3f804abd95730c82e6217735dd3ebf6a.jpg  

Prajurit TNI Dilarang Main Hakim Sendiri

Selasa, 12 April 2011 00:00:00 - Oleh : puspen - Dibaca : 3446 kali

Berita koran Tempo tanggal 18 Maret 2011, “27 Tentara Terlibat Penyiksaan Ditahan”.  Sebanyak 27 anggota Batalyon 744/SYB di Atambua, Nusa Tenggara Timur, resmi ditahan di Detasemen Polisi Militer Kupang. 27 tentara itu diduga terlibat penyiksaan terhadap enam pemuda Atambua, Kabupaten Belu, di Markas anggota Batalyon 744/Satya Yudha Bhakti. Buntut dari penyiksaan itu, seorang pemuda bernama Charles Mali, warga Kelurahan Fatubanau, Kecamatan Kota Atambua, Kabupaten Belu, tewas.

Tindak kekerasan main hakim sendiri yang melibatkan oknum prajurit TNI cenderung mendapat sorotan negatif dan berpengaruh terhadap citra TNI di masyarakat.

Sehubungan dengan hal tersebut dan dalam rangka menjaga citra positif TNI, maka setiap satuan di jajaran TNI, hendaknya:

1.            Setiap para Komandan satuan wajib mengetahui segala kejadian yang ada di kesatuam masing-masing dan melaporkan secara berjenjang.

2.            Para prajurit agar tidak mudah emosi dan mampu mengendalikan diri bila menghadapi suatu permasalahan atau bila terjadi kesalah pahaman dengan masyarakat.

3.            Selalu mengedepankan proses hukum atau musyawarah dan mufakat dalam menyelesaikan suatu permasalahan.

4.            Menindak tegas oknum prajurit TNI yang melakukan main hakim sendiri sesuai peraturan hukum yang berlaku.

5.            Meningkatkan hubungan yang sehat dan harmonis dengan masyarakat sekitarnya, guna terwujudnya kemanunggalan TNI dan rakyat.

6.            Aplikasikan 8 wajib TNI,  dengan mengingat esensi dan makna tentara rakyat.

Bagaimana mewujudkan ke delapan wajib TNI itu sehingga TNI bisa disebut sebagai tentara rakyat ? Hal ini tidaklah sulit, yaitu dengan cara setiap prajurit TNI taat kepada aturan, taat atasan, disiplin, tidak arogan, tidak merasa super, tidak merasa paling berkuasa, tidak sok jago, tidak emosional, dan tentu saja harus sabar. Tentara rakyat akan selalu ingat bahwa dirinya berasal dari rakyat sehingga ia harus berbuat baik kepada rakyat, mengerti keadaan rakyat, membantu kesulitan rakyat, dan tentu sabar terhadap rakyat.

Dengan perbuatan dan contoh yang baik dari setiap prajurit TNI, apapun pangkat dan kedudukannya, akan menjadi catatan tersendiri dihati rakyat. Ingat, Tentara Rakyat harus dicintai oleh rakyat dan benar-benar diakui sebagai milik rakyat. 

Demikian lembar Penpas ini disampaikan untuk dapat dipedomani dan dilaksanakan oleh setiap satuan di jajaran TNI.

Saya adalah bapak dari tiga angkatan yaitu AD, AL dan AU, untuk itu saya harus bersikap adil terhadap tiga angkatan. Dalam kedinasan sehari-hari saya menggunakan baju loreng TNI sebagai perwujudan integrasi tiga angkatan.
Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. S.IP
Pengumuman
Siaran Pers
Amanat
Berita Media
Rabu, 30 Januari 2019
Lama Tertunda, TNI Akhirnya Bentuk Satuan Baru, Kogabwilhan
Jum`at, 11 Januari 2019
TNI Pesan Lagi 8 Helikopter H225M, Airbus: Telah Teruji di Medan Tempur
Jum`at, 30 November 2018
Kapolri Dan Panglima TNI Koordinasi Operasi Lilin Dan Perkembangan Kamtibmas 2018
Kamis, 29 November 2018
Panglima TNI Sebut Pengadaan Persenjataan Renstra 2015-2019 Sudah Sesuai
Selasa, 27 November 2018
TNI AD Kembali Juara Tembak ASEAN, Jokowi: Rakyat Sangat Bangga!