3f804abd95730c82e6217735dd3ebf6a.jpg  

MARITIME TASK FORCES – UNIFIL

Rabu, 6 Februari 2013 11:35:59 - Oleh : admin - Dibaca : 2792 kali

MARITIME TASK FORCES – UNIFIL

MARITIME TASK FORCE (MTF) berada dibawah mandat PBB yang bertanggung jawab unutk mendukung Angkatan laut Lebanon dalam mengawasi perairan territorial Lebanon, mengamankan garis pantai dan mencegah masuknya senjata illegal atau materi yang berhubungan dengan hal tersebut lewat laut ke Lebanon.MTF dibentuk berdasarkan permintaan dari pemerintah Lebanon (PM Siniora) dan berada dalam mandat Dewan Keamanan PBB, Resolusi 1701 (2006). Dalam hal pengendalian operasi MTF oleh UNIFIL Force Commander didelegasikan kepada MTF Commander dan MTF adalah Naval task force pertama yang ada di bawah misi PBB. Pembentukan MTF pasca konflik tahun 2006 adalah sebagai tanda berhentinya blokade laut Israel di Lebanon.  Pada saat ini komposisi  MTF  terdiri dari gabungan kapal kapal dari berbagai Negara NATO dan non NATO dan dipimpin oleh seorang Rear Admiral dari Angkatan Laut Brazil. Indonesia/TNI AL mulai bergabung dalam UNIFIL MTF sejak  tahun 2010, dan hingga saat ini sudah empat KRI yang tergabung dalam satgas  UNIFIL MTF yaitu KRI DIPONEGORO-365, KRI FRANS KAISIEPO-368, KRI SULTAN ISKANDAR MUDA-367, dan KRI SULTAN HASANUDDIN-366. Jumlah kekuatan unsur MTF saat ini ada 7 kapal perang dan 2 helikopter, sedangkan kapal perang  Brazil BRS CONSTITUICAO bertindak sebagai kapal bendera (flagship) dalam unit MTF UNIFIL. Pada saat ini KRI pengganti belum dating setalh KRI SULATAN HASANUDDIN selesai melaksanakan misi pada bulan Desember 2012.

Pada dasarnya konsep umum operasi MTF mengikuti konsep umum operasi UNIFIL, yang dilaksanakan dengan 3 tahap:

1)       Tahap I Tahap Transisi/Transition Phase, yakni agar LAF mempunyai kemampuan awal/dasar mengelar pasukan di area operasi dan melaksanakan tugas-tugas operasi dengan bantuan dari UNIFIL.

2)       Tahap II Tahap Stabilisasi/Stabilization Phase, yakni tahap di mana LAF mempunyai kemampuan operasional secara penuh dan mengontrol area operasi dengan asistensi minimal dari UNIFIL.

3)       Tahap III Tahap Penarikan/Drawdown, yakni tahap dimana LAF telah mempunyai kemampuan penuh dalam pelaksanaan tugas tugas operasional termasuk kemampuan melaksananakan pengawasan dan kontrol terhadap masuknya senjata ilegal lewat laut ke Lebanon tanpa bantuan dari UNIFIL.

Lebih detail lagi mandat MTF berdasarkan resolusi DK PBB 1701 serta berdasarkan surat  permintaan dari pemerintah Lebanon yang ditandatangani oleh PM Siniora tanggal 6 September 2006,  maka tugas pokok dari Satgas MTF adalah :

1) Melaksanakan kegiatan Maritime Interdiction Operation (MIO) dan pengawasan dalam rangka membantu Angkatan Laut Lebanon  mengawasi dan mencegah masuknya senjata ilegal melalui laut di wilayah yuridiksi Lebanon, sampai dengan Angkatan Laut Lebanon mampu untuk melaksanakannya secara mandiri.

2)   Memberikan pelatihan agar Angkatan Laut Lebanon mampu melaksanakan tugas tugas angkatan laut sehingga mampu menjaga wilayah perairan teritorialnya sendiri tanpa asistensi dari MTF-UNIFIL.

3) Tugas tambahan adalah melaksanakan pengawasan pergerakan udara diatas wilayah area operasi maritim dan di wilayah Lebanon.

Adapun area operasi maritim membentang   dari garis perbatasan laut dengan Suriah di   sebelah utara dan garis batas wilayah laut   dengan Israel disebelah selatan (belum ada   kesepakatan), memanjang sejauh110 NM   dari utara sampai ke selatan, dengan lebar   43 NM dari garis pantai, dengan luas 5000   NM2. Fasilitas pelabuhan sebagai fasilitas   logistik yang masuk dalam area operasi   maritim adalah pelabuhan Beirut (Lebanon),   Mersin (Turki) dan Limasol (Ciprus). Dan untuk itu berdasarkan Tactical Review terakhir yang dilaksanakan pada tahun 2010, dibutuhkan 8 kapal perang terdiri dari 4 fregate dengan heli onboard, 4 korvet/Fast Patrol Boat untuk melaksanakan tugas-tugas operasional MTF.

Kegiatan operasi yang dilaksanakan oleh MTF sejauh ini adalah:

a        Dalam pelaksanaan tugasnya, OPCON (operation control) dilaksanakan melalui staff MTF HQ yang berada di Naquora, berkordinasi dengan NOC (Naval Operation Center) sebagai hub komunikasi  yang menghubungkan pihak Israel dan Lebanon jika ada hal yang perlu dikoordinasikan untuk selanjutnya diteruskan ke MTF HQ.

b.       MTF 448 yang bermarkas di Naquora membawahi 3 Task Group yakni TG 448.01 yang terdiri dari kapal-kapal fregat dan korvet. TG 448.02 terdiri kapal bendera danTG 448.03 yang terdiri dari kapal kapal patrol. 

c.       Dalam pelaksanaan Maritime Interdiction Operation, ditunjuk satu kapal sebagai MIO Commander  yang bertugas mengkordinasikan kegiatan pemeriksaan di laut dengan didampingi seorang LO dari Lebanon serta satu kapal sebagai AAWC      (Anti Air Warfare Commander) yang memantau pergerakan udara diwilayah operasi maritim.        

d.       Unsur Fregat dan Korvet  yang mempunyai boarding capability  menjadi MIO Commander, serta kapal yang mempunyai radar udara ditunjuk sebagai Anti Air Warfare Commander (AAWC).

e        Selain tugas-tugas MIO, unsur maritim juga melaksanakan tugas-tugas pengamanan aspek laut pada saat pertemuan Tripartite antara UNIFIL, Israel dan Libanon.

f.       Selain tugas tugas utama, tugas tugas dukungan dan bantuan SAR juga dilaksanakan sesuai dengan permintaan.

g.       Rapat dan pertemuan dilaksanakan secara periodik dalam bentuk Flag talks dengan LAF-N dan Maritime Security Workshop dengan IDF.

h.       Kegiatan latihan internal MTF yang dilaksanakan antara lain joint firing exercise, RAS station keeping, Maneuver exercise Tactical exercise , Asymetrix warfare exercise  pubex serta passing exercise.

Bentuk kerjasama dan kordinasi dengan LAF adalah sebagai berikut:

a.       Sesuai dengan Joint Minimum Operational Security Standard, force protection terhadap unsur-unsur maritim yang berada di pelabuhan Beirut dilaksanakan oleh LAF-Navy (Angkatan Laut Lebanon). 

b.       Pelaksanaan latihan dilaksanakan secara periodik dengan program dari MTF.

c.       Pelaksanaan Latihan bersama antara MTF units dengan unsur unsur LAF Navy.

Sejak pertama kali dibentuk pada tahun 2006, MTF telah berhasil mengidentifikasi kapal sebanyak kurang lebih 48.949 kapal dan mereferensikan inspeksi kapal-kapal sebanyak kurang lebih 2.935 kapal.

 

OLEH: MAYOR LAUT (KH/W) AMIMUL UMMAH BAY

 

UNIFIL MTF - N1

 

 

 

 

Panglima TNI bertekad membangun prajurit yang profesional, disiplin, militan dan rendah hati
Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.IP
Pengumuman
Siaran Pers
Amanat
Berita Media
Rabu, 30 Januari 2019
Lama Tertunda, TNI Akhirnya Bentuk Satuan Baru, Kogabwilhan
Jum`at, 11 Januari 2019
TNI Pesan Lagi 8 Helikopter H225M, Airbus: Telah Teruji di Medan Tempur
Jum`at, 30 November 2018
Kapolri Dan Panglima TNI Koordinasi Operasi Lilin Dan Perkembangan Kamtibmas 2018
Kamis, 29 November 2018
Panglima TNI Sebut Pengadaan Persenjataan Renstra 2015-2019 Sudah Sesuai
Selasa, 27 November 2018
TNI AD Kembali Juara Tembak ASEAN, Jokowi: Rakyat Sangat Bangga!