3f804abd95730c82e6217735dd3ebf6a.jpg  

Atensi dan Harapan Panglima TNI

Selasa, 1 Februari 2011 00:00:00 - Oleh : puspen - Dibaca : 1204 kali

Bagi Prajurit dan PNS TNI, upacara bendera pada setiap tanggal  tujuh belas, memiliki makna yang sangat penting. Pertama, mengingatkan kita sebagai generasi penerus akan perjuangan para generasi pendahulu yang melahirkan NKRI pada 17 Agustus 1945, Kedua, sebagai sarana komando untuk menjalin komunikasi antara Pimpinan dengan anggota dan Satuan di jajaran TNI, sehingga setiap kebijakan, instruksi atau petunjuk dan informasi dapat mengalir dengan lancar serta tepat waktu dan tepat sasaran.

Pengaruh dinamika lingkungan strategis saat ini secara langsung maupun tidak langsung akan berpengaruh terhadap pertahanan negara kita, baik pada lingkup global dengan hakekat ancamannya, demikian juga perkembangan lingkungan regional dan nasional akan menimbulkan potensi ancaman serta tantangan nyata yang harus segera diantisipasi dampaknya agar tidak mengganggu stabilitas nasional Indonesia. Menyikapi tantangan dan ancaman yang penuh dinamika tersebut TNI selaku komponen utama pertahanan negara, dituntut mampu menyiapkan diri sebaik-baiknya dengan memprioritaskan pada tercapainya postur kekuatan pokok minimum (MEF) secara bertahap dan berlanjut yang diatur dalam Renstra pembangunan MEF TNI tahun 2010-2014, termasuk program reformasi birokrasi TNI, program zero growth dan right sizing semaksimal mungkin.

Untuk itu, selaku Panglima TNI menyampaikan atensi dan harapan agar dipedomani dan dilaksanakan, sebagai berikut:

Pertama, Tingkatkan Keimanan dan Ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai wujud nyata dari Sapta Marga, dan Sumpah Prajurit, sekaligus landasan moral dan etika dalam pelaksanaan tugas para Prajurit kepada Bangsa dan Negara.

Kedua, Tingkatkan wawasan serta ilmu pengetahuan dan teknologi guna membangun kapasitas dan kapabilitas TNI dalam rangka mendukung pembangunan kekuatan pokok minimum TNI yang solid dan profesional.

Ketiga, Pelihara dan tingkatkan Produktivitas Kerja dengan senantiasa berpedoman kepada peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Keempat, Tingkatkan Disiplin Pribadi sebagai basis terwujudnya disiplin satuan dan disiplin masyarakat. Sebagai prajurit jangan pernah berhenti untuk menjadi contoh dan teladan bagi masyarakat. Perkokoh Kemanunggalan TNI-Rakyat, sebagai landasan bagi terwujudnya persatuan dan kesatuan nasional.

Kelima, Jaga dan pegang teguh komitmen Netralitas Politik TNI, sebagai salah satu bukti kongkrit dari hasil reformasi internal TNI. Setiap prajurit TNI, jangan sekali-kali mencederai dan menyalahgunakan komitmen netralitas politik untuk kepentingan diri atau kelompok tertentu.

Keenam , Tingkatkan terus soliditas dan solidaritas satuan,  serta disiplin, dedikasi dan loyalitas prajurit demi semakin kokohnya integrasi TNI, demi suksesnya peran dan tugas pokok TNI.

Ketujuh, Kurangi dan sederhanakan kegiatan yang bersifat seremonial, guna mencegah terjadinya pemborosan dalam rangka efisiensi dan efektifitas kegiatan di jajaran TNI.

Demikian lembar Penpas ini disampaikan untuk dapat dipedomani dan dilaksanakan oleh setiap  prajurit  dan PNS TNI.

"Tunaikan Sumpah dan tugas kewajiban sebagai prajurit Negara Republik Indonesia, yang sanggup menjamin keamanan dan keselamatan nusa dan bangsanya"    
Panglima Besar Jenderal Sudirman
Pengumuman
Sabtu, 17 Agustus 2019
SIARAN TNI DI RRI PROGRAM 4 TANGGAL 17 AGUSTUS 2019
Jum`at, 16 Agustus 2019
TNI POLRI PILAR NKRI
Kamis, 8 Agustus 2019
Baleho HUT ke-74 RI
Jum`at, 2 Agustus 2019
SIARAN TNI DI RRI PROGRAM 4
Siaran Pers
Amanat
Berita Media
Kamis, 15 Agustus 2019
TNI soal Nduga: Kami Hormati HAM dan Tak Sandera Anak-anak
Selasa, 13 Agustus 2019
Kekuatan Militer Indonesia Diperhitungkan Dunia, Kapuspen TNI: Kita Tak Akan Lengah
Selasa, 13 Agustus 2019
Kodam XVII/Cenderawasih Terus Mencari Helikopter MI-17
Rabu, 15 Mei 2019
Safari Ramadan di Medan, Panglima TNI Serukan Jaga Persatuan dan Kesatuan
Rabu, 15 Mei 2019
Panglima TNI dan Kapolri Melakukan Kunjungan Kerja Safari Ramadhan di Wilayah Kodam III/Siliwangi