3f804abd95730c82e6217735dd3ebf6a.jpg  

Jati Diri Prajurit TNI

Selasa, 8 Februari 2011 00:00:00 - Oleh : puspen - Dibaca : 6644 kali

Jatidiri adalah tanda-tanda yang melekat dalam diri seseorang atau suatu institusi. Secara fisik, seorang anggota TNI bisa dengan mudah diketahui jatidirinya hanya dengan melihat kartu tanda anggota (KTA) yang dimilikinya, bentuk postur tubuhnya, ataupun atribut baju seragamnya. Namun secara kultur, juga bisa dilihat dari gaya tutur katanya, gaya bahasanya, kalimat yang digunakan, tampilan gerak tubuhnya, semangatnya, atau bahkan suasana kebathinannya.

Setiap orang atau institusi, termasuk TNI, mempunyai jatidiri. Bagi TNI, jatidiri berguna untuk mempersatukan sikap, semangat, maupun jiwa korps dalam upaya mencapai tujuan sebagaimana tugas yang diembankan kepadanya. Oleh karena itu, jatidiri sebenarnya menjadi salah satu pengikat jiwa, penggerak semangat dan penguat suasana kebathinannya. Setiap prajurit TNI harus memahami dan menghayati jatidiri. Caranya adalah dengan mengenali dan menyadari kehadiran atau keberadaannya, baik sebagai individu prajurit maupun sebagai bagian tak terpisahkan dari kesatuannya. Prajurit TNI harus memahami, bahwa kehadiran dan keberadaannya bukan secara kebetulan, tetapi sudah dirancang untuk memiliki tujuan dan kegunaan bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Secara institusi, jatidiri TNI tercantum dan terlembagakan dalam suatu undang-undang, yakni Undang-Undang Republik Indonesia No. 34 tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia. Jatidiri TNI yang harus kita pahami dan hayati bersama adalah:

Pertama, sebagai Tentara Rakyat, yang berarti bahwa prajurit TNI adalah tentara yang anggotanya berasal dari warga negara indonesia.

Kedua, sebagai Tentara Pejuang, yaitu tentara yang berjuang menegakkan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan tidak mengenal menyerah dalam melaksanakan dan menyelesaikan tugasnya.

Ketiga, sebagai Tentara Nasional, yaitu tentara kebangsaan Indonesia yang bertugas demi kepentingan negara di atas kepentingan daerah, suku, ras, dan golongan serta agama.

Keempat, sebagai Tentara Profesional, berarti TNI merupakan tentara yang terlatih, terdidik, diperlengkapi secara baik, tidak berpolitik praktis, tidak berbisnis, dan dijamin kesejahteraannya, serta mengikuti kebijakan politik negara yang menganut prinsip demokrasi, supremasi sipil, hak asasi manusia, ketentuan hukum nasional, dan hukum internasional yang telah diratifikasi.

Demikian Penpas ini disampaikan, untuk dipahami oleh seluruh prajurit TNI.

Saya adalah bapak dari tiga angkatan yaitu AD, AL dan AU, untuk itu saya harus bersikap adil terhadap tiga angkatan. Dalam kedinasan sehari-hari saya menggunakan baju loreng TNI sebagai perwujudan integrasi tiga angkatan.
Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. S.IP
Pengumuman
Sabtu, 17 Agustus 2019
SIARAN TNI DI RRI PROGRAM 4 TANGGAL 17 AGUSTUS 2019
Jum`at, 16 Agustus 2019
TNI POLRI PILAR NKRI
Kamis, 8 Agustus 2019
Baleho HUT ke-74 RI
Kamis, 18 Juli 2019
LOGO, DAN BANNER HUT TNI KE-74
Siaran Pers
Amanat
Berita Media
Kamis, 15 Agustus 2019
TNI soal Nduga: Kami Hormati HAM dan Tak Sandera Anak-anak
Selasa, 13 Agustus 2019
Kekuatan Militer Indonesia Diperhitungkan Dunia, Kapuspen TNI: Kita Tak Akan Lengah
Selasa, 13 Agustus 2019
Kodam XVII/Cenderawasih Terus Mencari Helikopter MI-17
Rabu, 15 Mei 2019
Safari Ramadan di Medan, Panglima TNI Serukan Jaga Persatuan dan Kesatuan
Rabu, 15 Mei 2019
Panglima TNI dan Kapolri Melakukan Kunjungan Kerja Safari Ramadhan di Wilayah Kodam III/Siliwangi