3f804abd95730c82e6217735dd3ebf6a.jpg  

Keberhasilan Satgas maritim Indonesia (Unifil MTF 448) Dalam Pasukan Pemelihara Perdamaian PBB di Lebanon

Selasa, 12 Maret 2013 08:16:27 - Oleh : admin - Dibaca : 6118 kali

Pasukan pemelihara perdamaian PBB di Lebanon untuk sektor laut UNIFIL Maritime Task Force (MTF) 448 terbentuk tanggal 15 Oktober 2006 berdasarkan Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 1701 tentang wewenang dan penambahan pasukan PBB di UNIFIL (Lebanon). Pada awalnya UNIFIL MTF 448 dilaksanakan oleh negara-negara Eropa khususnya anggota NATO dengan tugas pokok melaksanakan pengawasan dan pencegahan di laut, serta memberikan asistensi kepada Lebanese Armed Force-Navy (LAF-Navy) dalam penanggulangan penyelundupan senjata atau bahan yang berhubungan dengan senjata dari laut ke darat atau sebaliknya. Dalam rangka melaksanakan tugas pokok tersebut, tim satgas maritim melakukan patroli laut, training dan maritime interdiction.

Kemudian pada tahun 2009, atas permintaan dari pemerintah Lebanon dan persetujuan dari Dewan Keamanan PBB, Indonesia diminta untuk bergabung sebagai pasukan pemelihara perdamaian UNIFIL MTF 448. Indonesia akhirnya mengirimkan Satgas Maritim TNI Konga XXVIII-A/UNIFIL 2009 dengan melibatkan unsur laut KRI Diponegoro-365 (MTF-1). Berkutnya, tahun 2010 mengirimkan  Satgas Maritim TNI Konga XXVIII-B/UNIFIL 2010 KRI Frans Kaisiepo-368 (MTF-2), tahun 2011 mengirimkan Satgas Maritim TNI Konga XXVIII-C/UNIFIL 2011 KRI Sultan Iskandar Muda-367 (MTF-3), dan pada tahun 2012 mengirimkan Satgas Maritim TNI Konga XXVIII-D/UNIFIL 2012 KRI Sultan Hasanuddin-366 (MTF-4).

 

MTF-1 (KRI Diponegoro-365).     

Satgas Maritim TNI Konga XXVIII-A/UNIFIL 2009 yang melibatkan unsur laut KRI Diponegoro-365 dan Helikopter BO 105 (on board di KRI), melaksanakan operasi di Lebanon dari tanggal 18 April sampai dengan 18 Oktober 2009, di bawah pimpinan Letkol Laut (P) Arsyad Abdullah. Catatan presetasi atau keberhasilan tim MTF-1 ini adalah sebagai berikut:

a.  Keikutsertaan Indonesia sebagai bagian dari UNIFIL MTF merupakan wujud kepercayaan dan kehormatan dari PBB dan dunia internasional, karena Indonesia (MTF-1) ini merupakan  satu-satunya negara dari Asia Tenggara yang diminta ikut berpartisipasi memperkuat satuan tugas laut bersama dengan negara-negara NATO seperti Jerman, Perancis, Italia, Belgia, Spanyol, Portugis dan Turki.

b.  Berhasil melaksanakan pemeriksanaan/interegogasi  terhadap kapal-kapal yang dicurigai (hailing) sebanyak 365 kali, selanjutnya melaporkannya ke  MIO Commander.

c. Berhasil mendeteksi pelanggaran wilayah oleh pesawat Israel dan mengingatkannya untuk menjauh.

d.  Selama beroperasi di perairan Lebanon, berhasil melaksanakan berbagai latihan, baik secara individu, bersama LAF Navy maupun unsur  MTF  lainnya. Beberapa latihan tersebut di antaranya Boarding Exercise, Crossdeck Exercise, Anti Surface Warpare, Anti Submarine Warfare, Anti Air Warfare, Man Over  Board Exercise, Replenishment at Sea, dan Flashing Exercise.   

e.   Satgas MTF-1 mendapat UN Medal sebagai penghargaan atas jasa dan peran serta mereka sebagai pasukan pemelihara perdamaian PBB di Lebanon.

 

MTF-2 (KRI Frans Kaisiepo-368).

Satgas Maritim TNI Konga XXVIII-B/UNIFIL 2010 KRI Frans Kaisiepo-368 melaksanakan operasi di Lebanon dari tanggal 22 Oktober 2010 sampai dengan 17 Juni 2011, di bawah pimpinan Letkol Laut (P) Wasis Priyono, S.T. Catatan keberhasilan tim MTF-2 ini adalah sebagai berikut:

a.   Berhasil mencegah masuknya senjata lewat laut secara  ilegal dan bahan terkait lainnya ke Lebanon sesuai amanat Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 1701.

b.    Sebagai salah satu unsur UNIFIL MTF, KRI Frans Kaisiepo-368 melaksanakan pengamatan udara sebagai salah satu tugas tambahan untuk mendukung mandat PBB. Selama tugas di Lebanon, KRI Frans Kaisiepo-368 telah mengemban tugas sebagai Anti Air Warfare Coordinator (AAWC) sebayak tujuh kali. Terkait dengan tugas tersebut, unsur yang yang mendeteksi pelanggaran AMO oleh kapal perang atau pesawat militer negara ketiga, wajib melaporkan kepada CTF 448 dan memonitor kegiatan kapal perang atau pesawat militer hingga keluar dari AMO.

c.    Selama melaksanakan operasi, KRI Frans Kaisiepo-368 telah mendeteksi dan melaporkan 66 pelanggaran (penetration report).

d.    Chief of Air Operation menyampaikan keterbatasan kemampuan aset radar udara QRF - ADA dan secara khusus meminta dukungan sensor udara dari KRI Frans Kaisiepo-368 selaku unsur UNIFIL MTF. Hal tersebut bukanlah hal yang sederhana karena menuntut adanya data yang lengkap dengan akurasi tinggi mulai dari durasi dan pergerakan. Melalui data tersebut, dilaporkan DCOS OPS kemudian diteruskan ke Force Commander.

e.    Pada tanggal 7 maret 2011, KRI Frans Kaisiepo-368 kembali mendapat tugas dan kepercayaan besar sebagai LAAWC dalam rangka pengamanan Tripartite Meeting yang diselenggarakan di UNIFIL Headquarters, Naqoura yang membahas tentang penempatan garis batas yang jelas (Blue Line) antara Israel-Lebanon dan daerah Ghajar yang masih diduduki Israel.

f.  Selama melaksanakan patroli di Area of Maritime Operations (AMO) dimanfaatkan dengan melaksanakan latihan bersama baik dengan LAF Navy maupun dengan unsur-unsur UNIFIL MTF untuk memelihara prajurit pengawak kapal serta meningkatkan kerja sama unsur-unsur dalam satuan tugas.

g.   Dalam penugasan UNIFIL MTF, KRI Frans Kaiseipo-368 bertindak sebagai koordinator unsur-unsur satuan tugas laut UNIFIL yang sedang beroperasi di AMO.

 

MTF-3 (KRI Sultan Iskandar Muda-367).          

Satgas Maritim TNI Konga XXVIII-C/UNIFIL 2011 KRI Sultan Iskandar Muda-367 (MTF-3) dipimpin oleh Letkol Laut (P) Agus Hariadi dan mencatat berbagai keberhasilan sebagai berikut:

a.    Sukses menjalankan misi diplomasi di luar negeri khususnya dalam setiap melaksanakan kunjungan kehormatan kepada para pejabat angkatan laut, militer maupun pemerintahan  setempat.

b.    Berhasil melaksanakan rangkaian kegiatan operasi maupun latihan dengan negara-negara anggota satgas maritim task force lainnya.

c.    Melaksanakan operasi di daerah Area of Maritime Operations (AMO) selama 116 hari dan berhasil mengidentifikasi kapal sebanyak  494 kali.

d.     Dipercaya sebagai Maritime Interdiction Operationas (MIO) Commander  selama 61 hari.

e.     Selama bertugas di Lebanon, Melaksanakan  latihan sebanyak 55 kali, baik dengan LAF Navy maupun unsure MTF lainnya.

f.    Berperan sebagai Force Protection Commander di sekitar perairan Naqoura, Libanon dalam rangka pengamanan tripartite meeting yang digelar UNIFIL serta dihadiri oleh para pejabat dari Lebanese Armed Force (LAF), Israel Defence Force (IDF) dan Force Commander UNIFIL. Pertemuan yang dilaksanakan pada tanggal 28 Januari 2012 itu membahas agenda tentang Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 1701 terkait dengan penempatan tanda batas yang jelas pada blue line (batas antara Israel dan Lebanon) dan daerah Ghajar yang masih diduduki Israel. Mengingat pentingnya acara ini maka upaya pengamanan itu dilaksanakan ekstra ketat baik di sektor darat, laut maupun udara.

g.    Berpartisipasi aktif pada kegiatan Beirut Marathon International dalam rangka menyambut HUT ke-68 Kemerdekaan Lebanon.

h.  Seluruh personel satgas mendapatkan penganugerahan UN Medal yang disematkan Komandan MTF Rear Admiral Luis Henrique Caroli pada tanggal 13 Februari 2012.

 

MTF-4 (KRI Sultan Hasanuddin-366).    

Setelah dilepas secara resmi oleh Panglima TNI di Pelabuhan Kolinlamil, Jakarta, tanggal 12 Mei 2012, KRI Sultan Hasanuddin-366 yang bergabung dalam Satuan Tugas Maritim TNI Kontingen Garuda XXVIII-D/UNIFIL 2012 memulai tugas perdamaian internasionalnya di wilayah Lebanon. KRI Sultan Hasanuddin-366 dikomandani oleh Letkol Laut (P) Dato Rusman SN, dan bergabung dengan UNIFIL MTF-448 di Lebanon selama 6 bulan. Catatan keberhasilan tim MTF-2 ini adalah sebagai berikut:

a.    Menerima penghargaan Medal of Valor serta penganugerahan gelar Al Kubro al Bahri yang bermakna penguasa laut yang besar dari pemerintah Lebanon. Penganugerahan tersebut diberikan langsung oleh Commander in Chief LAF-Navy Colonel Joseph Gadban kepada Komandan KRI Sultan Hasanuddin-366 selaku Komandan Satgas Maritim TNI Konga XXVIII-D/UNIFIL 2012.

b.  Menerima penghargaan berupa Certificate of Appreciation dari PBB yang diserahkan oleh Force Commander and Head of Mission of the UNIFIL Major General Paolo Serra di Markas UNIFIL, Naqoura, tanggal 26 November 2012.

c.   Menerima penghargaan Certificate of Appreciation dari MTF Commander serta Outstanding Performance Evaluation dari MTF Commander atas dedikasi dan kontribusinya dalam mewujudkan Resolusi PBB No. 1701 dan 2604.

d.  Prestasi yang menonjol adalah tercapainya kepercayaan dari PBB dan pemerintah Lebanon terhadap kinerja seluruh personel KRI Sultan Hasanuddin-366. Hal tersebut tampak pada onboard-nya MTF Commander Rear Admiral Wagnen  Lopes  de  Moraes  Zamith dengan tiga orang stafnya dan Chief of Staff of LAF-Navy Rear Admiral Nazih Baroudi dengan seorang stafnya di KRI Sultan Hasanuddin-366 yang menjadikannya sebagai kapal markas (flag ship) pada tanggal 13 Juli 2012. Hal ini merupakan pertama kalinya pimpinan MTF dan LAF-Navy turut dalam pelayaran di sebuah kapal perang Indonesia saat beroperasi di Area of Maritim Operation Lebanon. Keberadaan dua perwira tinggi tersebut di samping untuk meninjau kondisi keamanan perairan wilayah Lebanon (AMO) dan pelaksanaan operasi oleh unsur-unsur MTF sekaligus juga merupakan wujud penghormatan dan kepercayaan kepada pemerintah Indonesia dari pemerintah Lebanon dan Dewan Keamanan PBB atas partisipasinya dalam misi pemeliharaan perdamaian di wilayah perairan Lebanon.

e.  Selama bergabung dalam MTF-448 KRI Sultan Hasanuddin-366 melaksanakan 19 kali ontask, antara lain hailing sebanyak 686 kontak kapal permukaan dan melaksanakan monitor military air activity 135 kali kontak pesawat militer. Selain itu, juga bertindak sebagai MIO Commander sebanyak 13 kali, anti air warfare coordinator 21 kali, dan sebagai hello element control sebanyak 18 kali.

Saya adalah bapak dari tiga angkatan yaitu AD, AL dan AU, untuk itu saya harus bersikap adil terhadap tiga angkatan. Dalam kedinasan sehari-hari saya menggunakan baju loreng TNI sebagai perwujudan integrasi tiga angkatan.
Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. S.IP
Pengumuman
Siaran Pers
Amanat
Berita Media
Rabu, 30 Januari 2019
Lama Tertunda, TNI Akhirnya Bentuk Satuan Baru, Kogabwilhan
Jum`at, 11 Januari 2019
TNI Pesan Lagi 8 Helikopter H225M, Airbus: Telah Teruji di Medan Tempur
Jum`at, 30 November 2018
Kapolri Dan Panglima TNI Koordinasi Operasi Lilin Dan Perkembangan Kamtibmas 2018
Kamis, 29 November 2018
Panglima TNI Sebut Pengadaan Persenjataan Renstra 2015-2019 Sudah Sesuai
Selasa, 27 November 2018
TNI AD Kembali Juara Tembak ASEAN, Jokowi: Rakyat Sangat Bangga!