3f804abd95730c82e6217735dd3ebf6a.jpg  

Pada Upacara Bendera Tanggal, 17 Juli 2011

Senin, 18 Juli 2011 00:00:00 - Oleh : puspen - Dibaca : 730 kali

Para Perwira, Bintara dan Tamtama, serta segenap Pegawai Negeri Sipil TNI yang saya cintai dan saya banggakan,

  Sebagai insan hamba Tuhan  yang beriman dan bertakwa, marilah kita senantiasa memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas segala limpahan rahmat dan karunia-Nya, sehingga kita dapat melaksanakan upacara bendera tujuh belasan di bulan Juli 2011 dalam keadaan sehat walafiat.

Peserta upacara sekalian yang berbahagia,

Memasuki bulan Juli 2011 ini, berarti kita telah menyelesaikan program dan anggaran semester I yang selanjutnya kita mulai program dan anggaran semester II tahun 2011. Untuk itu saya mengajak para Kepala Satuan Kerja (Kasatker) untuk selalu mengevaluasi kinerja yang sudah dicapai, khususnya pada Semester I tahun 2011, dihadapkan kepada perencanaan strategis (Renstra) yang telah dibuat oleh masing-masing Satker.

Perlu dipahami bersama bahwa Laporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah (Lakip) yang dibuat setiap tahun dijadikan dasar oleh Kementerian PAN dalam mengukur prestasi kerja setiap Unit Organisasi (U.O). Tolak ukur yang digunakan dalam Sistem Akuntabilitas Pemerintah (Sakip) adalah seberapa jauh suatu unit organisasi dapat mencapai Renstra yang telah dibuat.

Sedangkan Laporan Kemajuan Pekerjaan (progress report) yang dibuat oleh Satker pada setiap Triwulan adalah merupakan laporan penyerapan anggaran sesuai pagu dari Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (Dipa) pada tahun anggaran berjalan.

Oleh karena itu, pada kesempatan ini saya ingatkan kembali kepada seluruh Ka Satker di jajaran TNI untuk dapat memahami perbedaan dari kedua laporan tersebut. Adakan evaluasi secara terus menerus terhadap Renstra, karena dinamika di lapangan dapat saja merubah kategori kebutuhan dari yang semula dikategorikan prioritas menjadi tidak prioritas lagi.

Disamping itu, akhir-akhir ini kita telah menyaksikan pada pemberitaan  di media massa tentang adanya pemalsuan dokumen. Kejadian tersebut belum tentu hanya terjadi di instansi yang ada dalam pemberitaan, tetapi mungkin saja sudah merambah ke berbagai instansi, termasuk Satker di lingkungan TNI.

Karena kemajuan teknologi seperti alat scanner, facsimile, foto copy, dan lain sebagainya yang semula diciptakan untuk mempermudah pekerjaan, tetapi belakangan ini telah disalahgunakan untuk tujuan kejahatan, seperti halnya pemalsuan dokumen.

Dalam kaitan tersebut, saya tekankan agar para Ka Satker senantiasa mewaspadai kemungkinan pemalsuan dukumen yang dapat merugikan Satker masing-masing maupun instansi TNI secara umum. Laksanakan fungsi tugas pengawasan melekat yang ada pada kalian.

Para Prajurit dan PNS TNI yang saya cintai,

 

Kita semua menyadari, kehidupan nasional tengah menghadapi berbagai tantangan dan ujian, sebagai dampak dari perkembangan lingkungan strategis  baik global maupun regional berikut segala ”isu” yang dibawanya. 

Derasnya pengaruh global telah mempengaruhi seluruh aspek kehidupan, terutama aspek mentalitas, militansi, semangat juang dan motivasi serta daya saing.  Tentunya dalam hal ini, saya tidak ingin melihat para Prajurit dan PNS TNI terbawa dan tergerus oleh arus negatif globaliasi yang dapat melemahkan aspek kehidupan tersebut.

Bila kita mencermati perkembangan lingkungan global, regional dan nasional bahwa telah terjadi pergeseran serta perubahan paradigma ancaman, paradigma keamanan, paradigma perang dan paradigma operasi militer, dimana ancaman yang menjadi pokok perhatian telah bergeser dan berubah dari ancaman tradisional menjadi ancaman non-tradisional.

Hal ini mengakibatkan sumber ancaman terhadap keamanan nasional menjadi semakin luas bukan hanya meliputi ancaman dari dalam (internal threat) dan ancaman dari luar (external threat), tetapi juga ancaman dari berbagai sudut yang timbul dari seluruh aspek kehidupan, tanpa bisa dikategorikan sebagai ancaman dari luar atau pun dari dalam.

Seiring dengan pergeseran paradigma tersebut terjadi pula pergeseran dan perubahan paradigma keamanan global, keamanan regional serta keamanan nasional, yang sebelumnya merupakan keamanan wilayah (teritorial security) telah bergeser menjadi keamanan manusia (human security). Sehingga pola penanganannya juga berubah dari kerjasama keamanan (security cooperative) dan keamanan bersama (colective security) menjadi keamanan komprehensif (security comprehensive).

Selanjutnya aktor-aktor yang menangani juga berubah, yang sebelumnya hanya aktor tertentu bergeser ke aktor-aktor Negara yang memiliki otoritas politik dan operasional termasuk civil society.

Para prajurit dan PNS TNI yang saya bangakan,

Pergeseran paradigma dari perang konvensional menjadi perang di segala aspek kehidupan yang dikenal dengan istilah “the future war” yaitu perang atau konflik diantara sesama rakyat (war among the people), secara nyata ditandai dengan berbagai pertikaian atau konflik diantara sesama anak Bangsa di seantero Tanah Air yang menggunakan senjata-senjata tradisional, seperti yang sering kita saksikan melalui media elektronik.

Hal ini memerlukan paradigma baru untuk menanganinya, yang pola penanganannya juga menjadi berbeda degan pola-pola sebelumnya dan tidak bisa diselesaikan sendirian oleh TNI.

Paradigma lama Dwi Fungsi TNI sebagai kekuatan Hankam dan kekuatan sosial politik berubah menjadi Dwi Misi TNI yaitu kekuatan TNI untuk melaksanakan tugas-tugas operasi militer perang dan operasi militer selain perang.

Selain itu paradigma untuk memenangkan perang adalah bukan lagi yang besar mengalahkan yang kecil, tetapi yang cepat mengalahkan yang lambat.

Kemudian penggunaan hard power atau kekuatan militer dalam aspek tertentu juga menjadi tidak lagi populer dan dinilai tidak efisien.  Sehingga muncul cara baru yang jauh lebih efisien dengan kerusakan yg lebih dahsyat, yaitu menggunakan Soft Power, melalui bentuk peperangan seperti Culture Warfare, Economic Warfare, Financial Warfare dan Information Warfare. Bahkan perkembangan terakhir adalah penggunaan smart power untuk memenangkan perang.

Demikian juga Paradigma Operasi Militer telah berubah menjadi Operasi Militer Perang dan Operasi Militer Selain Perang, serta Operasi Militer Mandiri menjadi operasi militer yang dilaksanakan secara gabungan Trimatra dengan Sistem Senjata Terpadu, baik Sistem Senjata Teknologi (Sistek) maupun Sistem Senjata Sosial (Sissos).

Perubahan dan pergeseran paradigma-paradigma tersebut mengakibatkan munculnya berbagai benturan, serta konflik kepentingan yang disertai perubahan hakikat ancaman menjadi multi-dimensional dan multi-kompleks. Berbagai bentuk ancaman tersebut dapat muncul sewaktu-waktu di seluruh Tanah Air dengan pola-pola yang tidak pernah terjadi sebelumnya, yang dapat membahayakan kepentingan nasional bangsa Indonesia.

Segenap Prajurit dan Pegawai Negeri Sipil TNI, dimanapun bertugas dan berada, yang saya cintai dan saya banggakan.

Berkaitan dengan tugas-tugas yang kita emban dan perkembangan dinamika situasi nasional, saya ingin menyampaikan beberapa atensi dan harapan, sebagai pegangan dalam mengemban tugas ke depan, sebagai berikut :

Pertama, senantiasa meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, sebagai landasan moral, etika dan kepribadian dalam rangka mengemban tugas sebagai prajurit dan PNS TNI, serta sebagai warga dalam kehidupan bermasyarakat.

Kedua, amalkan secara nyata setiap butir nilai ”Delapan Wajib TNI”, dalam pelaksanaan tugas  di tengah kehidupan masyarakat yang sedang mengalami banyak cobaan. Hormati setiap nilai ”kearifan lokal” dimanapun para Prajurit dan PNS TNI bertugas dan berada, demi semakin mantapnya ”Kemanunggalan” TNI-Rakyat, di atas semangat Bhinneka Tunggal Ika.

Ketiga, jaga dan tingkatkan soliditas, solidaritas Prajurit dan PNS TNI, baik internal Satuan maupun antar Angkatan sebagai Fondasi terwujudnya soliditas dan solidaritas nasional. Tingkatkan semangat dan jiwa korsa yang tinggi, namun tidak dalam arti sempit, terutama dalam menyikapi perbedaan pendapat atau bentuk-bentuk kesalahpahaman yang tidak perlu.

Keempat, bagi setiap Komandan Satuan agar tingkatkan pembinaan Satuan dengan mengedepankan “kepemimpinan lapangan” yang penuh simpati, keteladanan, dan pengayoman terhadap anak buah. Cegah dan hindari segala perbuatan asusila dalam segala bentuknya serta kendalikan segala “naluri primitif” manusia termasuk di dalamnya kecanduan pornografi, Narkoba dan lain-lain sejenisnya.

Kelima, budayakan tradisi belajar dan berlatih secara terencana serta mandiri, guna meningkatkan kualitas, kapasitas, dan wawasan, serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, sesuai bidang tugas masing-masing, sejalan dengan perkembangan tuntutan tugas.

Keenam, pegang teguh dan amalkan komitmen “netralitas” TNI. Seluruh Prajurit dan PNS TNI dilarang terlibat dalam kegiatan politik praktis, meskipun tidak berarti “buta politik”. Pelajari, pedomani dan amalkan instruksi Panglima TNI tentang pedoman netralitas TNI dalam Pemilu dan Pilkada.

Para Perwira, Bintara, Tamtama serta segenap Pegawai Negeri Sipil TNI yang saya banggakan.

Sekecil apapun peran dan tugas yang kita miliki merupakan penentu keberhasilan setiap tugas yang diemban oleh TNI, karena kita berada dalam satu kesatuan sistem. Oleh karena itu, pada kesempatan yang baik ini, saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada seluruh Prajurit dan PNS TNI dimanapun berada, yang telah melaksanakan tugas dengan baik, penuh rasa tanggung jawab, dan penuh dedikasi.

Akhirnya, marilah kita selalu berserah diri seraya memanjatkan doa, semoga Tuhan yang Maha Pengasih dan Penyayang, senantiasa memberikan petunjuk dan bimbingan kepada kita sekalian, dalam melanjutkan tugas dan pengabdian kepada masyarakat, TNI, Bangsa dan Negara.

 

Selamat bertugas

Sekian dan terima kasih.

 

Panglima TNI

Ttd

 

Agus Suhartono, S.E.

Laksamana TNI

Saya adalah bapak dari tiga angkatan yaitu AD, AL dan AU, untuk itu saya harus bersikap adil terhadap tiga angkatan. Dalam kedinasan sehari-hari saya menggunakan baju loreng TNI sebagai perwujudan integrasi tiga angkatan.
Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. S.IP
Pengumuman
Kamis, 18 Juli 2019
LOGO HUT TNI KE-74
Jum`at, 28 Juni 2019
SIARAN TNI DI RRI PROGRAM 4.
Senin, 24 Juni 2019
Conference ICRC Tahun 2019 di Jakarta
Jum`at, 21 Juni 2019
SIARAN TNI DI RRI PROGRAM 4.
Siaran Pers
Amanat
Berita Media
Rabu, 15 Mei 2019
Safari Ramadan di Medan, Panglima TNI Serukan Jaga Persatuan dan Kesatuan
Rabu, 15 Mei 2019
Panglima TNI dan Kapolri Melakukan Kunjungan Kerja Safari Ramadhan di Wilayah Kodam III/Siliwangi
Jum`at, 12 April 2019
Final Piala Presiden 2019, Panglima TNI Imbau Kedua 10 Apr 2019 Suporter Tertib
Rabu, 30 Januari 2019
Lama Tertunda, TNI Akhirnya Bentuk Satuan Baru, Kogabwilhan
Jum`at, 11 Januari 2019
TNI Pesan Lagi 8 Helikopter H225M, Airbus: Telah Teruji di Medan Tempur