berhasil membekuk 3 pelaku perompakan yang kerap beraksi di Selat Malaka dan Selat Singapura. "Tiga orang yang sudah diamankan di Lanal Tanjungbalai Karimun yakni TF, WN dan MS sedangkan JP dan AF masih dilakukan pengejaran karena sempat melarikan diri," ujar Palaksa Lanal TBK, Mayor Laut (H) P Panjaitan dalam konferensi pers di Mako Lanal TBK, Rabu (1/11).

Ketiga perompak ini bersama dua rekannya JP dan AF awalnya diselamatkan Basarnas karena kapal mereka terdampar di Perairan Malaysia menggunakan KN. SAR Purworejo pada Senin (30/10).

Kecurigaan atas kejadian terdamparnya lima orang yang mengaku nelayan tersebut semakin menguat serta tidak ada tanda-tanda maupun bukti ditemukan bahwa mereka sebagai nelayan dan mereka tidak sedang mencari ikan di laut ketika boat pancungnya pecah dihantam gelombang dan terdampar di perairan Malaysia.

"Setelah dilakukan pengolahan data oleh Tim Siber Lanal TBK dengan mengakses data-data diduga korban melalui jejaring sosial dan lini masa para korban terindikasi tiga dari mereka sebagai pelaku kejahatan perompakan di Selat Malaka dan Selat Singapura," ujar Mayor Laut (H) P Panjaitan.

Selanjutnya, dilakukan penjemputan ke desa Pongkar untuk dilakukan pendalaman keterangan. Sementara 2 orang lainnya yakni AF dan JP saat ini masih dalam pengejaran. Dari hasil pendalaman terhadap 3 orang tersebut, diakui bahwa dalam melaksanakan aksinya di laut mereka menentukan kapal yang akan menjadi sasaran dengan menggunakan aplikasi ship info untuk mendapatkan data-data lengkap kapal termasuk kecepatan kapal.

"Ketika kapal dengan kecepatan 12 knots maka para perompak ini memanjat kapal dengan cara memakai tali panjang yang panjangnya lebih kurang 22 meter dan disimpul sesuai jarak panjat kaki, 1 orang tinggal di Boat (tekong), 1 orang pemegang tali dan 4 orang naik keatas kapal untuk mengambil spart part di kapal", terangnya.

Dijelaskan, komplotan ini selalu merekrut warga lokal untuk ikut serta dalam aksinya, agar memudahkan dalam mencari tempat tinggal dengan tanpa menunjukkan indentitas sebenarnya. "Selain itu, para perompak ini mencuri spare part di atas kapal yang melintas di Outer Port Limit (OPL) dan sekitarnya, formasinya selalu tetap dan bisa saja saling silang berganti ketua kelompok disaat aksi yang berbeda", ungkapnya. Saat ini terduga komplotan pelaku perompakan sedang dilaksanakan penyidikan dan proses hukum lebih lanjut.

Dalam berbagai kesempatan, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali menegaskan bahwa TNI AL akan senantiasa meningkatkan kesiapan operasional baik itu Alutsista maupun personel guna mencegah praktek kejahatan dari dan melalui laut, untuk menjamin keselamatan pengguna Laut Nusantara. 

 

 

Podcast
 
"Berbuat Baiklah"      
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto
Pengumuman
Siaran Pers
Amanat
Berita Media
Rabu, 21 Februari 2024
TNI AL Kerahkan Kapal Korvet dan Helikopter Panther Ikuti Latihan dengan 47 Negara di India
Selasa, 20 Desember 2022
Presiden Jokowi Lantik Yudo Margono sebagai Panglima TNI
Jum`at, 2 Desember 2022
Panglima TNI Bersama KSAL Lepas Satgas MTF TNI Konga 28 N ke Lebanon
Jum`at, 25 November 2022
Sambangi Cianjur, Panglima TNI Evaluasi Kekuatan Pasukan di Lokasi Gempa
Jum`at, 25 November 2022
Panglima TNI Tinjau Lokasi Gempa Cianjur Kirim Bantuan dan Bawa 8 Ribu Paket Makanan




Tiktok